Kamis, 10 Januari 2019

Film Preman Pensiun Yang Beda




Para penggemar sinetron preman pensiun kini boleh berbahagia, karena tanggal 17 Januari 2018 akan ditayangkan dalam bentuk Film Preman Pensiun. Mendulang suksesnya sebagai sinteron komedi satir yang pernah tayang di RCTI 3 tahun yang lalu. Adalah sebuah tantangan bagi sutradara sekaligus penulis naskah Preman Pensiun, Aris Nugraha mencoba melanjutkan cerita dari serial televisi favorit ini ke versi layar lebar. 


Apa yang akan dilakukan oleh para  preman saat pensiun? Dimana mencari pekerjaan, apalagi yang halal lumayan sulit. Namun Kang Muslihat sebagai bos para preman dalam film ini memilih berbisnis Kecimpring, keripik khas Jawa Barat yang terbuat dari singkong. Meskipun beberapa temannya ada yang masih menggeluti pekerjaan yang tidak baik seperti Dikdik yang menyimpan rahasia pekerjaannya dan menjadi konflik utama film ini yang akhirnya terbongkar. 
Namun yang namanya dunia perdagangan ada kalanya pasang surut itu sudah biasa. Itulah sepenggal ucapan yang dilontarkan muslihat pada mantan anak buahnya. 


Sebagai mantan preman, Muslihat yang diperankan Epy Kusnandar merasa bertanggung jawab terhadap anak buahnya. Sebagaimana pesan Kang Bahar yang diperankan oleh almarhum Didi Petet 

“Setiap pertanyaan harus dijawab di kamu, Setiap persoalan harus selesai di kamu.” Bagi Muslihat  “Anak buah bisa jadi bekas anak buah, tapi kalau keluarga gak mungkin disebut bekas keluarga




Sekilas film ini menceritakan Gobang (Dedi Moch Jamasari) kembali ke pasar setelah tiga tahun pulang kampung untuk membuka usaha peternakan lele. Kehadiran Gobang disambut pertanyaan rekan-rekannya, seperti Ujang (M Fajar Hidyatullah),Bohim (Kris Tato) dan Dikdik (Andra Manihot). Gobang, ternyata ingin menyelidiki kasus pengeroyokan yang menewaskan adik iparnya.


Gobang sendiri adalah salah satu mantan preman yang dulunya menguasai terminal. Gobang mengalami kebangkrutan dalam bisnis lele, lalu mendengar adik iparnya mati dibunuh. Dia pun berusaha mencari pelakunya. Siapakah pelakunya?  

Setelah saya menonton film ini dalam acara Press Screening di XXI Epicentrum Senayan, ada 3 perbedaan yang saya tangkap begitu menonjol dari sinetronnya sendiri yaitu :


 1.  Ceritanya lebih seru dan menegangkan ketika penyelidikan tentang kematian adik ipar yang dilakukan Gobang. Selain itu kisah tentang keluarga Muslihat dan Esih (Vina Ferina) pun menarik diikuti, termasuk pertemuannya kembali dengan Kinanti (Tya Arifin) anak Kang Bahar (almarhum Didi Petet). Kelucuan hubungan Dikdik dan Imas (Soraya Rasyid) serta kekompakan Pipit (Ica Naga) dan Murad (Deny Firdaus) tetap melengkapi kisah di film Preman Pensiun.


2.      

2. Kisah di film Preman Pensiun dibuat lebih kompleks namun tidak meninggalkan ciri khas versi serial televisinya. Tetap dikemas dalam dialog-dialog yang ringan dan pas, masih kental disajikan di film Preman Pensiun yang bisa disaksikan keluarga Indonesia. Apalagi acting Murad dan Pipit, dua pasangan preman botak yang selalu kompak menyajikan adegan menggelikan. Imas yang sedang hamil dan Dikdik yang menyimpan rahasia, adalah para tokoh yang mengambil porsi besar di dalam film ini.




3.      3. Latar belakang cerita diambil dari budaya Sunda. Sehingga menjadi pertimbangan pihak rumah produksi untuk melakukan gala premier di Bandung, Jawa Barat selain di Jakarta. Jadi bukan tanpa alasan Bandung dipilih sebagai kota kedua gala premier film Preman Pensiun karena memiliki nilai historis tersendiri. Sama seperti versi serial televisinya, Bandung dijadikan kota utama berlangsungnya syuting film Preman Pensiun.

Oh ya, bagi kamu yang belum pernah nonton serial televisinya, masih bisa nyambung kok nonton filmnya. Jadi jangan lupa menyaksikan Film Preman Pensiun yang diproduksi oleh MNC Pictures ini tanggal 17 January di kotamu ya. Kamu bisa melihat  trailer filmnya Disini

 





3 komentar:

  1. Meski enggak ngikuti tapi seseklai nonton sinetron ini di tipi..Jadi penasaran versi layar lebarnya. Cusss ah tanggal 17 ke bioskop buat nonton Preman Pensiun:)

    BalasHapus
  2. Dulu pernah nonton yg serialnya, menarik buat tontonan sore hari.
    Aku belom lama liat ada film ini di TL instagram. Wajib tonton yaa ternyata

    BalasHapus
  3. Latar belakang sunda membuat jalan cerita sederhana akan tetapi bisa memikat semua kalangan usia.

    Preman pensiun membuat hidup sisi baik untuk kembali ke jalan lurus dan benar

    BalasHapus