Mom Blogger Community

Mom Blogger Community
Member Of MBC

Minggu, 17 November 2019

Bahagia di Hari Tua

Bicara soal usia, saya suka bergidik ngeri membayangkan bagaimana ya saya di usia tua nanti? Apakah tetap sehat dan bisa menikmati hidup seperti usia sekarang? Mengingat saya trauma mendapati hari tua almarhum ibu dan mertua yang kurang bahagia karena sakit. Yah, ibu saya di hari tuanya menderita kanker getah bening sebelum akhirnya menutup usia 70 tahun. Adapun Bapak mertua sakit diabetes komplikasi darah tinggi hingga mengalami stroke. Sehingga hanya bisa berbaring dan dibantu semua kebutuhannya. 

Ketika saya mengikuti seminar  dalam rangka menjelang Hari Kesehatan Nasional, Nestle Health Science (NHS) pada 11 November 2019 melalui Media Workshop Nestle BOOST Optimum Ajak Lansia Indonesia Hidupkan Mimpi yang Tertunda, mempaparkan bahwa Badan Pusat Statistik memprediksikan pada tahun 2035, jumlah penduduk berusia lanjut (60 tahun ke atas) di Indonesia akan mencapai 48 jiwa atau 15% dari total penduduk. Dalam jumlah yang tinggi ini diharapkan para lansia ini masih tetap sehat, produktif, aktif, serta masih mampu untuk mencapai setiap mimpi-mimpinya yang tertunda. 


Mirisnya menurut Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer di Indonesia, masih banyak lansia yang mengalami malnutrisi yang mengakibatkan penurunan berat badan, kelelahan, dan tidak berenergi, kehilangan massa dan kekuatan otot, daya ingat yang melemah, kerentaan, mudah sakit dan perlu waktu lama untuk sembuh.
Ternyata barulah saya tahu salah satu penyebabnya karena manultrisi di usia tua, selain gaya dan pola hidup yang tidak sehat. 

Malnutrisi itu sendiri adalah ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan kebutuhan energi tubuh untuk mendukung pertumbuhan, pemeliharaan dan kerja fungsi spesifik tubuh yang sehat. 

Adapun gejalanya  jika dialami oleh lansia berupa:

- Hilangnya massa otot (sarkopenia)
- Berkurangnya lemak di bawah kulit
- Penurunan berat badan ( 5% berat awal tubuh)
- Tulang yang terlihat menonjol
- Bibir pecah-pecah & cekung di bawah mata
- Rambut kusam dan mudah rontok
- Memar dikulit, kulit kering dan bersisik, dan ada penumpukan cairan di bawah kulit

Adapun faktor penyebab malnutrisi itu sendiri pada lansia adalah: 

1. Faktor Fisik
Kesehatan gigi yang buruk, hilang nafsu makan, kesulitan menelan
2. Faktor Sosial
Hidup sendiri, berkuranganya mobilitas, isolasi sosial
3. Faktor Medis
Infeksi, riwayat penyakit, depresi, dimensia


Sungguh tidak main main bahaya malnutrisi pada lansia sebab dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi, penurunan kekebalan tubuh, menurunkan kemampuan tubuh untuk penyembuhan luka, sarkopenia dan frailty syndrome. Oleh karena itulah lansia membutuhkan asupan gizi makro (karbonhidrat, lemak dan protein), gizi mikro (vitamin dan mineral) yang seimbang, asupan protein yang memadai, prebiotik dan atau probiotik untuk memulihkan keseimbangan baik dalam usus, juga asupan serat. Dan semua itu terkandung dalam Nestle BOOST Optimum, produk yang mengandung 50% protein whey. Perbandingan komposisi whey dan kasein sebesar 50 : 50. 

Yah, Nestle BOOST Optimum (dulu Nutren Optimum) bermanfaat membantu memenuhi
kecukupan gizi untuk mendukung aktivitas harian para lansia. Nestle BOOST Optimum juga diperkaya dengan Vitamin D, E, B6 dan B12 serta probiotik (Lactobacillus paracasei) dan prebiotik (serat pangan yaitu inulin dan fructo-oligosaccharides). Probiotik dan prebiotik ini berguna untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan."

Kelebihan protein Whey dibandingkan dengan casein adalah lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Dengan rasa vanilla yang gurih dan terasa ringan di mulut karena tidak menggumpal.

Dalam workshop ini hadir juga bintang tamu bapak Don Hasman. Di usianya yang sudah 79 tahun masih aktif sebagai seorang fotografer yang telah berpetualang
dengan berjalan kaki sejauh 1000 (seribu) kilometer di benua Eropa di musim panas. Bayangkan, di usia 79 tahun masih sehat bugar, dan kuat berjalan jauh berpuluh kilometer padahal sudah. Ckckckck....meski sudah lansia tapi masih bisa menikmati hidup dengan bahagia tanpa sakit2an. Ternyata menurut beliau dari muda dia sudah memperhatikan asupan makanan dan tidurnya selalu tercukupi. Yaitu tidak berlebih-lebihan dalam makan dan tidur. Tips yang perlu di tiru nih, agar bisa tetap kuat, sehat dan bahagia di usia lanjut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar