Jumat, 20 Januari 2017

Rindu Yang Tak Pernah Diam


Disini, di titik pusat pertemuan empat penjuru tanah jawa, kita berjanji untuk menua bersama

Ini tentang rindu. Rindu yang tak pernah diam padamu. Rindu yang menyesak dadaku hingga berbilang hari, bulan dan tahun. Tanpa pernah ku tahu, apakah masih pantas menyimpan rindu ini. Namun, aku masih tetap menyimpan harap suatu hari nanti, rindu yang setia mengikutiku ini, akan bertemu titiknya yaitu dirimu.




.Rani bertemu Rama, seorang seniman sejati yang baik hati dan romantis di dalam pesawat. Rama pun jatuh hati pada Rani sejak awal bertemu hingga mengundang Rani berkunjung ke desa wisata  Candirejo Borobudur. Ketika cuti terbang, Rani pun berlibur ke Yogya dan mengunjungi Rama di desa Candirejo. Hubungan mereka pun berlanjut hingga saling jatuh cinta. Rama yang ingin memiliki Rani selamanya, mencoba menantang Rani agar menemuinya di Puncak Suroloyo, bila Rani setuju menjadi isterinya. Namun Rama sangat kecewa, ketika Rani tak kunjung menemuinya di Puncak Suroloyo sesuai harapannya. Apakah itu artinya Rani telah menolak lamarannya? Tapi mengapa Rani tega membiarkannya seharian menunggu di titik pusat empat penjuru pulau jawa tsb? Tempat yang telah merekam janji setia mereka untuk selalu bersama dalam suka dan duka. Demi menjawab bahwa Rani menerima lamarannya. 



Akhirnya Rama pulang dan mendapatkan sebuah surat dari Rani, yang mengatakan bahwa ia melakukannya demi kebahagiaan Rama. Demi kebahagiankah namanya? Bila Rani kabur begitu saja dari hidupnya, dengan meninggalkan rasa rindu dan benci sekaligus. Rama benci ketidaksetiaan, apalagi dilakukan oleh Rani, orang yang sangat ia cintai. Setelah kejadian itu Rama pun menutup dirinya pada wanita manapun. Ia membenci wanita karena rata-rata tidak setia seperti ibunya, yang kabur bersama pria lain meninggalkan ayahnya saat ia masih kecil dan membutuhkan kasih sayang seorang ibu..


Ternyata Rani terpaksa meninggalkan Rama, karena dirinya di vonis menderita kelainan rahim.Ia takut mengalami penolakan dari Rama, saat tahu bahwa dirinya tak bisa berfungsi sebagai seorang isteri yang baik karena tidak bisa membahagiakan Rama. Yah, kelainan rahim yang ia derita membuatnya tak memiliki saluran sanggama, hingga tak bisa berhubungan dengan suaminya kelak. Rani ingin Rama bisa mengecap kebahagiaanya dengan menikahi wanita lain, bukan dengan dirinya. Tapi ia merasa bersalah karena tak mampu berterus terang sejak awal pada Rama, bahwa dirinya di diagnosis menderita penyakit tersebut. Harusnya ia berani menerima kenyataan agar Rama tak membencinya dan menganggap dirinya tidak setia. 

#BlogToBook

2 komentar: