Kamis, 05 November 2020

Olahraga Yang Aman Di Masa Pandemi

 Sejak wabah covid-19 merebak, kita diharuskan lebih banyak di rumah saja. Selain jenuh, tentu membuat kita jadi kurang bergerak dan olahraga. Sebab mau ke sanggar olahraga takut tertular virus corona. Saya pribadi pun mengalaminya, karena jadi takut pergi ke sanggar senam, sebab saya suka senam. Memang sih bisa senam di rumah, tapi lama-lama bosan juga tanpa menghirup udara segar di luar. Apalagi senam sendiri, membuat kurang semangat dibandingkan bila senam bersama anggota lainnya.

Sampai akhirnya suami mengajak bersepeda, dimana dia sudah lebih dulu bersepeda dengan teman-teman kantornya. Tadinya ragu dan takut karena sudah lama tidak naik sepeda. Tapi setelah dicoba ternyata seru juga dan lebih fresh rasanya. Walau sempat nyungsep dan lecet hohoho...


Menurut saya bersepeda adalah olahraga yang paling tepat saat pandemi karena bisa dilakukan sendiri, sehingga tidak perlu berdekatan dan menjaga jarak seperti berenang, senam, futsal, dan olahraga lainnya yang harus melibatkan banyak orang. Khusus untuk berenang aman kalau itu kolam pribadi.

Manfaat kesehatannya banyak diantaranya mampu meredakan stress, menyehatkan jantung, menurunkan risiko penyakit berbahaya seperti kanker dan diabetes, juga memperkuat imunitas tubuh. Apalagi di masa pandemi, yang membutuhkan ketahanan tubuh dalam melawan virus covid-19. Maka olahraga bersepeda sangat cocok dilakukan di musim wabah corona yang belum juga pergi. Oh ya, bersepeda juga mampu meningkatkan kemampuan sex loh. Itu kata suami, pantesan dia selalu semangat diajak temannya bersepeda ups!

Selain hal diatas, bersepeda juga mampu mempererat hubungan keluarga dan pasangan suami-istri. Tak heran toko sepeda laris diserbu pembeli di masa pandemi. Tak perlu jauh-jauh, kita bisa bersepeda di sekitar rumah dan kompleks. Yang penting rutin dan dibarengi minum air putih. Atau kalau ingin lebih jauh dan sekalian berwisata, bisa ke Kebun Raya Bogor. Di sana tersedia penyewaan sepeda dengan harga terjangkau yaitu 25 ribu untuk 1 jam.


Jadi dengan uang 40 rb yaitu plus tiket masuk kebun raya 15 ribu, sambil bersepeda, kita sekalian menikmati keindahan pemandangan. Bahkan para artis seperti Syahrini dan suaminya Reino Barak juga memilih bersepeda di Kebun Raya Bogor. Kebetulan Syahrini tinggal di Bogor. Kalau dari Jakarta kamu bisa naik kereta dulu dan turun di stasiun Bogor. Lalu naik angkot atau gocar ke Kebun Raya Bogor. Kalau bawa sepeda sendiri tentu sepedanya harus sepeda lipat, agar bisa dibawa.




Kamis, 08 Oktober 2020

Ketika Pasangan Jatuh Cinta Lagi

 


Sekali lagijika ujian cinta adalah waktu, maka jawabannya adalah kepribadian--anis matta dalam serial cintanya

Tentu kita masih familiar dengan lagunya titik puspa jatuh cinta berjuta rasanya.Yups! jatuh cinta menurut pakar neurobilogi akan mengaktifkan pusat rasa senang diotak Sehingga secara neurobiologi mampu melepaskan beberapa hormone seperti dopamine yang membuat sesorang terlihat lebih ceria. Hormon serotonin yang menimbulkan perasaan senang dan mood yang baik. Jatuh cinta juga bisa membuat seseorang mengalami perubahan mood /suasana hati yang relative cepat.  Kadang senang, lalu tiba-tiba berubah menjadi khawatir, bingung tanpa alasan, susah tidur, dan jantung berdetak lebih cepat. Ciri lainnya mendadak enggak nafsu makan dan seolah punya dunia sendiri.  

 Namun apa jadinya bila kita jatuh cinta lagi pada orang lain atau sebaliknya pasangan kita yang jatuh cinta lagi pada lawan jenis. Ini sudah merupakan masalah yang sangat serius karena keutuhan rumah tangga lah yang jadi taruhannya. Meskipun ada sebagian yang memilih untuk tak menceraikan pasangannya dengan jalan poligami. Tapi tetap saja rasa sakitnya sama karena pasangan sudah merasa diduakan cintanya. 

Ada beberapa hal yang menyebabkan pasangan jatuh cinta lagi diantaranya

Tergoda oleh lawan jenis yang dirasa memiliki kelebihan lebh dibandingkan pasangannya. Sedangkan pria bisa karena tergoda  melihat kecantikan wanita lain dibandingkan istrinya.  

Bisa jadi karena pasangan tak lagi memiliki sifat yang dibanggakan seperti pada awal berumah tangga. Misalnya tak lagi lembut, penyantun, dan luwes seperti dulu. 

Karena suami tak lagi memenuhi tanggung jawabnya sebagai suami dan kepala keluarga.


Kisah dibawah ini merupakan salah satu contoh pasangan yang jatuh cinta lagi pada orang lain. 

Aku Mela, seorang wanita muda, sweet 27. Putriku satu, Bulan namanya. Tiga tahun usianya. Masih lucu-lucunya. Suamiku bernama Bramanto, aku memanggilnya Mas Bram. Dia bekerja sebagai tenaga honorer di PEMDA kota industri ini. Gaji Mas Bram masih jauh dari cukup untuk hidup di kota besar. Sedangkan aku bekerja di sebuah perusahaan swasta bagian administrasi merangkap orang kepercayaan Big Bos sehingga tugasku menjadi bejibun. So, tidak mengherankan jika bukit-bukit berkas menjadi pemandangan indah di mejaku setiap hari.

Aku menikah dengan Mas Bram berdasar cinta, Mas Bram pria pilihanku. Kami berkenalan di bangku kuliah. Hubungan kami berjalan lancar, kedua keluarga menyetujui. Kami pun merajut impian untuk membentuk keluarga sakinah. Meskipun saat menikah aku tahu kondisi keuangan Mas Bram belumlah bagus, tapi aku yakin kami pasti bisa melaluinya dengan sangat indah. Tapi ternyata hal itu tidaklah seindah bayangan. Semua harus kulalui dengan berliku dan berpeluh.

Hidup di kota besar seperti ini, semua memerlukan money. Semua diukur dengan uang. Biaya transport pun tinggi karena tidak mungkin aku naik sepeda ke kantor seperti kebiasaanku di kampung. Di kota terlalu ramai dan jarak tempuh terlalu jauh. Sementara untuk membeli sepeda motor, aku belum sanggup.

Biaya hidup juga semakin hari semakin mencekik. Susu Bulan, biaya kesehatan, segala macam tagihan  bahkan buang sampah pun bayar. Benar-benar high cost living. 

Beruntung sekali aku, Allah masih menyayangiku.  Aku  menduduki posisi yang strategis dan menjadi kepercayaan atasanku. Namun semua itu pasti ada konsekuensinya. Waktu untuk keluarga, terutama untuk Bulan tersita cukup banyak. Aku tak dapat mendampingi setiap perkembangannya. Aku harus berangkat ke kantor jam 7 pagi setelah memandikan dan menyuapinya. Pulang setelah Bulan terlelap bersama buaian mimpi indahnya dalam dekapan hangat Mas Bram. Kecupan rindu yang tertahan seharian selalu singgah di pipi Bulan nan lembut dan montok setiap malam. 

Seringkali percekcokan terjadi antara aku dan Mas Bram di keheningan malam, setelah Bik Ana pulas dalam tidurnya. Seperti yang terjadi ketika aku kehabisan uang bulan lalu.

Mas, tidak ada lagi rupiah di dompetku, keluhku pada Mas Bram.

Suamiku yang sedang menyeruput kopi terdiam. Diletakkannya kopi kental itu di meja. Pandangan matanya kosong.Kamu ingin aku berbuat apa?

Aku ingin kamu lebih berperan Mas. Aku tidak sekuat yang kamu lihat, suaraku bergetar. Air mata sudah mengantri di pelupuk mata.

Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Hutangku ke kantor sudah menumpuk, jawaban Mas Bram membuatku makin sesak. Ah, rupanya aku harus berjuang sendiri lagi. Menegakkan rumah tangga ini dengan keringatku sendiri.

Baiklah Mas. Memang harus aku yang menanggung semua ini, aku menangis sesenggukan dan berlari ke kamar. Kututup pintu dan kupeluk Bulan. Bulan, beri Bunda kekuatan. Kudengar Mas Bram mengetuk pintu, tapi kututup rapat-rapat telingaku. Aku ingin menenangkan diri sejenak.

Esok harinya aku sudah mengantri di pegadaian. Cincin perkawinan kami terpaksa aku gadaikan. Sedih memang karena cincin ini adalah cincin kesayanganku. Hhh.. kuhela nafas panjang.

 Sebagai wanita biasa, kadang aku merasa rapuh dan tidak sekuat yang orang lihat. Aku ingin dimanja dalam materi. Ingin 24 jam berada di dekat Bulan. Ingin rileks dalam menjalani hidup. Semua keluhan dan tekanan hidupku sering meluap tak terkontrol dan Mas Bramlah tempatku meluapkan semuanya.

Untuk saat ini, kemapanan ekonomi dan kemewahan sebagai istri masih menjadi impian. Impian indah yang entah kapan kan tercapai. Kulangkahkan kakiku ke kran air di belakang rumah. Kuambil air wudlu setiap kali pikiranku mulai kacau. Berserah dan berpikir positif selalu menjadi senjataku. 

Kekurangan yang ada pada Mas Bram, telah membuatku mencari sosok pelengkap. Dengan posisi orang kepercayaan pimpinan, aku dengan mudah bertemu dan berinteraksi dengan multi karakter. Tanpa kusadari, hatiku mulai condong ke sosok kebapakan yang bisa mengerti keadaanku, yang bisa mendengar keluh kesahku, yang bisa memberi jalan keluar bagi semua problemku. Sosok Pak Ananta.

Aku mulai menikmati kedekatan ini. Hal ini berjalan kurang lebih tiga bulan. Hanya sebagai teman, teman yang akrab, teman sharing. Lama-lama aku merasakan sesuatu yang aneh di hatiku. Rasa yang selalu mencari ketika seharian tidak mendengar suaranya. Gelisah tanganku memegang handphone, ingin mengirim sms sekedar menanyakan apa kabar atau makan apa siang ini. OMG, sadar Mel.. sadar dia sudah beristri dan berputra dua. Hati kecilku menjerit. Perlahan-lahan aku menata hati, melupakan teman sharingku selama tiga bulan ini. Membentuk benteng yang kokoh di hati. Hubungan kami harus diluruskan. Just business. Tak lebih.

Langkah untuk melupakan Pak Ananta tidaklah mudah. Setiap kali bertengkar dengan Mas Bram, Pak Ananta selalu ada untukku. Solusi yang menenangkan hati dari mulutnya telah menyejukkan jiwaku. Untuk kedua kalinya aku terbuai dengan kondisi ini. 

Tapi aku harus kuat dan tegar. Meskipun tertatih, aku berusaha melupakan Pak Ananta. SMS terakhir pun kukirim pada Pak Ananta, aku mengakhiri hubungan ini dengan baik-baik demi keutuhan keluargaku. Meskipun dia selalu menolak keputusanku, aku tetap bersikeras dan berusaha untuk selalu tegas.

Beruntung Mas Bram tidak mengetahui hal ini. Jika dia tahu, entah apa yang akan kualami selanjutnya. Kepercayaannya padaku pasti akan pudar, kenangan manis yang telah terjalin selama ini juga akan menguap bagai air di musim kemarau. Dan Bulan pun akan kehilangan kebanggaan akan mamanya. Mamanya harus selalu menjadi wanita setia dan memberi teladan yang baik untuk Bulan.

Hari-hari pun berlalu. Langkahku mulai mantap meniti karier. Penghasilanku mulai bertambah. Biarlah semua ini kujalani. Toh, memang harus begini adanya. Mas Bram juga selalu berusaha bahkan ibadahnya akhir-akhir ini juga makin giat. Selalu bangun malam dan rajin menyambangi rumah Allah. Mas Bram dengan sabar menjaga dan membimbing Bulan di kala aku masih lembur di kantor. Meskipun ada Bik Ana tapi Mas Bram tak lupa meluangkan waktunya untuk Bulan. Ah, imam pilihanku, bagaimana pun keadaanmu, dulu, kini dan nanti, kau tetaplah imamku. Imam yang digariskan Yang Kuasa untukku. Telpon dari ibu mertua pada pagi hari itu sungguh mengagetkanku. Tak kusangka, Mas Bram diam-diam melamar PNS di kota kelahiranku. Dan.. diterima. Hal yang sangat indah. Kutunggu dan tentunya ditunggu pula oleh Mas Bramku. Bulan, ayahmu jadi PNS. (diceritakan oleh Ari Kurnia dari kisah temannya)

Haruskah Bercerai?

Memang tak mudah menerima kenyataan pasangan bisa mencintai orang lain selain diri kita. Padahal selama bertahun tahun kita merasa sudah memberikan segalanya. Sehingga kita pun meminta cerai tanpa memikirkan dampaknya. Yah bagaimana pun yang akan menderita dan menjadi korban perceraian adalah anak anak kita yang tak berdosa. Mereka tak mengerti mengapa kedua orangtuanya tak lagi saling mencintai. Sehingga timbullah trauma psikis dihati anak dengan kehilangan rasa kepercayaan dan empati terhadap orang lain. Anak juga akan tumbuh menjadi pribadi yang rapuh setelah dewasa nanti. Bahkan hanya anak yang menjadi korban loh, sang nenek pun ikut kena getahnya. Kenyataan ini saya saksikan sendiri disekitar rumah saya yaitu terjadinya perebutan cucu jadi bukan hanya perebutan anak.

 Yah, biasanya pasangan yang berseteru dan bercerai akan meributkan soal hak asuh anak. Saya pernah menjumpai bagaimana seorang menantu tak mengijinkan sang nenek untuk menjenguk cucunya karena masih sakit hati atau dendam dengan si suami yang telah mengkhianatinya. Sang nenek pun terpaksa menahan sedih dan kerinduannya untuk bsia berkumpul dengan cucu kesayangannya. Benar-benar mengenaskan mendengarnya. 

Senin, 07 September 2020

Kejenuhan Dalam Rumah Tangga

 Perkawinan yang indah bisa menyembuhkan luka-luka emosional lama secara lebih efektif ketimbang terapi terbaik sekalipun. Dari buku 101 hal yang sebaiknya diketahui dan disiapkan sebelum menikah)



Cinta yang tadinya meletup-letup tiba-tiba terasa hambar. Pernikahan yang dijalani pun mulai terasa datar. Benih-benih cinta yang membara seakan meluap entah kemana. Yang ada berbulan-bulan saling cuek dan mendiamkan satu sama lain. Sekalinya berbicara langsung emosi ingin meledak. Kemarahan dibiarkan terpendam selama bertahun-tahun. Hati-hati, ini salah satu tanda adanya kejenuhan dalam pernikahan. Kenali juga tanda yang lainnya yaitu;

Hubungan suami istri terutama sex yang dilakukan hanya sekedar memenuhi kewajiban saja. Tak ada lagi gairah di dalamnya. 

Secara fisik mudah lelah karena hubungan dengan pasangan yang buruk

Secara psikis mudah frustrasi dan marah

Akibatnya terjadilah yang namanya hubungan tanpa status di dalam status yaitu hubungan yang terjadi dalam ikatan pernikahan tanpa adanya ikatan emosi alias hidup masing-masing. Tidur seranjang tapi saling membelakangi. Serumah tapi seperti tak saling kenal dan tak saling berbicara..

Waspadai bila hal ini terjadi pada hubungan pernikahan Anda karena kejenuhan dalam pernikahan merupakan sesuatu yang tudak wajar. Sudah pasti karena seharusnya rumah tangga adalah tenpat bertumbuh dan berseminya cinta antara dua orang yang saling mencintai. Bukan saling benci atau merasa bosan satu sama lainnya. Lantas? kemana cinta itu pergi yang memicu timbulnya bibit kejenuhan? Salah satu penyebabnya karena hilangnya sesuatu dari pasutri, bisa berupa kebiasaan atau mungkin hadirnya hal-hal yang tak tersampaikan. Kebiasaan yang tadinya membuat pasangan jatuh cinta seperti bersikap lembut, perhatian romantis dsb.

Namun seiring berjalannya waktu dan karena suatu factor, kebiasaan itu tak ada lagi. Sedangkan alasan yang kedua tentunya berhubungan dengan perasaan, harapan dan kebutuhan pasangan yang tak dapat dipenuhi oleh pasangannya. Bisa berupa kemarahan yang dipendam oleh sikap pasangan yang tak disukai seperti kelewat boros, suami yang yang cuek dan tak perhatian ketika istri repot mengurus anak dan rumah tangga yang tak ada habisnya. Juga bisa karena kebiasaan lainnya dari pasangan yang dibenci dan tak disukai. Kisah seorang istri dibawah ini salah satu contoh bibit kejenuhan pernah melanda rumah tangganya. 


Dulu suami saya sering sekali lembur kerja. Bayangkan pagi pagi sekalit sudah pergi bekerja dan pulang larut malam. Memang sih tempat kerja suami jauh hingga menyebabkannya selalu pulang malam. Eh, begitu pulang dia pulang saya malah udah capek ngurus rumah dan anak. Jadi begitu selesai menyiapkan makan malam saya tak tahan untuk langusng tidur. Akibatnya kami jadi jarang ngobrol. Tapi begitu hari libur, suami malah tidur seharian.  Kalau sudah bangun tidur, suami malah asyik di depan Lepinya. Kapan dong kami jadi punya waktu berdua? Padahal saya ingin suami mengajak saya berjalan-jalan berdua seperti dulu saat awal menikah.   

Keadaan ini berlangsung lama sampai-sampai di dalam hati saya merasa selama ini hanya menajdi orang tua tunggal buat anak saya karena suami sepertinya sibuk sendiri. Jenuh pun melanda hati saya dengan hubungan rumah tangga kami yang seperti ini. Menbuat saya semakin sering berpikiran negative pada suami. Dampaknya saya malah sering sakit-sakitan. Untungnya suami berubah jadi perhatian demi melihat kondisi saya. Moment ini saya gunakan untuk mengungkapkan semua uneg-uneg dan yang mengganjal dihati ke suami.   Hasilnya sekarang sebelum tidur suami mau mengajak saya  ngobrol dan saya memijat suami. Alhamdulillah suasana pernikahan kami sekarang kian terasa menyenangkan. (Nia nama samaran))


Rasa jenuh memang bisa muncul akibat pasangan berubah tak lagi seperti dulu bak lagu dewi yull kau bukan yang dulu lagi, kau bukan dirimu lagi. Kecewa rasanya, padahal  dulunya dia  lemah lembut, tutur katanya sopan santun dan mengerti perasaan kita bak kucing anggora. Tapi kini berubah menjadi banteng matador yang galak, pemarah, agresif dan tidak perduli perasaan orang lain ! Dari sini sebenarnya dapat kita pertanyakan sebenarnya siapakah yang turut andil mampu merubahnya dari kucing anggora menjadi banteng matador? Jawabannya sebenarnya tanpa disadari kita sendirilah yang telah merubahnya seperti itu. Dari cara kita merespon pasangan dan cara kita bersikap yang cenderung merendahkan atau meremahkan pasangan. Mungkin lewat ucapan, bahasa tubuh, tatapan mata, yang semuanya bisa mematikan perasaan pasangan hingga berubah menjadi pembunuh berdarah dingin.  Cara inilah yang membuat pasangan menjadi kurang menghargai dan tidak mau mendengarkan kita lagi. Sehingga dia tidak percaya lagi dengan apa yang kita katakan. Sungguh prihatin.

Penyebab kedua kejenuhan bisa terjadi akibat harapan yang terlalu tinggi pada pasangan sebelum menikah. Misalnya berharap suaminya orang yang kaya raya sehingga bisa memberi kemewahan atau pun sering mengajak nya makan malam tiap weekend. Ternyata setelah menikah, sang suami tak berpenghasilan sesuai harapan istri.

Penyebab ketiga baru ngeh kalau pasangangannya ternyata pencemburu berat misalnya atau suka lupa waktu dengan hobinya sehingga istri atau suami merasa dicuekkan atau diduakan tanpa mendapatkan perhatian yang semestinya.

Tentunya masih banyak penyebab lainnya yang memicu tumbuhnya bibit kejenuhan dalam hubungan pasutri seperti yang diungkapkan oleh pemerhati perempuan Siti Ansariah, MA yang juga anggota perhimpunan yaitu 

Adanya komunikasi yang tidak tuntas sebelum menikah atau masa penjajakan. Dimana saat itu pasangan hanya membahas hal-hal yang terlihat tapi tidak konteks dirinya.

Perilaku mental pasangan dan kebiasaan melempar tanggung jawab pada pasangan atas harapan yang tidak tercapai tanpa pernah mau memperbaikinya bersama. 


Bila hal ini sudah terjadi, maka menurut Psikolog Roslina Verauli M. Psi. langkah awal yang harus dilakukan adalah menyikapi kejenuhan dengan reaksi yang tidak meledak-ledak. Lebih baik membicarakannya dengan pasangan secara baik-baik misalnya dengan mengatakan

  Aku merasa ada yang tidak tersampaikan atau kita sudah lama tidak ngobrol.

Selanjutnya Roslina menyarankan 5 hal untuk mengobati kejenuhan yaitu 

Berhenti mengingat masa lalu hingga menghayatinya secara keliru yang membuat kita kehilangan kemampuan untuk mencintai masa sekarang

Menghidupkan kembali komunikasi 2 arah yang dilingkupi rasa saling percaya dan loyal satu sama lain.

Adanya kompromi dengan saling menyesuaikan diri Dalam penyesuain ini tentunya membutuhkan pengorbanan dan kerjasama dua pihak. Yang perlu diperhatikan penyesuain bukan berarti mengalah tapi menurunkan prosentase kekurangan kita yang tidak disukai pasangan ungkap Roslina lagi.

Secara bersungguh-sungguh mengusahakan hubungan !00 % dengan pasangan. Berusaha menjalin kedekatan agar hubungan selalu hangat seraya meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama pasangan contohnya lewat senyuman hangat, penampilan yang mempesona dsb

Menyelipkan rasa humor dalam hubungan pasutri hingga mudah tertawa dan menertawakan masalah yang dihadapi sehingga membuka kesempatan untuk memandang masalah dari sudut yang berbeda. 

Nabi Saw sendiri bersabda .Bahwa segala bentuk permainan itu batil bagi anak Adam kecuali tiga perkara : melepaskan anak panah bagi busurnya, latihan berkuda dan senda gurau (bermain-main) bersama keluarganya, karena itu adalah hak bagi mereka.  


Mengacu pada hadist ini dapatlah disimpulkan bahwa sesungguhnya canda dalam kehidupan rumah tangga tidak hanya berfungsi sebagai bumbu, tapi juga mampu mengurangi stress, kepenatan dan kebosanan serta bisa mencairkan suasana hingga menciptakan keharmonisan dan suasana yang lebih romantis.

Intinya selain tips diatas yang terpenting action lebih dulu dalam berupa tindakan nyata sangat diperlukan dengan mengekspersikan bentuk cinta dan mau menjadi pendengar yang baik bagi pasangan. Jadi bukan hanya sekedar ucapan I Love U tanpa tindakan yang mampu menguatkan keyakinan pasangan.

Senin, 24 Agustus 2020

Stopkontak Dan Hubungan Intim


 Sekarang saya mau ngomongin hubungan antara sex dan stopkontak. Kamu tahu kan? Stopkontak itu diperluin hanya sewaktu mau nge-cash hp atau laptop dan  semacam barang elektronik lainnya. Setelah penuh terisi, langsung di cabut dan dibiarkan begitu saja sampai saat butuh nge- cash lagi baru di datangi. Lantas, apa hubungannya dengan aktivitas sexual? Menurut saya ada yaitu ketika seorang suami hanya mendatangi istrinya hanya di saat butuh saja yaitu ketika ingin menyalurkan kebutuhan biologisnya saja. Memang salah? Kan istri memang berkewajiban melayani suaminya di ranjang, daripada suami melampiaskannya ke wanita lain?

               Jelas suami tidak salah, karena kebutuhan pria setelah menikah adalah mendapatkan kepuasan sex dari istrinya. Islam sendiri bahkan membenarkan dalam sebuah ayat al quran datangilah istrimu, karena dia ladang bagimu. Yang jadi masalah itu ketika si suami :

 1. Tiba-tiba mendatangi istrinya tanpa pemanasan lebih dulu. Padahal si istri belum bangkit gairah sexualnya. Sehingga si istri mengalami rasa sakit dalam berhubungan intim, akibat vagina masih kering karena belum ada rangsangan hingga mengakibatkan lecet. Berhubungan intim secara tergesa-gesa seperti ini tentulah membuat si istri tidak merasa nyaman. Batin si istri  “Anda puas, saya sakit dan lemas!”

2.  Tidak perduli apa yang menjadi keinginan dan harapan istri dalam berhubungan intim. Ibaratnya suami hanya mementingkan kepuasannya sendiri. Sebaiknya cari tahu apakah istri senang dengan gaya A atau tidak nyaman dengan gaya B misalnya. Atau apakah istri sudah mengalami orgasme atau belum. Tentu banyak hal lain yang perlu dibicarakan bersama seputar hubungan sexual. Jangan sampai kedekatan emosional dan bonding tidak tercapai dari hubungan intim. Sehingga kegiatan yang harusnya menyenangkan ini, hanya sebatas kewajiban dan pemenuhan kebutuhan sexual saja.

3. Mengabaikan perasaan istri, apakah ia sedang sedih, masih menyimpan amarah, kecewa dan sakit hati pada suami. Sebab bila suami tidak memiliki rasa empati akan perasaan istrinya, bagaimana mungkin istri bisa bahagia? Sebab wanita yang tidak bahagia dengan hubungan pernikahannya, otomatis tidak mampu membahagiakan suami dan anak-anaknya. Ingatlah bahwa istri adalah jantungnya sebuah rumah. Bila istri bahagia, maka seisi rumah akan bahagia. Jadi bila suami baru saja memaki-maki istrinya, merendahkan istrinya dengan kata-kata yang tidak pantas. Atau yang lebih parah lagi memukul dan menyakiti istrinya secara fisik. Lalu setelah itu tanpa merasa bersalah atau meminta maaf, mengajak bahkan memaksa istrinya untuk melayaninya di tempat tidur. Padahal luka istrinya belumlah kering dan rasa cinta serta gairahnya pada si suami sudah terlanjur hilang duluan, akibat rasa insecure yang dirasakan istri. Yaitu rasa takut, cemas, tidak percaya diri, kurang nyaman dan harga diri yang hancur akibat perlakuan buruk suaminya.

4. Tidak perduli dengan kondisi istri, apakah sedang lelah karena seharian berjibaku dengan urusan rumah tangga. Ditambah lagi bila suami tidak mau turun tangan membantu istri. Andaipun tidak mau membantu istri, suami kan bisa membayar prt bila ia memiliki kemampuan lebih secara financial. Atau lebih tragisnya lagi tak perduli keadaan istrinya yang sedang sakit. Suami tetap memaksa istri harus melayaninya di ranjang. Bukankah sebaiknya tunggu istri istirahat dulu menghilangkan rasa lelahnya atau tunggu istri pulih dulu dari sakitnya. Kesabaran suami sangat di butuhkan dalam keadaan seperti ini meskipun sulit. Salah satu caranya dengan mengalihkan pikiran pada kegiatan lain yang positif.

 

               Perlu diingat bahwa perempuan ingin dimanja-manja dan digoda dulu, diperhatikan, dibelai, disanjung, dipuji, senangkan hatinya, kasih empati dulu barulah ia mau diajak berhubungan intim. Kata lainnya perempuan ingin merasa dicintai lebih dulu baru mau diajak berhubungan. Bahkan bagi wanita bicara adalah bagian penting dari pemenasan sebelum bercinta. Sementara pria sebaliknya, berhubungan intim dulu baru akan memberikan cinta. Sedangkan menurut Dr. Aisah Dahlan, CHT, cara memuaskan laki-laki lebih mudah dan tidak sekompleks wanita yaitu hanya satu, dekati dirinya tanpa busana.

               Secara sains, ketika suami mendapat godaan dari wanita lain, entah mendengar suaranya yang manja atau fisiknya yang menggoda, maka hipotalamus akan tegang dan butuh penyaluran. Masih menurut Dr Aisah Dahlan, setelah 3 hari hipotalamus laki laki akan tegang dan perlu di lenturkan dengan hubungan suami istri. Selain itu, sex bagi pria bisa sebagai problem solver. Dimana keinginan pria ketika bercinta adalah pembebasan ketegangan yang menumpuk karena pekerjaan seharian di luar. Dan dia ingin lepaskan dengan pencapaian orgasme Jadi kalau udah lepas tegangnya, baru dia bisa kasih cinta pada istrinya. Alangkah teganya kita bila terus menolak suami dan selalu mengeluh capek serta tidak mood. Padahal dengan mengajak suami untuk berkomunikasi lebih dulu tanpa menolaknya mentah-mentah, maka akan merasa sama-sama enak.Intinya ajak suami untuk memahami apa yang kita mau dan apa yang membuat kita nyaman saat berhubungan intim. Jadi bila tidak saling memahami, maka akan jadi lingkaran setan dimana tidak akan pernah bertemu titiknya.

               Untuk pria, berusahalah berlatih sebanyak-banyaknya kata kata cinta selama pemanasan untuk memenuhi kebutuhan istrinya. Untuk wanita, harus belajar berhenti bicara selama bercinta, karena para pria sedang fokus ketika berhubungan dan tidak bisa seperti wanita yg bisa banyak omong ketika lagi berhubungan intim. Intinya wahai para suami, jangan jadikan istrimu hanya sebagai stopkontak saja, yang didatangi pas butuhnya aja. Diluar itu, perasaan dan kebutuhan istri di abaikan. Kebutuhan untuk diperhatikan, di mengerti, di hargai dan merasa dicintai.  Sebab istrimu bukan benda mati, yang tidak memiliki hati dan perasaan. Untuk para istri yang merasa diperlakukan hanya sebagai tempat colokan, terbukalah! Jangan diam aja atau membatin sendiri. Utarakan baik-baik dan secara empat mata dengan suami. Alih-alih dapat pahala dari hubungan halal suami istri, malah jatuhnya jadi dosa karena adanya kezaliman dan rasa tidak ikhlas dalam melayani.

               Sejatinya hubungan sex dalam pernikahan sangat dianjurkan dalam agama, karena banyaknya manfaat yang di dapat oleh pasutri. Salah satunya agar pernikahan lebih terasa erat satu sama lain dan membahagiakan keduanya. Bukan malah sebaliknya, membuat hidup pasutri semakin menderita.



Rabu, 18 Maret 2020

Semakin Rajin Mandi Gara-Gara Vitalis Body Wash





              “Alishaaa! Mandi dulu!”
“Bentar Ma,” jawabnya selalu.
“Alishaaa! Ayo cepatan mandi!”
“Iya Maaa,” jawabnya.

Tapi oh tetapi, Alisha hanya menjawab iya tanpa beranjak begitu saya tak lagi menyuruhnya. Menjelang sore, saya pun bertanya lagi.

“Udah sore Alisha belum mandi juga?”
“Belum Ma,” jawabnya tanpa merasa bersalah.  Emaknya mulai bertaring.

Begitulah hampir setiap hari ritual menyuruh Alisha mandi. Alisha sepertinya susah sekali kalau suruh di suruh ke kamar mandi. Sekalinya mandi dulu, maunya mandi ala salon dengan keramas sendiri di luar. 😂




 Padahal menurut pakar tumbuh kembang anak, Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), anak yang berkeringat sehabis bermain harus segera dibersihkan. Jika dibiarkan, dikhawatirkan bisa memicu beragam masalah lain, seperti ketidaknyamanan pada anak, gatal-gatal dan susah untuk tidur.

"Prinsipnya kalau anak kotor harus segera dibersihkan. Kalau tidak bisa timbul kuman atau infeksi," kata dr Soedjatmiko lagi.

Kebayangkan? Kalau Anakku Alisha malas mandi, padahal sudah seharian bermain di luar bersama-teman-temannya. Dimana kalau sudah asyik bermain, kadang sampai lupa mandi. Duh! Sebagai seorang ibu saya pun khawatir. Sampai suatu hari datanglah kiriman Vitalis Perfumed Moisturizing Body dimana Alisha orang pertama paling bersemangat membongkar paket dan memilih-milih Vitalis Body wash yang berjumlah tiga macam. Secara bergantian, Alisha pun membuka tutupnya dan menciumi harum wangi Vitalis yang sangat kuat wanginya. 


            “Alisha mau yang warna pink yah Ma.” Lalu tanpa di suruh, ia pun segera mengambil handuk
            “Alisha mau mandi dulu yah Ma,” teriaknya sambil lari ke kamar mandi.

Tumben tidak pakai di teriakin dulu, pikir saya. Coba kalau begini terus, kan Emaknya gak harus tegang urat dulu sebelum menyuruh mandi. Sudah begitu, mandinya jadi lebih lama lagi. Selidik punya selidik, ternyata satu persatu Vitalis Body Wash ia coba ke badannya. Wkwkwkwk… Alisha tidak puas hanya memakai yang warna pink saja. Untungnya Vitalis Body Wash aman untuk kulit anak-anak juga, selain untuk kulit orang dewasa. Saya jadi bertambah lega karena kulit Alisha sensitive dan tidak bisa sembarangan memakai sabun mandi seperti kulit saya. 

Memang selain aroma parfumnya yang kuat dan tajam serasa mandi parfum, Vitalis Body Wash adalah sabun mandi yang tidak membuat kulit kering karena kandungan moisturizer dalam formulanya. Untuk itulah kelembaban kulit setelah pemakaian tetap terjaga, Bahkan Vitalis pun menambahkan high quality moisturizer. Oh ya, Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash menyediakan 3 pilihan variant dengan extra benefit yang berbeda pada tiap variannya seperti

1. White Glow memberikan manfaat Skin Brightening untuk kulit terlihat lebih cerah,  terasa halus, dan lembut. Parfum yang digunakan untuk variant ini mempunyai top note  dengan aroma fruity dari paduan manisnya Cherry & Raspberry, disusul dengan wangi Marshmallow & Gardenia yang lembut dan elegan, dibungkus dengan kombinasi Woody & Suede yang glamour dan long lasting.  Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash White Glow, diperkaya dengan ekstrak Licorice dan Susu, yang membantu merawat kulit hingga tampak bersih, cerah bersinar.




2. Fresh Dazzle memberikan manfaat Skin Refreshing untuk kulit terasa segar, halus  dan lembut. Parfum yang digunakan untuk variant ini diawali dengan  segarnya wangi Bergamot, diikuti wangi Floral Bouquet yang elegan feminin dan disukai wanita, ditutup dengan Musk Amber yang long lasting. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle, diperkaya dengan ekstrak Yuzu Orange dan anti oksidant dari Green tea, yang menjaga kulit terasa lebih bersih, wangi, segar dan terawat.


3. Soft Beauty memberikan manfaat Skin Nourishing untuk kulit terasa halus, lembut dan terawat. Parfumnya dibuka dengan wangi segar yang clean dari Fruity Aldehydic, dilanjutkan dengan wangi Rose & Violet yang feminine, diakhiri dengan manisnya Tonka Bean & Sandalwood yang premium. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty, diperkaya dengan ekstrak Avocado dan Vitamin E, untuk membantu menjaga kulitmu tetap terasa kenyal halus dan  lembut.




Info tambahan bahwa Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash adalah body wash yang memiliki “superior parfum” dengan skin benefit yang baik dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit wanita Indonesia.   Memberikan pengalaman mandi parfum yang tidak pernah dialami sebelumnya. Dengan menggunakan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash, Vitalis membantu wanita Indonesia menjadi semakin percaya diri dan bersemangat dalam  mewujudkan mimpinya. Akhirnya ritual mandi kini tak lagi penuh drama bersama Alisha sejak ada Vitalis Body Wash.