Mom Blogger Community

Mom Blogger Community
Member Of MBC

Minggu, 22 Juli 2018

#AnakCerdas Itu Banyak Akalnya


Orang tua mana yang tak ingin memiliki anak yang cerdas termasuk saya. Tapi sudahkah kita sebagai orang tua telah berusaha memaksimalkan potensi otak anak? Sebab #AnakCerdasItu menurut definisi berbagai sumber yang saya baca adalah kemampuan logika dari otak anak dalam memahami sesuatu yang ia amati, dengar dan pelajari, sehingga memunculkan daya kreativitas dan imajinasi. Lalu semua kreatifitas dan imajinasi itu dikembangkan dan diselesaikan anak dengan cepat secara maksimal. Berbeda dengan pintar yang membutuhkan proses agar memiliki ilmu dan kepandaian yang dipelajari secara intens. Namun #AnakCerdasItu  merupakan anugerah dari lahir, jadi tidak bisa dicari dan dipelajari. Walaupun setiap anak memiliki kecerdasan masing-masing yang sudah dibawanya sejak dalam kandungan, sebagai orang tua kita tetap perlu memaksimalkan kecerdasan anak agar semakin tumbuh baik dan sempurna. Berikut beberapa cara yang saya lakukan untuk #DukungCerdasnya



1.      Memberi makan fisik anak melalui 3 tahap penting yaitu:

Pertama  Dimulai dari masa kehamilan, karena DHA selama hamil bisa meningkatkan IQ anak hingga usia 4 tahun. Untuk itulah sejak mengandung anak pertama sampai yang ketiga saya selalu memperhatikan asupan gizi lewat makanan, suplemen dan susu yang mengandung DHA, si suplemen yang sangat istimewa ini.

Kedua  Saya usahakan dengan pemberian Asi hingga 2 tahun lamanya. Sebab menurut penelitian yang sudah terbukti kebenarannya salah satu kehebatan Asi adalah membuat 'anak cerdas'. Karena Asi adalah sumber DHA alami dengan komposisi yang sangat seimbang dan cocok untuk bayi.

Ketiga Setelah anak-anak saya berhasil disapih/ atau tidak lagi menyusui, saya memberikan asupan makanan tambahan yang diperkaya oleh DHA seperti ikan salmon, susu, telur, yoghurt, sereal dan makanan kaya DHA lainnya.  karena terbukti Manfaat DHA mampu meningkatkan produksi hormon penting untuk pertumbuhan otak yang pesat pada usia ini. Masa yang dikenal dengan periode emas yaitu sampai usia 5 thn. Jumlah DHA yang diperlukan anak setiap harinya, sekitar 100 mg atau lebih.

2.      Memberi makan pikirannya .



Dari kecil Alisha memang sudah tidak bisa diam, selalu beraksi:)



·         Sejak Alisha usia 8 bln, saya sering memutarkan lagu anak-anak seperti lagu Bebe Lili

“Halo..halo..Papa ada dimama. Lili mau bicara.” Spontan Alisha menggerak-gerakkan tangannya sambil berjoget kedepan dan kebelakang dengan senangnya.  Sekarang malah ikut bernyanyi dan bisa lipsing lagu selain Bahasa Indonesia.


Lipsing dulu ya:) 



·         Sejak dini saya juga mencoba merangsang kemampuan berbahasa Alisha dengan selalu membacakan buku cerita. Kebiasaan yang mampu merangsang kemampuan mengenal kosa kata dan huruf-huruf pada Alisha. Tak heran sejak usia 2 thn dia sering meminta saya untuk mengulang-ulangi cerita yang baru saya bacakan. Tentu saja sebagai seorang ibu saya senang dan bangga mendengarnya. meskipun mata mengantuk saya tetap menuruti nya. Pernah ketika saya mulai mengantuk dan semakin lambat membacakan cerita untuknya, tiba-tiba Alisha mengambil buku ceritanya dan berkata


"Sini Ma Lisha aja yang cerita," ucapnya semangat. Akhirnya jadi terbalik bukan saya yang membacakan cerita untuknya tapi Alisha yg membacakan cerita untuk saya ibunya, membuat rasa kantuk saya pun jadi hilang. Dan kejutannya lagi Lisha menambah nambah sendiri jalan cerita menurut imaginasinya. hingga Alisha bisa kembali menceritakan  apa yang ia dengar.




Suatu hari,


“Ma, ini gambar pelangi. Yang ini gambar balon,”ucapnya riang sambil melukis tembok dengan menggunakan berbagai macam warna. Alisha tak mau berhenti melukis, saat saya mengajaknya berhenti. Walau lukisannya tak beraturan,

Lagi asyik bermain origami


 “Wah, bagus sekali lukisan Lisa,” jawabku takjub waktu itu. Begitulah cara saya memotivasinya. Alisha pun semakin bersemangat melukis. Dan di usianya 4 thn, bila selesai mewarnai, Alisha akan meminta untuk segera ditempelkan disamping tempat tidurnya, agar bisa terus ia lihat.


Hasil lukisan Alisha di dinding kamar


Dan sekarang, kemampuan imaginasi dan kreativitas Alisha terus berkembang. Sebagai ibu saya hanya bisa #DukungCerdasnya dengan memberikan fasilitas yang diperlukan.


Alisha asyik menjahit baju Barbie kesayangannya

Walau rumah jarang rapi karena diobrak-abrik oleh Alisha, saya tidak pernah melarang apalagi sampai memarahinya.


Mau coba bikin kue sendiri

Bila terus dilarang dan dimarahi takutnya anak menjadi minder dan tidak percaya diri. Padahal kepercayaan diri adalah salah satu kunci kesuksesan anak di masa depan.

Hasil kue buatan Alisha disini


Kirain Alisha mau jualan es yang dibuat dari berbagai pasta makanan, ternyata katanya mau bikin tambahan cahaya untuk malam hari :)

Yang penting setelah bermain atau beraktivitas, harus kembali dirapikan. Alisha pun mengerti dan selalu membereskan mainannya.


Aksi Alisha yang lain bisa dilihat Disini dan Disini



3.      Memberikan makanan untuk emosinya, salah satunya dengan mengajarkan Alisha untuk mengenali emosinya sendiri dan belajar bagaimana berempati.

Contohnya disaat Alisha menangis, saya mencoba memahaminya dengan bertanya 

“Kenapa Lisha menangis sambil marah-marah sayang?”

“Lisha menangis bukan karena cengeng Ma, tapi karena kesal,” jawabnya.

Saya pun mencoba mendengarkan apa sebab ia kesal, dengan berusaha menunjukkan rasa empati lebih dulu padanya sejak kecil. Dengan begitu hubungannya dengan diri sendiri dan orang lain kelak berjalan harmonis. Ia pun menjadi tak mudah depresi, stress, dan putus asa karena mampu mengenali apa yang ia rasakan dan dapat mengelola emosinya dengan baik.


Ceritanya Alisha gelar garasi sale di teras rumah menjelang lebaran


4.      Memberikan makanan untuk spiritualnya, sebab kecerdasan Intelektual dan Emotional saja tidaklah cukup.  


Misalnya saya selalu meyakinkan Alisha bahwa apa yang kita lakukan termasuk belajar, tujuannya tidak hanya mendapatkan nilai semata tapi juga sarana untuk lebih mengenal Tuhan lewat ilmu yang dipelajari dan bisa bermanfaat untuk orang sekitar dan lingkungan. Juga sebagai sarana ibadah, hingga Alisha tahu bahwa tujuan hidup ini tak hanya di dunia semata, tapi ada yang lebih abadi yaitu akhirat.




Sebagai orang tua, tentu semua sudah saya lakukan dengan maksimal untuk #DukungCerdasnya. Namun sebagai orang tua juga, kemampuan saya terbatas, hingga perlu bantuan Yang Maha Kuasa dalam membantu mendongkrak kecerdasan dan kesuksesan Alisha salah satunya melalui doa. Memohon agar ia bisa tumbuh dengan baik dan kecerdasannya bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain. Aminnn…



Selasa, 17 Juli 2018

MPASI Istimewa Untuk Si Buah Hati



Sesuai anjuran World Health Organization (WHO) dan American Academic of Pediatric (AAP), begitu anak memasuki usia 6 bulan, saatnya mulai dikenalkan dengan makanan pendamping asi atau MPASI. Makanan pendamping dibutuhkan anak sebab ASI saja sudah tidak mencukupi.

Beberapa alasan mengapa MPASI diberikan mulai 6 bulan :

* Bayi sudah mengalami kematangan saluran cerna pada usia 4-6 bulan
* Refleks menjulurkan lidah sudah mulai menghilang pada bayi berusia 4-6 bulan
* Mulai adanya kematangan mekanisme menelan pada bayi
* Bayi sudah memiliki kemampuan untuk duduk
* Dan yang terutama, gigi bayi sudah mulai muncul

Tentu saja pemberian MPASI perlu dilakukan secara bertahap, yaitu dimulai dengan makanan cair terlebih dahulu, sampai bisa diberi makanan keluarga.

Perlu kita ketahui, MPASI yang baik itu hendaklah memiliki kriteria sebagai berikut :

* Kaya akan kalori, protein, dan mikronutrien (terutama zat besi, zink, kalsium, vitamin A, vitamin C dan asam folat)

* Bersih dan aman

* Bebas pathogen, zat kimia,, atau toksin.

* Bebas tulang atau biji keras yang dapat membuat bayi tersedak

* Tidak diberikan dalam keadaan panas

* TIdak pedas atau asin

* Mudah ditelan dan disukai oleh bayi

* Mudah didapat, disiapkan, dan terjangkau

Itulah mengapa  orang tua kita dulu memilih memberikan buah pisang sebagai makanan pendamping. Sebab hampir semua kriteria gizi yang dibutuhkan anak terkandung di dalamnya, selain lebih mudah didapat dan praktis dalam penyajiannya. Bahkan sebelum usia 6 bulan bila anak sudah menunjukkan minat untuk makan selain susu. Ternyata bukan tanpa alasan orang tua kita dari dulu lebih suka memberikan buah pisang, entah dengan cara dikerok atau dilumatkan. Ternyata pisang adalah buah yang sangat istimewa! karena memiliki segudang manfaat dan energi yang tinggi. 

Berikut Manfaat Buah Pisang 

Satu

 Anak sehat tentu identik dengan anak yang selalu bergerak dan tidak bisa diam. Sehingga anak membutuhkan makanan yang memiliki sumber energi tinggi . Kita tahu, buah pisang dikenal dengan buah yang sumber energinya tinggi dan sangat mudah di dapat. Tentu sangat cocok bagi anak-anak yang terkenal aktif bergerak. Setelah mengkonsumsi pisang, energi anak yang telah terpakai dapat segera tergantikan dengan buah istimewa ini. 

Dua 

 Begitu anak mulai mencoba makanan padat, maka fesesnya tentu lebih keras. Apalagi bila ditambah dengan susu formula. Untuk itulah anak memerlukan makanan yang mengandung serat. Sebaiknya pilihlah serat yang baik dan tepat, salah satunya serat yang terdapat dalam buah pisang yang sangat baik untuk pencernaan anak, karena dapat larut dalam air. Serat yang disebut pectin ini dapat mengubah karbohidrat menjadi gula dan meningkatkan gerakan usus. Selain itu dapat mencegah masalah gastrointestinal, sehingga dapat mengatasi gangguan pencernaan pada anak. 

Tiga

 Usia 6 bulan hingga 5 tahun adalah usia emas karena pesatnya perkembangan otak pada anak di rentang usia ini. Nah, kandungan pisang yang kaya akan potasium, dapat membantu peredaran darah dan merangsang kinerja otak. Selain itu pisang sangat baik untuk menguatkan tulang dan gigi anak. 

Empat

Pisang tak hanya mengandung Vitamin B12, tapi juga zat besi, asam folat dan tembaga. Dimana beberapa zat ini berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, sehingga anak terhindar dari anemia atau kurang darah. 

Lima 

Istimewanya lagi, buah pisang dikenal sebagai buah yang mampu memperbaiki mood, sebab kandungan senyawa triptofan dapat merangsang suasana hati menjadi lebih baik. Tidak salah bila para penderita depresi sangat dianjurkan memakan buah ini setiap harinya. 

 Enam 

Umumnya di usia mulai 6 bulan, anak rentan terkena diare karena virus. Selain karena lingkungan yang kurang bersih, anak di usia ini sudah mulai memasukkan tanganya ke mulut, juga makanan dan benda yang ia dapat. Dimana kebersihannya kurang terjaga hingga rentan mengundang bakteri dan virus yang masuk ke mulut. Namun Bunda tak perlu panik, bila anak sudah terlanjur terkena diare. Sebab buah pisang juga membantu memadatkan feses dan menghindarkan anak dari kehilangan cairan saat mengalami diare. 


Tujuh 

Setiap anak pasti mengalami alergi pada makanan tertentu, akibat intoleransi dan sulit mencerna kandungan asam amino yang terdapat dalam makanan. Namun pisang bebas dari resiko terjadinya alergi, karena kandungan asam amino dalam buah pisang merupakan asam amino yang mudah dicerna. Jadi sebagai ibu, kita tidak perlu takut lagi dan bebas dari rasa khawatir. 

Dan kini ada yang lebih praktis lagi dalam mengkonsumsi buah pisang nan istimewa ini. Dimana produk pisang dibuat dalam bentuk cemilan. Selain lembut untuk anak, kemasannya juga kecil dan ringan sehingga mudah digenggam dan dicerna anak. Rasanya juga enak dan tidak terlalu manis. Bahkan anak saya Alisha 10 thn pun suka. Begitu saya pesan dari bukalapak dan nyampe, langsung habis dimakan Alisha tanpa menunggu lama. :) 


Bagi Bunda yang sibuk atau tidak sempat, mungkin cemilan pisang Puff Banana bisa jadi alternatif. Selain itu bisa sebagai variasi bagi anak agar tidak bosan dengan rasa dan tekstur pisang yang itu-itu saja.





Referensi:

 - Buku ‘Makan Dong Sayang’ oleh Irhayati harun by penerbit BIP
-  https://dokteranak.org/manfaat-pisang-untuk-bayi 
- https://hamil.co.id/bayi/makanan-bayi/manfaat-pisang-untuk-bayi