Senin, 18 September 2017

Bulying Dan Dampaknya Bagi Masa Depan Keuangan Anak




Senang banget rasanya diundang menghadiri acara ‘SmartMom, Protect Your Family Smile’. Gimana enggak senang? Soalnya tema yang dihadirkan sangat menarik yaitu tentang Bulying dan Keuangan. Event yang diadakan oleh Sinar Mas MSIG Life tanggal 9 September 2017 di JSC Hive Space, Jakarta ini benar-benar sangat diperlukan terutama oleh para ibu seperti saya. Selain sangat dibutuhkan, sebenarnya kedua tema di atas saling berkaitan satu sama lain. Selama ini tak banyak yang menyadari  termasuk saya, bahwa masalah bulying dan keuangan sangat berhubungan erat satu sama lain. Terutama dengan masa depan keuangan anak korban bulying itu sendiri. Dulu saya juga tak menyadari hal ini, namun pikiran saya terbuka setelah mengikuti acara keren ini.




 Saya ingin memaparkan dulu apa itu bulying, mengapa anak bisa jadi korban bulying dan dampaknya. Sebelum menjelaskan apa saja sih kaitan dan dampaknya bagi masa depan keuangan anak korban bulying. 


Anak-Anak Rentan Mengalami Bulying Di Sekolah Dan Lingkungan Bermainnya

Anak bisa dikatakan menjadi korban bulying bila ada

·         Seseorang atau temannya yang menggunakan pengaruh atau kekuatan superior untuk mengitimidasi  anak, agar melakukan atau memberikan apa yang diinginkannya.
·         Perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja demi menyakiti anak dengan melibatkan kekuatan yang tidak seimbang dan berulang kali. Jadi disini ada si kuat dan si lemah. Misalnya:

-          Secara fisik : Menendang, mendorong anak dan prilaku kekerasan fisik lainnya
-      Verbal : mengejek, menghina dan mengolok-olok anak dengan nama yang buruk seperti si gembrot, si bego dan sebagainya. Bahkan tanpa kita sadari, sebagai orang tua kita telah melakukan bulying pada anak dengan berkata kasar, meremehkan dan membanding-bandingkannya.
-          Relasional : Anak dicuekin, di fitnah atau disebarhasut

Bahkan kini berkembang bulying yang lebih kejam lagi di sebut Cyberbully. Untuk lebih jelasnya Cyberbully itu berhubungan dengan tekhnologi contohnya yang sekarang marak terjadi di media sosial. Saling fitnah dan menjatuhkan seseorang lewat tulisan di Facebook dan jejaring sosial lainnya. 

Hannah bunuh diri setelah menjadi korban bullying di Ask.fm, sebuah situs jejaring sosial terkenal. Karena tak tahan membaca pesan-pesan kasar di akunnya, Hannah akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Mengapa anak kita bisa menjadi korban bulying? Penyebabnya beragam!

            Pertama : Anak yang terlihat berbeda misalnya karena paling pinter, populer dan sebagainya akan membuat anak yang iri menjadi tersaingi. Sehingga anak pun di buat tak berdaya dengan selalu diintimidasi dan di fitnah.
Kedua : Anak yang terlihat pemalu, hingga sulit bersosialisasi
Ketiga : Anak yang terlihat lemah di mata teman-temannya
Keempat : Anak yang kurang mampu secara ekonomi dan intelektual.
Kelima : Anak yang fisiknya kurang sempurna seperti cacat, rentan menjadi korban bulying.
Selain kelima hal diatas bisa juga karena sebab lain misalnya karena anak lebih muda atau paling kecil di antara teman-temannya.

Lalu, bagaimana cara kita mencari tahu anak telah menjadi korban bulying? 

Sebab tak semua anak berani berterus terang dirinya menjadi korban. Beberapa faktor penyebabnya karena

1.      Anak takut di salahkan  bila berterus terang.
2.      Anak takut diminta selesaikan sendiri masalahnya
3.      Anak merasa tidak akan ada yang menolong bila mengatakannya
4.      Anak tidak sadar menjadi korban bulying, ini lebih memprihatinkan lagi.

Untuk itulah sebagai pendidik dan orang tua, perlu mengenali bahwa anak kita adalah korban bulying.

Tanda-tandanya sebagai berikut:

·         Anak tiba-tiba malas dan mogok sekolah
·         Menghindari tempat tertentu atau takut sendirian
·         Anak tidak suka dan enggan bila diajak berbicara tentang sekolah atau teman-temannya
·         Merasa dirinya tidak cukup baik
·         Minta uang lebih untuk alasan yang tidak jelas
·         Menyalahkan diri sendiri, merasa tidak berdaya
·         Bila sudah sangat berat, anak mengalami depresi hingga bicara tentang bunuh diri

Proteksi anak terhadap bulying


Pertama , Mengajarkan anak sejak dini untuk kenal dan mampu mengekspresikan label emosinya. Kalau perlu dicontohkan misalnya 

“Kamu sedang marah yah? Atau sedang kesal? Kamu lagi merasa takut ya?”     

 Hal ini membuat anak menjadi lebih terbuka.

Kedua , berikan kasih sayang yang cukup baik secara verbal maupun fisik melalui sentuhan berupa pelukan dan ciuman. Jangan sepelekan pelukan dan ciuman pada anak karena ungkapan cinta orang tua baik lewat sentuhan dan ucapan,  bisa menjadi amunisi bagi anak dan melahirkan rasa percaya diri karena merasa dicintai orang tuanya. Bila anak tumbuh dengan percaya diri yang baik dan mendapatkan penghargaan yang cukup dari rumah, tidak akan mudah menjadi korban bulying. Bahkan hal ini juga bisa diterapkan agar anak tidak menjadi pelaku bulying itu sendiri. 

Ketiga, ajarkan juga anak membangun pertemanan dan terapkan pola asuh demokrasi di rumah. Lebih baik lagi bekali juga anak dengan ilmu bela diri. Hal ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri anak. Selain bekal untuk membela diri bila anak mendapatkan kekerasan fisik. 

Pelaku bulying biasanya anak-anak yang kurang kasih sayang dan tak mendapatkan penghargaan diri dari rumah. Atau bisa juga di masa kecilnya sering mengalami kekerasan fisik, psikis maupun verbal.

Ingat! Anak akan menerapkan perlakuan yang dia terima pada orang lain, bahkan pada saudara kandung dan temannya sendiri.

Mengingat dampak bulying tidaklah ringan bagi mental anak di masa depan, maka menurut psikolog Vera Itabilana Hadiwidjojo S.Psi, pekalah dan jangan abai pada anak. Salah satunya dengan mengajarkan anak untuk lebih terbuka. Berikan selalu anak dukungan dan bekali kemampuan fisik dan psikologisnya untuk melawan bulying dari teman-teman sekolahnya.




Dampak Bulying Terhadap Masa Depan Keuangan Anak

Namun selain dampak secara mental dan fisik hati-hati! Ternyata akibat bulying juga besar pengaruhnya bagi masa depan keuangan anak di masa depan. Bagaimana bisa?  Begini penjelasannya :

-          Secara psikis, anak korban bulying akan tumbuh menjadi anak yang kurang optimis dan lebih agresif. Hal ini karena dia merasa telah diperlakukan tidak adil saat terus di bully. Apa jadinya bila anak pesimis dan gampang menyerah? Juga sering berbuat onar dan senang tawuran, sebagai penyaluran sikap agresifnya. Tentu hal ini berpengaruh dalam mencapai kesuksesannya kelak saat dewasa. Sehingga masa depan anak akan hancur termasuk masa depan keuangannya.

-          Rasa kurang percaya diri akibat di bully, membuat anak ragu-ragu dan takut melangkah hingga sering mengalami kegagalan. Kegagalan hidup secara tidak langsung juga berdampak pada kondisi keuangan yang naik turun.

-          Stress dan depresi terus menerus, membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang mudah frustrasi dan putus asa, hingga banyak yang melampiaskannya ke obat-obatan terlarang, minuman keras dan menjadi perokok berat. Otomatis keuangannya sering bermasalah karena selalu habis digunakan untuk membeli obat-obatan, minuman dan rokok.
 
-          Mudah mengalami penurunan kesehatan hingga sering sakit-sakitan, akibat terus memendam kemarahan dan kebencian atas prilaku tidak adil dari bulying yang ia terima di masa kanak-kanak. Apalagi tak segera tertangani hingga anak beranjak dewasa. Akibatnya biaya hidup kesehatannya lebih besar pengeluarannya daripada biaya lainnya.  Ternyata dampak bulying tidak main-main pada masa depan anak, salah satunya masa depan keuangannya kelak. Ditambah lagi bila anak tak memiliki asuransi jiwa dan kesehatan. Akan semakin jatuh bangunlah mereka dalam menghandle masalah keuangan, terutama setelah berkeluarga. Padahal menurut Aakar Abyasa Fidzumo, Founder of  Jouska Finansial, asuransi kesehatan merupakan pengeluaran wajib sebelum pengeluaran lainnya. 



Salah satunya asuransi yang sudah terjamin reputasinya yaitu 




Sinarmas MSIG Life adalah salah satu perusahaan asuransi terkemuka yang ada di Indonesia. Didirikan pada tanggal 14 April 1985, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Life telah mengalami perkembangan dan perubahan. Asuransi yang telah melayani lebih dari 790.000 nasabah individu dan kelompok di 69 kota ini, bahkan telah dinobatkan oleh Infobank sebagai Digital Brand of The Year terbaik ke-3 untuk kategori Asuransi Jiwa pada bulan Maret 2015. Selain itu, Majalah Investor mendaulat Unit Bisnis Syariah Sinarmas MSIG Life sebagai Asuransi Syariah Terbaik untuk aset diatas Rp. 200 Miliar pada Best Syariah 2015 di bulan Agustus 2015. Jadi bila kita masih ragu dalam memilih asuransi tradisional, maka bisa mengambil Asuransi Syariah dari Sinarmas MSIG Life ini. Untuk mengetahui info detailnya, bisa buka link www.sinarmasmsiglife.co.id

Orang dewasa yang pernah menjadi korban bulying pada masa kanak-kanaknya, berpeluang besar megalami depresi. Dimana kebanyakan saat tengah depresi, akan melampiaskannya dengan

1.      Bekerja lebih keras sebagai pelarian, terutama pada pria hingga tak memperdulikan kesehatannya.

2.      Melampiaskannya dengan belanja di luar batas alias hanya berupa keinginan sesaat, bukan karena kebutuhan. Berharap dengan belanja bisa menghilangkan depresinya sejenak terutama banyak terjadi pada wanita.

3.      Bagi sebagian orang saat tengah depresi, nafsu makannya semakin meningkat. Sehingga kebutuhan untuk berbelanja makanan bertambah dengan lebih doyan ngemil dan makan berkali-kali.

Kesimpulannya anak adalah investasi di masa depan bagi keluarga dan negara. Jadi bila anak rusak, maka rusaklah tatanan keluarga dan negara, terutama dalam hal ekonominya.


Karena sejatinya sebuah negara itu dikatakan berkembang salah satunya lewat perekonomiannya.




Referensi :








10 komentar:

  1. Huff.. Miris ya dengan kasus bullying pada anak. Kadang tanpa sadar ortu sendiri pelakunya. Hiks :(

    BalasHapus
  2. Iya mak ini bisa jadi perenungan bagi segala pihak. Makasih udah mampir mak farida:)

    BalasHapus
  3. paling sedih kalo ada anak yg di-bully....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak anakku juga pernah di bully temannya disekolah, langsung aku lapor guru dan kepala sekolahnya

      Hapus
  4. aku suka heran ya kl ada anak kecil sdh suka mmebully temannya, aku sama anak2ku selalu mengajarkan kalau sama teman hrs baik, gak boleh ngejek kekurangannya,dlll, jd aku suka bingung itu anak pernah gak ya dibilangin sama ortunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin orang tuanya sibuk sendiri mak tira, jadi anaknya cari perhatian dgn membully temannya

      Hapus
  5. Dan ternyata salah satu penyebab anak kecil menjadi pelaku bullying adalah kurangnya kasih sayang dari orang tua dan korban bullying menjd semakin terpuruk saat tak bs terbuka pada orang tua. Akhirnya semua kembali ke orang tua. Dan tiga tips diatas bagus banget mbak,. Thanks for sharing ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah sama sama mak samaratul qalbi:)

      Hapus
  6. Infonya bermanfaat banget nih, menarik juga pembahasannya, mampir juga ya kesini menggenai solusi kewanitaan KLIK DISINI

    BalasHapus
  7. Sekarang bullying mkin serem. Apalagi kalau udah kena cyber bullying. Efeknya gak main-main, ya

    BalasHapus