Sabtu, 22 Oktober 2016

Ada Apa Dengan Gedebog Pisang?





Pastilah kamu penyuka buah pisang sudah tahu bahwa pisang selain buah dan jantungnya, juga ada batangnya yang sering disebut gedebog pisang. Sebenarnya istilah gedebog pisang saya dapati dari obrolan ringan di WA teman-teman alumni sekolah yg isinya cewek semua, karena kami memang alumni khusus sekolah putri. Tahu sendiri kan kalau cewek udah ngobrol? Selain susah berhenti, ada aja topik yang tidak akan habis di bahas. Apalagi bila temanya tentang hubungan suami-isteri. Pokoknya lanjuttttt! Hehehe....Lantas, apa hubungannya gedebog pisang dengan hubungan suami isteri alias hubungan intim? Pasti kamu kemal alias kepo maksimal, kala saya mempertanyakan dan mengait-ngaitkannya dengan salah satu bagian dari pohon pisang ini. 

Ceritanya bermula dari sharing tentang perjalanan hidup kami masing-masing. Ada yang jalan hidupnya terlalu keras karena sedari kecil sudah mengalami hidup susah dan berasal dari keluarga yang tidak utuh hingga mendapati suami yang suka kdrt. Lalu teman saya itu pun meminta cerai dan menikah lagi. Pernikahan keduanya alhamdulillah bahagia, namun soal hubungan intim teman saya sempat mengalami yang namanya   menjadi gedebog pisang! alias tanpa respon dan dingin-dingin aja. Ternyata teman saya tersebut mengaku masih trauma dan krisis percaya diri akibat perlakuan suaminya terdahulu. Untungnya suaminya pengertian banget, hingga rela satu jam berusaha membangkitkan gairah isterinya lagi saat berhubungan. 

Teman saya lain lagi ceritanya, kalau dia pernah menjadi gedebog pisang saat mengalami depresi. Bahkan ada yang sampai mengalami pendarahan setiap habis berhubungan intim. Selidik-punya selidik ternyata teman saya tersebut masih memendam suatu ganjalan di hatinya terhadap suaminya. Setelah dia berani berterus terang dan suaminya mau menerima dan mengerti masalah yang selalu ia pendam terhadap suaminya, hubungan suami isteri mereka pun berjalan lancar. Temanku tersebut mengaku tak pernah lagi mengalami pendarahan. Sampai sebegitunya dampak emosi dan perasaan seorang wanita terhadap hubungan intim dalam pernikahan.

Tentu masih banyak lagi penyebabnya mengapa para isteri hanya bisa menjadi gedebog pisang saat bersama suami di ranjang. Bisa karena siangnya terlalu kelelahan mengurus anak dan domestik. Hingga tetap melayani suami, karena sudah kewajiban dan takut dosa bila menolak.  Untuk itulah perlunya meminta pengertian suami bila mampu, membayarkan seorang Prt. Kalau tidak, mintalah suami ikut turun tangan dalam urusan domestik atau hanya sekedar membantu menjaga anak saat kita repot mengurus rumah tangga. 

Faktor lainnya bisa juga karena isteri sudah tidak percaya diri lagi akibat tubuh yang mulai melar dan membengkak sehabis melahirkan. Bila kasusnya seperti ini, maka bagi suami, terimalah isteri apa adanya dan pujilah bahwa dia masih terlihat cantik meskipun sudah lebih gemuk dari yang dulu. Ingatlah betapa isteri Anda sudah bersedia berkorban demi anak-anaknya mulai dari hamil hingga melahirkan dan menyusui sang buah hati hingga 2 tahun lamanya. Tanpa sempat lagi memperdulikan kondisi fisiknya. Atau lebih keren lagi, beri isteri uang untuk merawat diri entah itu menyuruhnya ikut senam biar kembali langsing, dan ke salon biar lebih kinclong...

 Atau bisa juga karena sudah jenuh akibat lamanya usia pernikahan, sehingga butuh variasi tempat dan suasana baru.  Bayangkan, bertahun-tahun selalu berhubungan di kasur dan kamar yang sama hohohoho....Makanya bulan madu perlu digalakkan lagi bagi yang sudah lama menikah. Jadi bukan berlaku hanya bagi yang baru menikah saja alias masih pengantin anyar. Pergi ke hotel kek, ke bali dan tempat wisata lainnya. Nah, kalau tidak mampu bayar hotel? Cari alternatif yang sesuai dengan kemampuan. Pokoknya ke mana aja asal itu bisa mengganti suasana lebih fresh, hingga hubungan pun kembali segar. Batere aja bisa low bath hingga perlu di charge, apalagi manusia boo....

Bisa juga gedebog pisang menimpa isteri yang kurang merasa dihargai dan selalu direndahkan dengan kata-kata kasar oleh suaminya. Hingga menjadi dingin dan membeku lah ia, saat diajak berhubungan intim. Tentu masih banyak sebab  lainnya, dan hanya kita para isterilah yang menyadarinya. Seharusnyalah berani membuka diri pada suami tentang ganjalan-ganjalan dan kemarahan-kemarahan yang masih tersimpan.

Karena sejatinya, seks berhubungan dengan perasaan paling dalam
seseorang dan struktur kepribadiannya. Karena itu, berinteraksi
lewat seks harus dilakukan dengan penuh kesadaran.

Butuh usaha, kemauan dan kerja keras dari dua belah pihak yaitu suami dan isteri untuk menggalinya dan menyelaminya.  Belum lagi bila selesai berhubungan, dengan cueknya sang suami memunggungi isteri dan tak lama mendengkur kencang alias isterinya di tinggal tidur begitu aja tanpa rasa bersalah. Sungguh teganya, teganya, teganya. Kau yang memulai, kau yang mengakhiri....senandung para isteri yang mengalami ini ngenes. Salah satunya teman saya, yang sempat curhat kalau dia pernah shock dan menangis saat mengalami hal ini di awal pernikahan. Padahal Jika seks tak lagi dianggap sebagai  kewajiban semata, bukan hanya kenikmatan yang diperoleh, tapi juga banyak hal lain.
 
1. Sebagai penyaluran cinta dan kasih sayang antara suami dan istri.

2. Kesehatan fisik dan psikis menjadi lebih baik karena seks mampu: mencegah penyakit jantung, stroke, kanker, migrain, sakit kepala, juga meningkatkan kekebalan tubuh; menghilangkan stres akibat tekanan pekerjaan dan tekanan hidup.

3. Bermanfaat bagi kinerja otak. Jika dilakukan secara sehat, seks akan membantu tubuh dalam melepaskan senyawa kimia yang mampu memberikan kekebalan kepada otak. Seks juga dapat memperlancar peredaran darah menuju otak selain mampu mengendurkan urat syaraf yang tegang.

3. Baik untuk kecantikan kulit. Ketika melakukan hubungan seks secara sehat, produksi estrogen dan hormon lain yang dapat menjaga kesehatan kulit dan rambut meningkat sehingga membuat kita awet muda.

4. Hubungan seks bukan hanya perkara kontak organ intim, tapi lebih dari itu dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Intinya hubungan intim yang sehat tak hanya dilakukan demi mendapatkan kepuasan atau kenikmatan. Selain sebagai penyaluran rasa cinta dan kasih sayang, seks bermanfaat bagi kesehatan fisik dan psikis suami-istri. 

Untuk itulah dibutuhkan kesepakatan dan keterbukaan agar sama-sama bisa saling menikmati sex yang harmonis dalam pernikahan. Sebab sex adalah salah satu elemen penting terciptanya surga dalam rumah tangga. Betul apa betul?

8 komentar:

  1. Tulisan yang bagus 👍👍👍, jarang banget perempuan mau ungkapinnya, takut dosa katanya ... ☺☺
    Padahal kalo terbuka dan para suami paham maka kebahagiaan juga utk keluarga bukan untuk si perempuan sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak maria karena sex ranah yg sangat pribadi ya, jadi masih banyak yg sungkan utk terbuka. Makasih udah berkunjung mbak:)

      Hapus
  2. Tulisan yang bagus 👍👍👍, jarang banget perempuan mau ungkapinnya, takut dosa katanya ... ☺☺
    Padahal kalo terbuka dan para suami paham maka kebahagiaan juga utk keluarga bukan untuk si perempuan sendiri.

    BalasHapus
  3. Aku dulu juga sering pake gedebog pisang untuk perumpamaan, tapi bukan ngomongin masalah sex sih melainkan peran perempuan(istri) dalam sebuah keluarga, maksudnya sebagai istri juga boleh dong urun pendapat sekaligus berargumen untuk mempertahankan pendapat, nah istri yang cuma manut2 aja tak pernah ngeyel ini yang kami(saya dan paksu) sebut gedebog pisang hehehe

    BalasHapus
  4. waaaa baru tau padanannya gedebog pisang

    BalasHapus
  5. Wejangan yang menarik, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. pak ali muakhir, kalau dari sisi pria namanya apa ya? hehehe mungkin pak ali muakhir bisa menuliskan dari sisi pria yg ,mengalaminya

      Hapus
  6. Gedebog itu alat pelampiasan sex atau onani

    BalasHapus