Mom Blogger Community

Mom Blogger Community
Member Of MBC

Kamis, 04 Juli 2019

Semua Harga Whipped Cream Merek Terbaru Ada di Sini!

Sumber foto : www.tokowahab.com
Whipped cream tentu tidak asing lagi bagi yang sering berkecimpung dalam dunia kuliner, terutama pemilik usaha bakery. Yah, Whipped cream sendiri merupakan salah satu bahan yang sering digunakan dalam pembuatan berbagai olahan kue, roti ataupun lainnya. Salah satu cirinya ketika dikocok, adonan akan semakin mengental. Jelas saja, sebab krim tersebut mempunyai kadar lemak susu yang cukup tinggi.  

 Untuk menemukan whipped cream sendiri tak begitu sulit. Sebab bahan ini sudah familiar dan dapat dengan mudah di temukan pada toko bahan kue atau swalayan besar. Adapun kemasannya bisa dalam bentuk karton juga berbentuk cair. Bicara soal harga whipped cream sama seperti bahan kue lainnya,  yang juga sangat beragam. Sedangkan jika dilihat dari bahan pembuatannya, whipped cream sendiri dibagi menjadi dua yaitu:

1.      dairy dan
2.      non dairy.

Perlu kita tahu, whipped cream memiliki fungsi utama sebagai:

1.      dekorasi cake
2.      dekorasi kue
3.      penghias minuman

Jadi tak heran bila whipped cream laris manis dipasaran. Melihat fungsinya yang mampu mempercantik cake, kue dan aneka minuman. Salah satu yang semakin menarik pembeli karena daya tarik kue, cake dan minuman menjadi bertambah. Apalagi semakin mudahnya  menemukan bahan whipped cream ini di berbagai toko bahan kue. Meski sebagai pemula, kita sering kebingungan karena banyaknya merek yang ditawarkan. Namun berikut ini beberapa merek yang cukup direkomendasikan dan laris dipasaran diantaranya:

  1. Anchor UHT.
  2. Elle &Virecreme liquid.
  3. Roselle supreme.
  4. Tatua instant.
  5. Brookfarm.
  6. Greenfields.

Tentu sebelum membeli beragam merek dan harga cream yang tersebut di atas, alangkah bijaknya untuk lebih dulu memperhatikan beberapa hal penting. Terutama jika bahan tersebut digunakan untuk produksi dalam jumlah banyak. Biasanya banyak yang mencari produk selain memperhatikan kualitas yang terbaik juga harganya sesuai yang diinginkan. Tak sulit bila kita langsung cek saja di Toko Wahab. Toko ini tak hanya menyediakan beragam produk bahan mentah kue yang lengkap, tetapi penawaran harga yang cukup  terjangkau. Tak salah bila Toko Wahab menjadi salah satu yang sangat direkomendasikan bagi pelaku usaha, karena bisa mendapatkan harga grosir. Tentu peluang mendapatkan untung lebih besar lagi.

Tak hanya itu keuntungan yang di dapat untuk mereka yang bergelut pada dunia bakery. Toko Wahab juga menyediakan layanan berkonsultasi, selain produknya yang lengkap dan murah. Sebagai salah satu cara untuk memberikan kepuasan kepada para pelanggannya. Sebab Toko Wahab tahu, para pelaku usaha tentu tidak bisa sembarangan dalam memilih bahan yang digunakan, begitu pula untuk whipped cream. Jadi kita bisa juga berkonsultasi dengan bagian customer service untuk menanyakan produk terbaik, tak terkecuali masalah harga cream cheese yang pas dan sesuai dengan budget. Benar-benar sebuah kemudahan bukan?

Senin, 24 Juni 2019

5 Hal Penting Dalam Film Koki-Koki Cilik 2

Banyak film cerita untuk anak-anak beredar di bioskop dan televisi. Sebaiknya film yang ditonton anak haruslah memiliki hal penting dan penuh manfaat untuk anak. Tapi tak semua film memiliki poin-poin yang diharapkan, selain hanya sebatas menghibur. Bahkan tak jarang ada film anak yang mengandung kekerasan dan sedikit adegan vulgar. Untuk itulah sebagai orang tua, kita di tuntut untuk lebih selektif dalam mengajak anak nonton film. Salah satunya harus sesuai dengan usia anak. Nah, ketika saya berkesempatan menonton Film Koki Koki Cilik 2 sebelum tayang di bioskop, hati saya langsung berkata bahwa film seperti inilah yang akan saya ijinkan untuk dilihat oleh anak saya. Bukan hanya karena Alisha, putri bungsu saya suka memasak. Sebab kebetulan tema film ini seputar kuliner. Tapi ada beberapa hal penting yang saya tangkap dari film ini.



1.      Dekat dengan keseharian anak , yaitu tentang keluarga dan persahabatan. Bercerita tentang para koki cilik yang pernah mengikuti Cooking Camp. Adalah Bima (Faras Fatik), Melly (Alifa Lubis), Kevin (Marcello Mahesa), Alfa (Ali fikri), Niki (Clarice Cutie), dan Key (Romaria Simbolon). Mereka selalu terlihat kompak dan setia kawan dalam mengikuti Cooking Camp. Meskipun sesekali timbul konflik yang di gambarkan sering terjadi pada kehidupan anak-anak. Seperti rasa mau menang dan benar sendiri, saling ejek, juga konflik dalam hubungan antara orang tua dan anak.

2.      Ceritanya ramah anak dan keluarga. Dari awal hingga akhir cerita sedikitpun tidak ada adegan kekerasan dan contoh tidak baik yang bisa di tiru oleh anak. Justru anak akan mendapatkan banyak pesan moral di dalamnya.

3.     Menanamkan nilai-nilai baik pada anak. Seperti :

- Rasa empati ketika adegan tim Cooking Camp mencoba mengerti dan menghibur Adit (Muhammad Adhiyat) yang sedang bersedih karena masalah keluarga. Walau Adit bukan alumni Cooking Camp. Tapi karena Adit hobi memasak, ia pun memutuskan mau bergabung karena terus di dorong semangatnya oleh Tante Adel (Kimberly Rider)

– Kekompakan yang terlihat saat tim Cooking Camp mencoba resep baru yang laku di jual. Demi mengumpulkan uang agar Cooking Camp bisa di buka lagi. Dan kekompakan itu semakin terlihat ketika mengikuti kompetisi memasak. Dimana bila tim Cooking Camp menang, maka Chef Evan ( Christian Sugiono) pendiri Cooking Camp sekaligus yang memutuskan untuk menutupnya, berjanji akan membuka Cooking Camp lagi.

- Kerja keras ketika tim Cooking Camp berusaha untuk mengolah menu yang enak dan menarik, demi memenangkan kompetisi.

- Dan tidak gampang menyerah, meski usaha mereka dalam mengumpulkan biaya untuk mendirikan Cooking Camp kembali menemukan kendala.


4.     Bertema kuliner, sehingga dari awal menonton hingga selesai, kita di buat tergiur oleh aneka makanan dan menu yang menerbitkan selera. Apalagi ada menu yang diperagakan, mudah untuk dibuat oleh anak di rumah. Selain makanannya adalah menu yang sering di sukai anak-anak.

5.      Para pemainnya yang lucu dan sangat menghibur. Saya yakin, anak-anak akan di buat tertawa dan tersenyum oleh karakter para pemainnya sepanjang film berlangsung. Apalagi saat melihat karakter Melly yang ceriwis, centil dan fashionable. Di jamin anak-anak akan sangat terhibur di masa liburan mereka dengan nonton Film Koki Koki Cilik 2 ini.

Untuk itu, pastikan kamu nonton bersama keluarga, ayah ibu, adik, kakak dan teman-temanmu di saat liburan ini ya. Jangan lupa, Film ini sebentar lagi akan tayang di  bioskop-bioskop secara serentak mulai tanggal 27 Juni 2019. Yuk! Isi liburanmu dengan kegiatan yang bermanfaat.   

      Sebagai gambaran, berikut trailer filmnya



Minggu, 05 Mei 2019

Ambu, Film Tentang Cinta Kasih Ibu Yang Istimewa


Saya sudah sering nonton film yang bercerita tentang kisah Ibu. Namun Ambu, adalah film yang juga berkisah tentang Ibu yang sangat istimewa menurut saya. Ada 3 hal istimewa yang saya dapatkan ketika menontonnya dalam acara Press Screening nya di Plaza Senayan, Rabu 1 Mei 2019.


Pertama. : Jalan ceritanya sulit ditebak dan sungguh mengharukan, hingga saya dan penonton lainnya tak mampu membendung airmata menetes di pipi. Cerita dibuka dengan keputusan Fatma (diperankan oleh Laudya Cynthia Bella) untuk menjual usaha cateringnya, lalu mengajak anaknya Nona (diperankan oleh Lutesha) pulang ke rumah Ambu alias neneknya Nona ke kampung asalnya Baduy. 


Ambu Misnah (diperankan oleh Widyawati) merasa sangat terkejut melihat kepulangan anaknya, yang telah pergi tanpa seijinnnya selama 16 thn lamanya. Sebagai seorang Ibu ada perasaan marah, senang dan sakit hati saat Misnah melihat kehadiran Fatma anaknya kembali. Marah mengapa setelah 16 tahun ia dilupakan sebagai Ibu dan sakit hati karena dulu Fatma pergi begitu saja dengan seorang mahasiswa bernama Nico (diperankan oleh Baim Wong) tanpa meminta restu darinya. Walau begitu, tetap terselip rasa senang di hatinya, karena anak yang ia rindukan pulang. Tapi tak ia tampakkan rasa senang itu di hadapan Fatma, karena masih marah dan sakit hati mengingat kelakukan anaknya. Dan kemarahan itu bertambah saat Misnah tahu alasan Fatma pulang yaitu karena telah bercerai dari suaminya dan menderita kanker akut. Sehingga ucapan kemarahan itu dilontarkan Fatma dalam sebuah kalimat 

“Kau hanya menumpang lahir dan mati di sini. Tapi tak pernah merasakan hidup bersamaku.”

Akhirnya Ambu Misnah tetap menerima kehadiran Fatma anaknya, tapi tetap bersikap dingin. Fatma berusaha untuk mendekati Ambunya lagi, walau Ambu masih marah padanya. Lewat sikap dan bahasanya yang ketus pada Fatma. Cerita tambah menghanyutkan lagi ketika sakit kanker Fatma kian parah dan Ambu Misnah tidak tega melihatnya. Akhirnya Ambu Misnah tidak bisa menipu hati nuraninya sebagai seorang Ibu yang tetap akan menyayangi anaknya, bagaimanapun sikapnya dulu. Penuh kasih sayang, Ambu memandikan Fatma yang sedang sakit dengan berurai airmata. Pas adegan inilah saya akhirnya tidak kuat dan langsung nangis tanpa bisa dicegah. Ditambah lagi karakter para pemainnya yang sangat kuat dan sudah tak diragukan lagi aktingnya.



Dua. Setting ceritanya sungguh eksotis yaitu di di daerah pegunungan indah Rangkasbitung kampung Baduy luar Lebak Banten. Kampung dimana keindahan alamnya masih begitu indah dan alami. Kearifan lokal Kampung Baduy luar benar-benar di tonjolkan disini. Memang misi dalam membuat film ini untuk mengajak penonton untuk lebih mencintai dan menghormati alam Sehingga penonton bisa melihat sisi budaya yang berbeda dan kedalaman makna dari budaya Baduy. Dari situ penonton bisa belajar budaya Kampung Baduy yang unik, begitu mencintai dan menjaga kelestarian alam, juga masih taat pada peraturan. Kita benar-benar terbawa oleh suasana alam yang masih natural di film ini. Seperti tidak menggunakan listrik dalam kehidupan sehari-hari, menghindari penggunaan bahan kimia seperti sabun dan shampo. Handphone juga dilarang penggunaannya. Benar-benar klasik dan masih alami.



Ketiga. Di dukung oleh Soundtrack lagunya yang dinyanyikan oleh Widyawati berjudul “Semesta Pertamaku” Sungguh menambah anti klimaks dalam cerita Ambu (Ibu)  ini. Berikut cuplikan lagunya

Akhir kata, pesan cerita di film ini sangat menyentuh bahwa kasih ibu takkan pernah putus walaupun apapun yang pernah diperbuat oleh anaknya. Untuk itulah mulai sekarang mari kita hargai, hormati dan sayangi ibu kita sepenuh hati. Orang pertama yang akan selalu ada disaat kita senang maupun menderita.

Jumat, 19 April 2019

Makhluk Tak Berdaya Yang Mengajarkanku Arti Keikhlasan



Berbagi itu tak menunggu mapan. Berbagi tak akan membuatmu jatuh miskin. Dan berbagi selain melembutkan hati dan mengasah rasa empati, juga akan mendapatkan ganjaran pahala di akhirat kelak dari Allah. So, #jangantakutberbagi


Banyak orang yang suka memelihara kucing karena binatang ini sangat lucu, manja dan menggemaskan. Namun ada juga yang kurang suka dan peduli pada binatang ini, termasuk diriku dulu. Tapi entah mengapa, tiba-tiba seekor anak kucing muncul di rumahku. Herannya walaupun aku tak peduli padanya, kucing ini enggan pergi dan betah di rumah kami. Lama-kelamaan muncul rasa kasihan padanya, saat melihat mukanya yang memelas itu. Aku pun tergerak untuk memberinya makan, padahal dulu tak perduli dan malah sering mengusir kucing yang masuk ke rumah. 


Awalnya kasihan, lama-kelamaan entah mengapa,  muncul rasa sayang pada kucing-kucing ini, yang tak jua mau pergi dari rumah alias betah. Disitulah aku sadar bahwa bukan aku yang memilih kucing ini, tapi dialah yang telah memilihku sebagai majikannya.  Akhirnya tanpa dikomando, setiap hari rajin kuberi makan dan selalu ingat membelikan ikan khusus buat mereka ketika ke pasar. Hari berganti hari, aku pun menjadi dekat dan sayang pada kucing-kucing di rumah. Sebaliknya kucing-kucing ini pun seperti tahu disayang dan diperhatikan olehku dan suami, hingga suka bermanja-manja pada kami, termasuk pada anak-anak. Ajaib memang, dari yang tidak suka kucing, diriku menjadi sayang dan perhatian. Bahkan rela menyisihkan uang belanja dan jatah bulanan  agar bisa membelikan kucing-kucing kami ikan.



Kucing-kucing kami pun tumbuh besar dan ada yang melahirkan banyak anak yaitu sampai 6 ekor. Sempat terpikir betapa makin repotnya aku, karena dengan bertambahnya kucing di rumah, berarti biaya untuk memberikan makannya juga bertambah. Tapi mau dibuang kok tidak tega yah. Akhirnya kupelihara semua walau agak rempong. Apalagi setelah agak besar, kucing yang kuberi nama Kittun ini melahirkan lagi, hingga berjumlah sebelas ekor di rumah. Uang belanja bulanan sempat terganggu dan naik turun. Akibat pengeluaran yang bertambah hingga aku ingin menyerah. Namun niatku dan suami untuk membuang kucing lagi-lagi tak sampai hati kami lakukan. Sementara disisi lain aku merasa tak enak hati pada pak suami, karena uang belanja yang cepat habis sebelum gajian. Pak suami sendiri juga sudah berusaha maksimal memberikan gajinya untuk biaya hidup kami sekeluarga.


Belum hilang kepusingan kami, tiba-tiba suatu malam terdengar suara anak kucing mengeong-ngeong dengan begitu memelasnya. Saat kami hampiri, terlihatlah 2 anak kucing yang baru lahir di dalam kantong kresek. Astaghfirullah! Siapa yang tega gerangan membuang anak-anak kucing ini di depan rumah kami? Bahkan ari-arinya saja belum lepas semua, yang lebih miris lagi, dibuang tak bersama induknya, padahal mereka masih harus menyusui. Saya dan Pak suami pun lagi-lagi tidak sampai hati, lalu memberikannya susu khusus kucing pakai botol dot kecil. 



Suatu hari saya kembali diikuti seekor anak kucing di pasar yang tengah mengeong-ngeong lapar. Lagi-lagi saya tidak tega dan memutuskannya untuk membawanya pulang. Begitu juga Pak suami yang juga tidak tega mendapati seekor anak kucing mondar-mandir di jalan dengan tubuh yang kurus dan perutnya kempes karena tidak makan. Sementara kendaraan roda dua dan roda empat lalu lalang tak peduli, hingga hampir menabrak anak kucing yang kebingungan ini. Pak suami pun segera mengambil dan membawa pulang anak kucing tersebut, takut ini kucing ketabrak motor atau mobil. Akhirnya jumlah kucing di rumah pun kian bertambah hingga belasan ekor. 

Di tengah keraguanku akan niat untuk terus berbagi pada hewan tak berdaya ini, aku pun di sadarkan oleh kisah seorang bapak penyayang kucing. 



Beliau rela menyisihkan uangnya demi bisa memberikan makan kucing-kucing yang ada di pasar. Padahal beliau hanya seorang penjual sandal jepit di kaki lima. Subhanallah! Sebagai ganjaran dari Allah, Bapak tersebut mendapatkan rejeki umroh dari salah satu instansi. Cerita lengkapnya bisa ditonton di link Youtube ini.


Bahkan ada seorang ibu rumah tangga yang hidup sederhana, namun sanggup memelihara kucing di rumah hingga 200 ekor. Semua biaya perawatan untuk kucing mulai dari pengobatan hingga makannya, diambil dari kocek sendiri, meski ada yang memberikan donasi tapi hanya sedikit. Ckckckckc!...Salut! namanya Rumah Kucing Parung, yang juga menerima dengan senang hati bila ada yang mau donasi ke rek berikut



Sebab beliau harus membeli puluhan kilo makanan kucing kering dan basah setiap harinya.



Ternyata perjuangan dan pengeluaran saya dalam merawat kucing tidak ada apa-apanya dibandingkan Bapak penjual sandal diatas dan ibu yang sepenuh hati ini meski bukan orang kaya. Kisahnya tonton di link Youtube berikut. 





        
Sejak itu aku hanya bisa  berdoa sambil meyakini diri bahwa tidak akan jatuh miskin bila aku terus berbagi pada semua mahkluk Tuhan, salah satunya kucing. Alhamdulillah Allah membukakan jalan dengan kutemukannya sebuah komunitas pecinta kucing. Dimana grup ini bisa saling menghibahkan kucing yang sudah terlalu banyak dan tidak sanggup lagi kita urus. Para anggota yang memang penyayang kucing, akan dengan senang hati mengadopsi kucing yang kita berikan dengan merawatnya sepenuh hati. Akhirnya beberapa kucing aku lepaskan agar lebih terawat secara maksimal. Walau agak berat dan sedih karena sudah terlanjur sayang. Namun daripada dibuang ke jalan, kasihan nasibnya akan terlantar pikirku. Jadi bagi teman yang menemukan kucing di jalan atau sudah terlalu banyak kucing di rumahnya, maka bisa bergabung di grup ini. Berikut link fb Komunitas Adopsi Kucing


Ibu ini tiap hari ke pasar hanya untuk mencari sisa2 makanan buat kucing2 jalanan di rumahnya. Subhanallah

Setidaknya bila kita tidak mampu berbagi dengan uang,  bisa dengan imformasi yang bermanfaat, salah satunya info grup ini. 

  

Aku tahu, seberapa banyak pun memberi sesuatu pada kucing, tak akan pernah balas diberi oleh kucing. Walau ucapan terima kasih sekalipun. Belum lagi bila ada kucing yang buang kotorannya sembarangan. Rasa jengkel pasti pernah menghinggapi, namun tak pernah sampai terlontar niat untuk memarahi apalagi sampai memukul mereka. Tapi, begitulah cara Tuhan mengajarkanku makna memberi yang sesungguhnya, yaitu tanpa mengharapkan imbalan alias memberi tanpa pamrih. 


 Caby yang dirawat inap di klinik hewan, sebelum akhirnya meninggal

Jadi keikhlasanku dalam memberi benar-benar di uji. Berbeda bila aku memberi sesuatu pada temanku atau orang sekitarku, maka mereka bisa membalasnya di saat aku membutuhkan. Karena tak selamanya memberi barang harus mendapatkan imbalan barang juga. Sebagaimana memberi kucing ini makan, namun ia membalasku dengan membuat hati terhibur dan senang dengan kehadirannya.  



Soal rejeki, entah mengapa selalu ada saja lewat jalan manapun, ketika keuangan kami sudah mepet padahal harus tetap menyediakan makanan untuk kucing. Dari situlah saya semakin yakin bahwa tidak akan pernah kekurangan bila kita terus berbagi dengan ikhlas. Bisa dengan sedekah langsung kepada semua mahkluk Tuhan yang membutuhkan atau melalui lembaga yang menerima sedekah kita salah satunya yang saya tahu lewat salurkan donasi ke Dompet Dhuafa

Demi menekan populasi kucing di rumah, akhirnya kami putuskan untuk mensterilnya, agar tidak beranak pinak dan terancam tidak terurus. Selain kasihan dengan kucing betina yang capek melahirkan terus. Jadi selain berbagi dengan ikhlas dan tulus, kita juga harus berdoa, berikhtiar dan berusaha agar terus bisa berbagi. Sebab sebuah kebaikan sekecil apapun, akan dibalas oleh Tuhan dan bisa menjadi ladang pahala kita kelak di akhirat. Amin….


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #JanganTakutBerbagi yang diselenggarakan oleh DompetDhuafa