Rabu, 27 November 2019

Kenali Diri Lewat Tes Stifin

Sebelum saya memperkenalkan apa itu Stifin, saya ingin memperkenalkan diri dulu. Cie cie emang penting gitu๐Ÿ˜€ kayak seleb aja. Menurut saya sih lumayan penting karena ini menyangkut tes Stifin yang saya jalankan saat  mengikuti acara Blogger Gathering "Melakukan Perubahan Terbesar Dengan Memetakan Kekuatan Diri Sendiri" bersama mba Dhey Siregar selaku Founder DNA Humanity yang sekaligus sebagai Owner STIFIn Cabang Depok juga STIFIn Studio Inc.  Hadir juga Mira Sahid selaku Founder Komunitas Emak2 Blogger dan Penggiat Literasi Digital yang akan sharing ilmunya didunia perbloggeran.



Jadi begini, saya itu dari kecil orangnya pemikir alias apa apa di pikir. Sampai ibuku mengatakan "Semut berjalan aja dipikirin." Uhuk! ๐Ÿ˜€ Makanya badanku susah gemuk mungkin karena kebanyakan mikir. Bahkan guru anak saya juga berkomentar "Ibu ini berpikirnya terlalu detail dan dalam."

Masa sih ampe segitunya, batin saya. Dan semuanya terjawab saat keluar hasil tes Stifin saya yang masuk Thinking Introvert.


Seorang Thingking Introvert selain pemikir yang logis, juga ambisius dan ingin selalu teratas. Setelah saya flashback, pantes dulu kalau dapat nilai rendah suka malu dan sakit hati alias tidak terima hahahaha. Maunya di sekolah rangking satu terus dan dapat nilai tinggi.

Tak hanya itu, kadang karena terlalu dalam memikirkan sesuatu hal, saya sering mempertanyakan soal hidup dan Tuhan. Salah satunya "Tuhan, untuk apa sebenarnya saya di ciptakan dan dilahirkan? Padahal anak ibu saya sudah banyak. Apakah untuk memenuhi jumlah manusia saja biar bertambah banyak? Belum lagi pikiran ekstrem lainnya, bila tidak saya imbangi dengan iman, maka bisa menjadi sesat. Akhirnya setelah puluhan tahun saya hidup, baru sekaranglah saya benar benar mengenal jatidiri saya lewat tes Stifin.

Apa itu test STIFIn?


Test STIFIn merupakan tesd yang mengukur jenis kecerdasan secara spesifik ( disebut mesin kecerdasan ). Test STIFIn ini di lakukan dengan cara menscan sepuluh jari, di mana peran sidik jari tersebut yaitu membawa pesan dan informasi tentang komposisi susunan syaraf tersebut, kemudian dianalisa dan di hubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sebagai sistem operasi dan mesin kecerdasan.

Tes Stifin itu Beda

Oh ya, test STIFIn berbeda loh dengan test IQ. Bedanya kalau test IQ merupakan test yang mengukur skor kecerdasan secara umum. Sedangkan mesin kecerdasan hasil test STIFIn ibarat menemukan “system operasi” ( istilah dalam bidang computer ) otak seseorang, sementara test sidik jari hanya mengukur perangkat keras otak.

Adapun selain Thinking Introvert,  mesin Kecerdasan (MK) otak seseorang  juga meliputi Sensing, Intuiting, Felling, dan Insting. Jadi mesin kecerdasan manusia ada 5. Dimana yang membedakan adalah siapa pengemudi kecerdasan tersebut yaitu Introvert  dari dalam atau Ekstrovert yaitu dari luar. Perlu diketahui bahwa pemahaman Introvert dan Ekstrovert ala STIFIn nggak sama dengan pemahaman Introvert dan ekstrovert dalam ilmu psikologi.

Hasil dari Test STIFIn juga akan membantu banyak orangtua dalam memfasilitasi dan menstimulasi anak. Meski sudah ada test IQ, Test pengembangan minat dan bakat. Sebab   IQ seseorang kan bisa berubah. Misalnya  waktu SD hasil test IQ 120. Pas masuk SMA IQ nya 140.
Jawabnya karena Test IQ, kemungkinan besar dipengaruhi oleh lingkungan, yaitu sekitar 80 %. Bisa jadi anak-anak dengan kecerdasan tinggi tak terdeteksi karena lingkungan tidak memberi stimulasi yang baik.

Intinya manfaat Test STIFIn sangat besar untuk mengenali potensi diri dan kecerdasan, juga untuk pengenalan jati diri. Dengan begitu, kita jadi tahu kelemahan dan kekuatan terbesar kita. Baik dalam hal study, karier dan pengembangan diri.

Stifin dan peluang bisnis

STIFIn memberi peluang bagi anda yang tertarik berbisnis. Secara garis besar ada dua bisnis yang bisa dijalankan dengan STIFIn. Pertama menjadi promotor, yaitu orang yang menjelaskan dan memberikan layanan konsultasi. Karena kalau dapat hasil test STIFIn tanpa tahu mau diapakan, ya sia-sialah hasilnya.

Jadi setelah keluar hasil test STIFIn, akan ada konsultan yang memberikan/membacakan penjelasan dari hasil test STIFIn. Sehingga orang tersebut tahu harus bagaimana memanfaatkan hasil Test STIFIn. Setelah tahu jenis mesin Kecerdasan dan kemudinya, tugas promotor menyampaikan penjelasan apa dan bagaimana sifat yang bersangkutan, sehingga tahu bagaimana mengoptimalkan Mesin Kecerdasan dalam dirinya.


Bisnis yang kedua, Frenchise STIFIn. Membuka usaha test STIFIn. Ini besar banget peluangnya mengingat besarnya manfaat yang di dapat bagi orang yang melakukan test STIFIn. Apa bisnis STIFIn bisa jangka panjang? Tentu saja, walau test STIFIn cukup dilakukan sekali seumur hidup, tapi bisnis ini tidak akan berhenti karena test STIFIn bisa dilakukan di mana saja tanpa batasan tempat, baik dalam dan luar negeri.

Nah buat yang mau tahu lebih jelas Test STIFIn maupun bisnisnya bisa menghubungi Ibu Dhey Siregar selaku Founder DNA Humanity dan Owner STIFIn Depok juga STIFIn Studio Inc. di no
081511371446. Atau kunjungi
YouTube channel STIFIn Studio Inc
http://stifinloyalis.com/
Instagram @stifinstudio dan @stifindepok

Kalau berminat jadi promotor yang memberi pelatihan seperti Bu Dhey juga bisa.

Minggu, 17 November 2019

Bahagia di Hari Tua

Bicara soal usia, saya suka bergidik ngeri membayangkan bagaimana ya saya di usia tua nanti? Apakah tetap sehat dan bisa menikmati hidup seperti usia sekarang? Mengingat saya trauma mendapati hari tua almarhum ibu dan mertua yang kurang bahagia karena sakit. Yah, ibu saya di hari tuanya menderita kanker getah bening sebelum akhirnya menutup usia 70 tahun. Adapun Bapak mertua sakit diabetes komplikasi darah tinggi hingga mengalami stroke. Sehingga hanya bisa berbaring dan dibantu semua kebutuhannya. 

Ketika saya mengikuti seminar  dalam rangka menjelang Hari Kesehatan Nasional, Nestle Health Science (NHS) pada 11 November 2019 melalui Media Workshop Nestle BOOST Optimum Ajak Lansia Indonesia Hidupkan Mimpi yang Tertunda, mempaparkan bahwa Badan Pusat Statistik memprediksikan pada tahun 2035, jumlah penduduk berusia lanjut (60 tahun ke atas) di Indonesia akan mencapai 48 jiwa atau 15% dari total penduduk. Dalam jumlah yang tinggi ini diharapkan para lansia ini masih tetap sehat, produktif, aktif, serta masih mampu untuk mencapai setiap mimpi-mimpinya yang tertunda. 


Mirisnya menurut Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer di Indonesia, masih banyak lansia yang mengalami malnutrisi yang mengakibatkan penurunan berat badan, kelelahan, dan tidak berenergi, kehilangan massa dan kekuatan otot, daya ingat yang melemah, kerentaan, mudah sakit dan perlu waktu lama untuk sembuh.
Ternyata barulah saya tahu salah satu penyebabnya karena manultrisi di usia tua, selain gaya dan pola hidup yang tidak sehat. 

Malnutrisi itu sendiri adalah ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan kebutuhan energi tubuh untuk mendukung pertumbuhan, pemeliharaan dan kerja fungsi spesifik tubuh yang sehat. 

Adapun gejalanya  jika dialami oleh lansia berupa:

- Hilangnya massa otot (sarkopenia)
- Berkurangnya lemak di bawah kulit
- Penurunan berat badan ( 5% berat awal tubuh)
- Tulang yang terlihat menonjol
- Bibir pecah-pecah & cekung di bawah mata
- Rambut kusam dan mudah rontok
- Memar dikulit, kulit kering dan bersisik, dan ada penumpukan cairan di bawah kulit

Adapun faktor penyebab malnutrisi itu sendiri pada lansia adalah: 

1. Faktor Fisik
Kesehatan gigi yang buruk, hilang nafsu makan, kesulitan menelan
2. Faktor Sosial
Hidup sendiri, berkuranganya mobilitas, isolasi sosial
3. Faktor Medis
Infeksi, riwayat penyakit, depresi, dimensia


Sungguh tidak main main bahaya malnutrisi pada lansia sebab dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi, penurunan kekebalan tubuh, menurunkan kemampuan tubuh untuk penyembuhan luka, sarkopenia dan frailty syndrome. Oleh karena itulah lansia membutuhkan asupan gizi makro (karbonhidrat, lemak dan protein), gizi mikro (vitamin dan mineral) yang seimbang, asupan protein yang memadai, prebiotik dan atau probiotik untuk memulihkan keseimbangan baik dalam usus, juga asupan serat. Dan semua itu terkandung dalam Nestle BOOST Optimum, produk yang mengandung 50% protein whey. Perbandingan komposisi whey dan kasein sebesar 50 : 50. 

Yah, Nestle BOOST Optimum (dulu Nutren Optimum) bermanfaat membantu memenuhi
kecukupan gizi untuk mendukung aktivitas harian para lansia. Nestle BOOST Optimum juga diperkaya dengan Vitamin D, E, B6 dan B12 serta probiotik (Lactobacillus paracasei) dan prebiotik (serat pangan yaitu inulin dan fructo-oligosaccharides). Probiotik dan prebiotik ini berguna untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan."

Kelebihan protein Whey dibandingkan dengan casein adalah lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Dengan rasa vanilla yang gurih dan terasa ringan di mulut karena tidak menggumpal.

Dalam workshop ini hadir juga bintang tamu bapak Don Hasman. Di usianya yang sudah 79 tahun masih aktif sebagai seorang fotografer yang telah berpetualang
dengan berjalan kaki sejauh 1000 (seribu) kilometer di benua Eropa di musim panas. Bayangkan, di usia 79 tahun masih sehat bugar, dan kuat berjalan jauh berpuluh kilometer padahal sudah. Ckckckck....meski sudah lansia tapi masih bisa menikmati hidup dengan bahagia tanpa sakit2an. Ternyata menurut beliau dari muda dia sudah memperhatikan asupan makanan dan tidurnya selalu tercukupi. Yaitu tidak berlebih-lebihan dalam makan dan tidur. Tips yang perlu di tiru nih, agar bisa tetap kuat, sehat dan bahagia di usia lanjut.


Bahagia di Hari Tua

Bicara soal usia, saya suka bergidik ngeri membayangkan bagaimana ya saya di usia tua nanti? Apakah tetap sehat dan bisa menikmati hidup seperti usia sekarang? Mengingat saya trauma mendapati hari tua almarhum ibu dan mertua yang kurang bahagia karena sakit. Yah, ibu saya di hari tuanya menderita kanker getah bening sebelum akhirnya menutup usia 70 tahun. Adapun Bapak mertua sakit diabetes komplikasi darah tinggi hingga mengalami stroke. Sehingga hanya bisa berbaring dan dibantu semua kebutuhannya.


Ketika saya mengikuti seminar  dalam rangka menjelang Hari Kesehatan Nasional, Nestle Health Science (NHS) pada 11 November 2019 melalui Media Workshop Nestle BOOST Optimum Ajak Lansia Indonesia Hidupkan Mimpi yang Tertunda, mempaparkan bahwa Badan Pusat Statistik memprediksikan pada tahun 2035, jumlah penduduk berusia lanjut (60 tahun ke atas) di Indonesia akan mencapai 48 jiwa atau 15% dari total penduduk. Dalam jumlah yang tinggi ini diharapkan para lansia ini masih tetap sehat, produktif, aktif, serta masih mampu untuk mencapai setiap mimpi-mimpinya yang tertunda.

Mirisnya menurut Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer di Indonesia, masih banyak lansia yang mengalami malnutrisi yang mengakibatkan penurunan berat badan, kelelahan, dan tidak berenergi, kehilangan massa dan kekuatan otot, daya ingat yang melemah, kerentaan, mudah sakit dan perlu waktu lama untuk sembuh.
Ternyata barulah saya tahu salah satu penyebabnya karena manultrisi di usia tua, selain gaya dan pola hidup yang tidak sehat.


Malnutrisi itu sendiri adalah ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan kebutuhan energi tubuh untuk mendukung pertumbuhan, pemeliharaan dan kerja fungsi spesifik tubuh yang sehat.

Adapun gejalanya  jika dialami oleh lansia berupa:

- Hilangnya massa otot (sarkopenia)
- Berkurangnya lemak di bawah kulit
- Penurunan berat badan ( 5% berat awal tubuh)
- Tulang yang terlihat menonjol
- Bibir pecah-pecah & cekung di bawah mata
- Rambut kusam dan mudah rontok
- Memar dikulit, kulit kering dan bersisik, dan ada penumpukan cairan di bawah kulit

Adapun faktor penyebab malnutrisi itu sendiri pada lansia adalah:

1. Faktor Fisik
Kesehatan gigi yang buruk, hilang nafsu makan, kesulitan menelan
2. Faktor Sosial
Hidup sendiri, berkuranganya mobilitas, isolasi sosial
3. Faktor Medis
Infeksi, riwayat penyakit, depresi, dimensia


Sungguh tidak main main bahaya malnutrisi pada lansia sebab dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi, penurunan kekebalan tubuh, menurunkan kemampuan tubuh untuk penyembuhan luka, sarkopenia dan frailty syndrome. Oleh karena itulah lansia membutuhkan asupan gizi makro (karbonhidrat, lemak dan protein), gizi mikro (vitamin dan mineral) yang seimbang, asupan protein yang memadai, prebiotik dan atau probiotik untuk memulihkan keseimbangan baik dalam usus, juga asupan serat. Dan semua itu terkandung dalam Nestle BOOST Optimum, produk yang mengandung 50% protein whey. Perbandingan komposisi whey dan kasein sebesar 50 : 50.

Yah, Nestle BOOST Optimum (dulu Nutren Optimum) bermanfaat membantu memenuhi
kecukupan gizi untuk mendukung aktivitas harian para lansia. Nestle BOOST Optimum juga diperkaya dengan Vitamin D, E, B6 dan B12 serta probiotik (Lactobacillus paracasei) dan prebiotik (serat pangan yaitu inulin dan fructo-oligosaccharides). Probiotik dan prebiotik ini berguna untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan."

Kelebihan protein Whey dibandingkan dengan casein adalah lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Dengan rasa vanilla yang gurih dan terasa ringan di mulut karena tidak menggumpal.

Dalam workshop ini hadir juga bintang tamu bapak Don Hasman. Di usianya yang sudah 79 tahun masih aktif sebagai seorang fotografer yang telah berpetualang
dengan berjalan kaki sejauh 1000 (seribu) kilometer di benua Eropa di musim panas. Bayangkan, di usia 79 tahun masih sehat bugar, dan kuat berjalan jauh berpuluh kilometer padahal sudah. Ckckckck....meski sudah lansia tapi masih bisa menikmati hidup dengan bahagia tanpa sakit2an. Ternyata menurut beliau dari muda dia sudah memperhatikan asupan makanan dan tidurnya selalu tercukupi. Yaitu tidak berlebih-lebihan dalam makan dan tidur. Tips yang perlu di tiru nih, agar bisa tetap kuat, sehat dan bahagia di usia lanjut.