Mom Blogger Community

Mom Blogger Community
Member Of MBC

Senin, 04 Oktober 2021

Pesan Cerita dari Film Squid Game

Drama korea ini lagi viral-viralnya di media sosial, sehingga saya jadi ikut penasaran untuk menontonnya. Squid game sendiri adalah   permainan anak-anak di Korea Selatan yang bernama permainan cumi-cumi. Dimana permainan ini dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing bertugas untuk menyerang dan bertahan. Kalau di Indonesia mirip dengan permainan sewaktu kecil bernama gobak sodor.



Setelah selesai nonton ampe seri terakhir, saya merasa takjub dengan ide cerita film ini, walau mengandung kekerasan dan ada adegan vulgarnya. Memang sebaiknya anak- anak tidak baik nonton film ini karena cocok untuk dewasa. Bagi remaja sebaiknya butuh pendampingan orangtua bila mau menontonnya. 


Namun sisi baiknya, film ini banyak memberikan makna hidup dan pesan inspiratif di dalamnya. Ceritanya sendiri tentang orang-orang yang terlilit hutang dan mengalami kesulitan ekonomi, hingga nekat ikut dalam permainan Squid Game, dimana taruhannya nyawa bila tereleminasi. 


Para pemain squid game


Ada 6 permainan yang harus diikuti sampai selesai demi mendapat hadiah uang yang lumayan besar. 


1. Permainan Lampu hijau dan lampu merah. Aturannya ketika diucapkan lampu hijau, maka para pemainnya harus berlari. Tapi ketika disebutkan lampu merah, maka pemain harus berhenti. Bergerak sedikit saja langsung di tembak mati. Pesannya jelas bahwa dalam hidup ini ketika saat bergerak yah bergerak (lampu hijau), dan saatnya berhenti yah harus berhenti (lampu merah). Kata lain jika lelah berjuang dan bekerja maka beristirahatlah. Memang hidup mau mengejar apa sih? Ampe ngoyo banget.


2. Permainan Gulali dimana para peserta di suruh memilih salah satu dari empat lambang yaitu bundar, segitiga, bintang dan payung. Lalu para peserta diberi gulali yang bergambar lambang sesuai pilihannya. Setelah itu diberi waktu untuk melepaskan lambang dari cetakan secara sempurna tanpa cacat sedikitpun. Bagi yang gagal sesuai perintah dan waktu yang ditentukan, lagi-lagi di tembak di tempat. Pesan yang terkandung bahwa setiap hidup adalah pilihan yang ada konsekwensinya.


3. Permainan Tarik Tambang, aturannya bagi tim yang kalah saat tarik menarik, maka akan langsung jatuh dan mati di dalam lubang yang berada di tengah-tengah. Pesannya bahwa tak selamanya mengandalkan kekuatan fisik bisa menang, tapi perlu strategi jitu dan tepat. Terbukti tim yang kurang kuat menang dalam cerita ini, karena tips jitu dari salah satu pemainnya.


4. Permainan Kelereng yaitu para pemain di suruh mencari pasangan. Lalu masing-masing diberi 10 buah kelereng. Aturan mainnya salah satu harus bisa mengalahkan lawannnya dengan mengambil kelerengnya lewat permainan, hingga dia berhasil mengumpulkan 20 kelereng. Pesan ceritanya betapa pentingnya berbagi (gganbu) dan kalaupun bersaing untuk lebih unggul, hendaklah secara sehat dan jujur alias tidak curang dan tanpa kekerasan.


5. Permainan menyebrang jembatan dimana para pemain di suruh mengambil nomor antrean untuk menyebrangi jembatan kaca. Tapi celakanya bila tidak hati-hati dan jeli, maka akan memijak kaca yang rapuh hingga mati dan terjatuh. Pesan sesungguhnya mati tidak menunggu nomor urutan atau usia kita. Kalau sudah ajalnya mau masih muda, bahkan anak-anak pun bisa meninggal duluan karena sudah takdir dari Tuhan.


6. Permainan Squid game yaitu akhir permainan untuk menentukan siapa yang beruntung membawa hadiah uang. Disini pesertanya tinggal 2 orang. Satu sebagai penyerang dan satunya sebagai orang yang bertahan atau si penghadang agar si penyerang tidak berhasil sampai ke gambar cumi-cumi. Bagi yang tidak mampu bertahan alias kalah akan ditembak mati seperti aturan permainannya. Sehingga menghasilkan satu pemenang utama yang akan membawa pulang hadiah uang puluhan miliar won. 


Sumber suara.com


Ckckckck, permainan yang benar-benar menguji keberanian dan nyali karena bagi yang kalah, nyawalah taruhannya. Pesan cerita yang saya tangkap bahwa untuk sukses perlu adanya kerja keras dan keberuntungan. 


Kesimpulan besar cerita ini yaitu jangan mudah berhutang dan serakah soal harta yang tidak akan di bawa mati. Ujung-ujungnya akan susah sendiri berujung penderitaan. Jadi ingat cerita seorang teman yang di teror dan diancam mau dibunuh gara-gara pinjaman online.

Sabtu, 24 Juli 2021

Serunya Liburan Bersama Paddle Pop

 Para bunda pasti senang melihat anaknya bisa tumbuh sehat dan bisa bermain dengan gembira. Yup! Bermain bagi anak adalah sebuah kebutuhan. Sebab lewat bermain anak bisa bebas berekspresi. Manfaat bermain juga sangat baik untuk anak yaitu bisa memancing kreativitas anak dan melatih bekerjasama. 




Namun tantangan bagi orangtua di jaman milenial ini adalah gadget yang bisa membuat kecanduan pada anak bila tak dibatasi. Akibatnya anak kurang aktif secara motorik dan fisik. Padahal bermain di luar ruangan bersama teman juga penting. Selain membuat anak banyak bergerak, juga belajar bersosialisasi dan toleransi dengan teman sebayanya. Apalagi bagi anak usia dini yang tugasnya adalah bermain. Dimana bermain dengan menggunakan permainan yang tepat, banyak fungsinya bagi anak diantaranya:


1. Meningkatkan ketrampilan bahasa dan berkomunikasi.


2. Meningkatkan ketrampilan sosial-emosional 


3. Meningkatkan ketrampilan kognitif


4. Meningkatkan ketrampilan fisik dan motorik.


 Bersama bunda Enno Lerian dan Abby

Faktanya di masa kini, masih saja ada orangtua yang menganggap masa depan dan pendidikan anak sebagai sesuatu yang sangat penting diraih sehingga mereka menginginkan anak untuk selalu belajar dan mengurangi waktu bermain. Bandingkan dengan beberapa tahun silam. "Di tahun 1950-an, anak-anak bebas bermain. Jika anak-anak hanya tinggal di rumah, sang ibu akan mengatakan 'pergilah keluar dan bermain', karena tempat alami untuk anak-anak adalah berada di luar," kata Peter Gray, profesor penelitian psikologi di Boston College seperti dikutip dari Healthday.

Padahal kurang bermain dapat memberikan dampak serius pada kesehatan mental anak. Dikutip dari Brightside.me, berikut sejumlah pengaruh buruk kurang bermain pada anak yaitu : 


1. Kurang bermain memperlambat perkembangan anak. 


2. Kurang bermain menyebabkan kurangnya kontrol emosi anak.


3. Kurang bermain mengurangi kemampuan anak membuat keputusan dan mudah dipengaruhi oleh orang lain.


Nah, dimasa pandemi yang mengharuskan anak hanya di rumah saja, tentu membuat anak jadi bosan karena tidak bisa bermain di luar rumah bersama teman sebayanya. Apalagi anak yang cenderung aktif seperti Alisha anak saya. Jadilah anak lebih banyak bermain gadget untuk mengusir kejenuhan. Anak memang jadi lebih anteng, tapi orangtua yang akhirnya uring-uringan, termasuk saya. 





Ketika Paddle Pop mengadakan liburan secara virtual ke Planet Mochi, saya pun langsung mendaftar. Kegiatan dibuka dengan bernyanyi bersama. Kemudian kita diajak ke Planet Saturnus secara virtual. Ternyata asyik sekali bisa mengajak anak menjelajahi Planet Saturnus sambil bermain. Dimana anak belajar secara happing fun dalam memperkenalkan Fakta Planet Saturnus yaitu 


1. Ukuran planetnya besar, tapi ternyata beratnya ringan.


2. Ternyata bentuk cincinnya terbuat dari bongkahan es.


3. Memiliki 62 Satelit dan yg paling besar itu namanya Titan


4.. Saturnus mengelilingi matahari butuh 29 tahun. Wow! Lama juga yah. 


6. Rotasi Planet Saturnus hanya 10 jam dibandingkan dengan bumi yang 24 jam


Tak hanya itu, selain berpetualang, anak-anak dimintai menggambar dan mewarnai sambil diberi penjelasan. Kemudian yang paling seru adalah tutorial membuat permainan tv kardus. Ternyata mudah sekali cara membuatnya dimana bahan-bahannya terdiri dari kardus bekas dan gambar-gambar planet yang sudah diwarnai. Setelah itu anak-anak diajak menghias es krim Paddle Pop. Acara pun kemudian ditutup dengan bernyanyi lagi bersama-sama. Saking serunya, tak terasa liburan virtualnya selesai. Anak-anak dan ibu pun sama-sama senang. Horeee!






Selasa, 01 Juni 2021

Yuk! Mengenal dan Mencegah Kusta



Masih banyak yang beranggapan bahwa kusta adalah penyakit kutukan. Mitos menyesatkan ini tentu membuat penderita kusta semakin dikucilkan. Hal inilah yang menjadikan banyak orang-orang yang ditengarai memiliki gejala kusta jadi sungkan untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan. Akibat minimnya informasi seputar penyakit ini. Padahal penyebab kusta adalah bakteri Mycobacterium Leprae yang bisa berkembang dimana saja, hewan maupun manusia (biasanya melalui jalur pernafasan).  Adapun menurut WHO, Indonesia masih menduduki peringkat 3 penyakit kusta terbanyak di dunia setelah India dan Brasil


Sebenarnya Apa Sih Kusta Itu?


Kusta merupakan suatu penyakit kelainan kulit yang dapat menular. Walau prosentase untuk menularkannya pada orang lain sangat rendah. Namun bila penyakit ini tidak segera diobati, maka dampaknya tidak main-main kalau sudah parah, yaitu bisa menyebabkan cacat pada tubuh penderita. Umumnya yang di serang tangan, kaki dan mata. Serem sekali yah. Penularan kusta sendiri hanya bisa terjadi jika ada penderita yang belum sembuh atau tidak berobat lalu bersentuhan atau melakukan kontak dengan orang lain alias tidak berjarak. Sekilas memang mirip dengan penularan wabah covid-19. Untuk itu kita perlu mengenali gejala-gejalanya



Berikut Gejala Kusta


1.  Muncul luka di daerah jari kaki maupun tangan


2.  Otot semakin melemah


3. Muncul lesi atau keadaan jaringan yang abnormal pada tubuh yang berwarna pucat


4. Mata lebih terasa kering dan jarang berkedip


5. Terjadi gangguan pada area hidung. 


Bila muncul gejala-gejala seperti yang disebutkan, maka segeralah ke puskesmas terdekat untuk berobat. Sebab jika kusta sudah menyerang sistem saraf, kita akan kehilangan sensasi rasa sakit alias mati rasa. Diikuti gejala hilangnya jari kaki maupun tangan. Dengan rajin dan rutin untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan, seperti puskesmas, dll, maka kusta dapat disembuhkan.


Pencegahan Kusta


Berhubung belum ada vaksin untuk mencegah kusta, maka penting untuk memperhatikan dan menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih yang di mulai dari diri kita sendiri. Sementara pemerintah dan lembaga non nirlaba sudah mulai melakukan gerakan terpadu dengan memberikan informasi serta penyuluhan kepada masyarakat, sekolah-sekolah dan daerah tertinggal. 


Perlu diketahui bahwa penyakit kusta sendiri ada dua macam, yaitu kusta basah dan kering.  Dimana kusta kering ditandai dengan bercak putih seperti panu, jumlahnya sedikit dan mati rasa. Sedangkan kusta basah, lebih banyak bercak dan berwarna kemerahan serta terjadi penebalan kulit. Untuk pemulihan kusta basah tentu lebih lama dari kusta kering.


Jadi jangan terlalu panik atau sebaliknya, menganggap remeh penyakit kusta. Jaga selalu imunitas tubuh dan kebersihan diri juga lingkungan, agar terhindar dari penyakit ini.


Selain tindakan pencegahan, kita juga bisa membantu untuk menghentikan penyebaran kusta, juga untuk mendorong OYPMK agar bisa hidup normal dengan cara sebagai berikut:


1. Sebaiknya memakai masker di tempat umum.


2. Usahakan Untuk Menjaga jarak dengan orang lain di tempat umum.


3. Aktif memberikan edukasi tentang keterampilan online sehingga OYPMK tidak perlu malu ataupun khawatir kalau harus bertemu dengan orang lain.


Mengingat dampak kusta bisa mengakibatkan disabilitas, maka pemerintah berupaya memudahkan dalam penerimaan karyawan berdasarkan kemampuan bukan kondisi fisik yang cacat. Seperti yang sudah dilakukan perusahaan jawa pos di Kabupaten Bone dalam merekrut pekerja jasa seperti editor, penerjemah, layouter dsb. Hal ini bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain. 




Rabu, 19 Mei 2021

Resep Cemilan Enak dan Kekinian di Snack-desserts.id

 Bagi seorang ibu, tentu ingin membuat cemilan yang enak dan disukai keluarga. Selain lebih hemat juga sehat karena tahu kualitas bahan yang digunakan. Saya termasuk ibu yang rajin browsing resep untuk membuat aneka masakan termasuk cemilan sehat. Apalagi di jaman digital sekarang dimana dengan mudah kita temukan resep masakan apa saja salah satunya lewat youtube. Namun tak semua resep yang disajikan mudah dalam pembuatannya, hingga kita udah malas duluan. Belum lagi rasanya yang kurang enak hingga jadinya terbuang.


Nah, ketika saya menemukan website Snack-desserts.id, matanya saya langsung berbinar. Wow! Menu cemilannya enak-enak semua, bahkan ada yang kekinian seperti korean garlic dan burn cheese toast bread. Tapi, susah gak yah, pikir saya. Ternyata setelah saya coba, bikinnya gampang banget alias gak rumit seperti resep yang sering saya lihat. Akhirnya saya ketagihan dengan mencoba bikin nasi gurih keju. Enaknya di website ini banyak resep menggunakan produk favorit anak-anak dan keluarga. Seperti keju kraft, oreo, biskuat, cokelat cadbury dan toblerone kesukaan saya hehehe. 


Kebetulan Anak saya Alisha suka banget makan keju. Makanya kalau diajak makan di luar seperti di mall atau resto pastinya mintanya nasi keju. Saya pikir kenapa gak bikin nasi keju sendiri ya, biar Alisha makannya lebih lahap. Sebab Alisha makannya agak susah dan pilih-pilih. Jadi ketika saya menemukan resep nasi gurih keju di website snacks-desserts.id, langsung deh di eksekusi.


Adapun bahan-bahannya sbb :


1.Nasi putih satu piring


2. Ayam suwir 50 gr


3. Keju parut 20 gr


4. Daun bawang iris satu batang


5. Saos tomat


7. Kecap manis


8. Lada, gula dan garam


9. Margarin satu sendok makan



Tutorial cara membuatnya bisa dilihat di Ig saya

Nasi gurih keju


Beruntungnya saya menemukan situs snacks-desserts.id Sebab resep-resepnya selain mudah dibuat, bahannya juga gampang lagi ditemukan di toko semacam indomaret dan supermarket terdekat. Kita juga bisa menemukan menu #SnackLebaran dan #DessertLebaran loh. Saya juga masih ingin mencoba resep lainnya. Sudah saatnya kita #NgemilBijak dengan resep di snacks-desserts.id terutama saat lebaran bisa coba resep untuk #NgemilBijakLebaran. Ada resep cadbury cookies dan melted oreo stick. Resep kue lebaran lainnya bisa dilihat sendiri di situsnya.


Oh ya, tak hanya resep buat cemilan aja, tapi juga ada resep makanan utama. Selain itu resep yang ada bisa buat inspirasi kuliner usaha loh. Bagi yang suka memasak, bisa mencoba resep cemilannya dan dijual secara online maupun offline. Kalau yang pemula alias baru belajar masak, juga bisa mencoba resep-resepnya karena mudah cara pembuatannya. Bagi yang ingin mencoba menu baru, website ini bisa jadi pilihan. Siapa tahu setelah ini para ibu termasuk saya jadi semakin senang memasak makanan dan cemilan sehat di rumah. Hitung-hitung belajar sambil berjualan dari rumah.  


Menurut saya, berbisnis makanan peluangnya lebih besar. Lihat saja semakin menjamurnya bisnis kuliner dan rata-rata laris. Apalagi bila kita kreatif menciptakan menu baru. Orang-orang akan penasaran untuk mencoba rasanya. Seperti cemilan seblak yang kini sudah banyak variasinya. 


 Yuk! kita coba, gampang kok😊. Tinggal berkunjung ke website snacks-desserts.id lalu daftar jadi anggota agar bisa melihat semua resep pilihan para chef. 


Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Tentu dimulai dari bahan yang sederhana dan modal yang kita punya. Dibarengi usaha dan doa serta terus berinovasi. Insya Allah terbuka pintu rejeki baru bagi yang mau berusaha. Semangat! Untuk kita semua para ibu demi keluarga.









Senin, 03 Mei 2021

Mudik, Momen Indah Anak Rantau

 


Bagi anak rantau sepertiku, momen mudik adalah momen yang paling ditunggu. Aku rasa, semua anak yang nge-kost dan sekolah di rantau pasti juga menantikannya. Merasakan betapa repot dan bahagianya persiapan menjelang mudik. Mudik yang hanya bisa dilakukan setahun sekali menjelang lebaran atau saat libur sekolah. Repot harus ngepak barang-barang beserta oleh-oleh. Bahagia membayangkan sebentar lagi akan bertemu orang tua dan sanak keluarga. Meskipun harus ngantri berjam-jam di Merak saat penyebrangan yang biasanya berkali-kali lipat lebih padat dibanding hari biasanya. Ya, iyalah semuanya pada pengen mudik dan berlebaran bareng keluarga. Tapi capek dan lelah diperjalanan akan segera terobati begitu sampai disambut keluarga. 


Rasanya aku udah lama enggak merasakan serunya mudik lewat jalan darat semenjak tinggal di Jakarta. Sekalinya mudik, naik pesawat tahu-tahu udah nyampe. Dan enggak bisa tiap tahun karena ongkosnya mahal. Bahkan dulu aku pernah berlebaran dijalan ketika enggak kebagian tiket Bus, hingga dapatnya pas mau lebaran. Jadi merasakan gimana harunya shalat di mushalla dalam perjalanan menuju Sumatera saat takbiran berkumandang. Kayaknya kalau sekali-kali pulang ke Medan lewat jalan darat lagi seru kali ya. Sembari nostalgia dan menikmati pemandangan sepanjang jalan melewati Merak, Bukit tinggi dengan Danau Singkaraknya. Merasakan adrenalin terpacu saat melewati kelok sembilan, yang bisa bikin pusing dan perut mual. Hehehehe 


Sesampainya di rumah setelah berpelukan melepas rindu ama Mamak, nenek dan abangku, hal selanjutnya yang kulakukan sudah tentu mandi sepuas-puasnya. Badan lengket dan bau selama diperjalanan bikin enggak betah. Meskipun sebelumnya udah mandi di toilet umum, rasanya beda aja rasanya dengan mandi di rumah sendiri. Setelah itu koyo-koyo (ngobrol-ngobrol ngalor-ngidul kalau dalam bahasa Medan) ama abangku Rudy yang suka ngebanyol. 

“Dek, tahu enggak? Setinggi-tingginya bangau terbang, masih tinggi?”

“Apa Bang?”

“Yah,  pesawat terbanglah. “

“Yeeee abang bisa aja hihihihi, aku hanya bisa ngikik. Atau 

“Kalau ketemu orang keleng (orang India Tamil yang ada di Medan) sama ular, mana yang lebih dulu diusir?” Aku lagi-lagi geleng-geleng sambil berkerut enggak tahu jawabannya. 

“Yah orang keleng lah,” jawab Bang Rudy

“Kok bisa Bang,” tanyaku penasaran

“Soalnya orang keleng lebih licin dari ular. Maksudnya lebih pinter berkelit alias banyak SJ nya kalau kata orang Medan.

Aku pun tak dapat menahan tawa. 


Kadang bang Rudy suka ngajakin nonton Warkop Dono, Kasino Indro kesukaannya. Bahkan suka ngasih duit buat nonton film Warkop terbaru yang lagi diputar di bioskop. Waktu itu kalau enggak salah judulnya Lupa Aturan Main, yang menurut Bang Rudy ceritanya paling lucu diantara cerita Warkop lainnya. Apalagi sountrack film Warkop suka bikin laper 


“Pepaya, Mangga Pisang jambu.....”


 Selain suka bikin ketawa dengan cerita kocaknya yang ada aja, abangku ini juga terkenal jahil dari kecil. Gimana enggak jahil? Kalau ayam-ayam milik tetangga di lepas, tuh gerombolan ayam segera dihalau masuk kehalaman rumah sama bang Rudy. Menurut cerita Mamak,  tetangga yang punya ayam pun bingung nyariin di kira ayamnya hilang di curi orang. Mamak pun marah-marah suruh ayam yang masuk halaman segera dikeluarin. Belum lagi kejahilan akut lainnya yaitu saat Bang Rudy ngerjain abangku Ivan yang hobi melihara ayam. 


Ceritanya Ivan, abangku sayang banget ama ayamnya. Saking sayangnya, tuh ayam sampai dikepit-kepit saat tidur. Kalau aku kan sukanya makan sama ayam. Nah Bang Ivan ini malah sukanya tidur ama ayam.  Suatu hari Mamak masak ayam enak banget, sampai-sampai Ivan abangku makannya nambah-nambah.


“Lezat banget ayamnya ya, Mak,” ucap Bang Ivan sambil ngunyah ayam ke tulang-tulangnya.

“Ya iyalah, itu kan ayam kau yang kami potong,” jawab Bang Rudy tanpa merasa bersalah. 


Spontan Bang Ivan langsung terdiam lemas dan mendadak hilang selera makan. Padahal tuh ayam udah masuk banyak ke perutnya. Akhirnya Bang Ivan pun marah-marah dan nangis bombay dengan suara memelas ingat ayam kesayanganya mati disembelih secara mengenaskan. Untung enggak ada pohon, kalau enggak Bang Ivan udah kayak di film-film India gitu. Nangis sambil nyanyi sampai bersandar dan meluk-meluk batang pohon.  


Beberapa hari abangku Ivan enggak enak tidur dan enggak enak makan kayak habis putus cinta or ditingal mati pacar. Mamak yang enggak tega dan enggak ngerti kalau ayam dari  Bang Rud yang ia potong itu ayamnya Bang Ivan, berusaha menghibur dan menjanjikan akan membelikan ayam peliharaan lagi. Tapi Bang Ivan menolak karena trauma. Aku pun ngakak ketawa saat Bang Rudy cerita kalau dia emang sengaja ngasih ke Mamak ayamnya Bang Ivan untuk dipotong.  


Kalau sampai pas lebaran, aku segera bergabung ama keluarga mengenakan baju baru untuk bertamu ke saudara-saudara di Medan. Atau langsung menyantap menu lebaran seperti ketupat sayur, lemang tape dan rendang.  Apalagi nenekku pinter masak terutama rendang padangnya. Masakan nenek memang jauh lebih enak dari masakan Mamak.  Maklum orang minang.  


Uniknya nenekku enggak pernah pakai resep kalau masak, jadi main ceburin aja sesuai yang ia kira-kira. Kuncinya terletak pada jampi-jampi nenek dalam masakannya semacam doa gitu deh. Jadi resepnya hanya nenek yang tahu karena selama nenek masak di dapur, enggak boleh ada yang ikut bantuin termasuk Mamak. 


Lucu juga yah nenekku hehehe. Padahal aku cucunya ini pengen diwarisin resep-resep rahasianya. Siapa tahu bisa buka rumah makan padang, pasti laris. Soalnya kalau nenekku jualan, yang beli dari pagi udah pada ngantri. Makanya enggak sampai siang lontong dan rendang buatan nenek sudah habis terjual. Pokoknyan ajib deh. Nenek juga pinter bikin lemang bakar yang dijual atau buat pesanan. Akibat Mamak enggak pernah boleh ikutan masak, akhirnya Mamakku lebih pintar nyuci baju dan bersih-bersih rumah daripada masak. Sama lah kayak aku yang bisanya cuma masak indomie sama telor ceplok tok.


Biasanya selama liburan di Medan, aku sempatin nyamperin teman bermainku waktu kecil. Walau terasa beda karena sudah enggak nyambung dari mulai topik obrolan dan hal lainnya. Tapi karena kangen, tetap aja penuh semangat aku samperin satu persatu ke rumahnya. Kalau dalam bahasa Medan bertandang. Tapi lama-lama aku merasa enggak seasyik dulu lagi hubungan pertemanan kami. Akhirnya setiap mudik, aku lebih banyak di rumah atau berkunjung ke rumah famili dari pihak Mamak dan almarhum abak (bapak) ku. Paling sesekali saja aku keluar nyamperin teman kecilku di gang Bakti. 


Meski begitu, nostalgia saat waktu kecil sampai merantau ke Yogya selalu indah untukku kenang. Meskipun akhirnya aku lebih banyak menghabiskan waktu dirantau. Mulai dari tamat SMP hingga menikah. Rindu pulang ke kampung sendiri memang selalu datang, bagaimanapun keadaan teman dan tempat kita dilahirkan dan dibesarkan. Namun bagiku semuanya enggak ada yang berubah, tetap baik dan ingat sama aku walau sudah banyak perbedaan pandangan hidup dengan teman. Pemikiran anak yang merantau menurutku umumnya jauh berkembang lebih pesat daripada yang hanya diam saja di kampung. Baik dari segi ilmu, pengalaman dan wawasan. Begitulah yang aku rasakan meskipun enggak semuanya anak rantau begitu. 


Aku ingat kalau saat bulan puasa, kami sudah janjian kalau habis sahur langsung ngumpul untuk main bola kasti di lapangan. Lapangan yayasan anak yatim yang berada tak jauh dari gang rumah kami. Padahal Mamak udah wanti-wanti habis sahur enggak boleh keluyuran kemana-mana. Apalagi saat sudah masuk sekolah lagi bisa kecapekan. Tapi namanya anak-anak, semakin dilarang malah  dilakukan, termasuk aku. Jadi begitu Mamak sudah tidur sehabis menutup pintu ruang depan, aku pun nyelinap diam-diam turun ke bawah. Kebetulan rumahku bertingkat. 


Sambil celingak-celinguk kayak maling, aku pun memutar kunci dan begitu pintu terbuka langsung kabur. Lari sekencang-kencangnya menuju lapangan agar tidak telat ikut main kasti. Rasanya kayak baru bebas dari penjara dan gembira tiada terkira akhirnya bisa ikut bermain bersama teman yang udah menunggu-nunggu. Begitu sampai, langsung bermain kasti penuh semangat walapun sedang puasa. Soal Mamak yang bakalan menunggu dirumah dengan cubitannya enggak aku pikiran. 


Tapi begitu selesai bermain dan hendak pulang, barulah aku deg-degan. Mamak udah bangun belum, ya? Atau Mamak  kecarian enggak, ya? Moga-moga saat aku sampai rumah, Mamak belum bangun. Bila doaku diijabah yaitu Mamak masih tidur, aku sujud sukur sambil ngebatin alhamdulillah enggak ketahuann...Tapi kalau sebaliknya, aku pun siap-siap mendapatkan omelan satu paket dengan cubitan Mamak di tangan dan kaki.


“Ampun Mak, enggak lagi-lagi,” jeritku kesakitan. Soalnya Mamak nyubit bukan sembarang nyubit, tapi pake diputer-puter nyubitnya. Sakitnya lumayan deh.

“Apa enggak lagi-lagi? paling besok dibikin lagi,” omel Mamak dengan marah. 

Memang benar sih walau udah kena cubit, beberapa hari kemudian aku kabur lagi saat sahur ke lapangan untuk main kasti. Atau kalau enggak bermain keluyuran bareng Ana, Yetti, Rima, Vita, Wiwik dan lainnya. Sampai kulitku keling kayak Manjula si orang India Tamil yang suka lewat jualan mahyong dan cenil di gang rumahku. Makanya aku sering dipanggil Manjula ama teman-teman dan keluargaku saking kelingnya.

“Hai Manjula.” Nasib...nasib....Kenapa enggak dipanggil “Hei Putri salju.” Gitu? Kan aslinya kulitku putih, perutnya doang maksudnya. Begitu aku pulang, Mamak udah berdiri di depan pintu sambil berkacak pinggang. Aku pun digiring ke kamar mandi setelah sebelumnya pahaku dicubit dulu. Lalu disiram sama air alias dimandiin Mamak sambil di repetin (diomelin dalam bahasa Medan) 

“Belum mandi udah ngelayap kemana-mana.”

Jadilah aku mandi sambil mewek kencang. 

“Ampun Mak, ampun. Udahan dimandiinnya, “ rengekku saat itu masih SD. Emang udah keliatan aku tuh dari kecil paling malas disuruh mandi. Ketahuannnn...

Itu soal kenakalanku yang hobi ngelayap ama males mandi. Kalau kata Mamak begini

“Kalau udah dengar suara temannya, pasti deh pantatnya gatal enggak bisa duduk tenang. Langsung kabur dan main sampai enggak ingat makan ama mandi. “

Makanya badanku kurus ceking karena lebih banyak mainnya daripada makannya. Apalagi kalau sudah disuruh tidur siang, suara Mamak sampai berbusa-busa nyuruh aku tidur. Aku anak cewek paling bontot yang banyak dikelilingi kakak-kakak cowok. Jadi pembawaanku sedikit tomboi dan cuek tapi manis. Tetep....


Akh, kampung halaman memang selalu rindu memanggil pulang. Moga pandemi segera berlalu agar bisa mudik lagi. Amin...





Senin, 08 Februari 2021

Kejutan di Hari Ulang Tahun

 Perkenalkan namaku Iir, duduk di kelas 2 SMA dan tinggal di asrama cewek. Memang sih setiap hari yang sering kulihat perempuan semua sampai bosan. Tapi tinggal di asrama ternyata seru juga loh. Apalagi kalau pas ada berita gosip yang lagi heboh.  Dan pagi ini berita yang aku dapat sungguh membuat penasaran. Kalau di koran mungkin sudah jadi headline. Berita bahwa anak asrama kembali mengalami kecurian alias hampir setiap hari ada saja barang yang hilang. Padahal sudah lama asrama aman terkendali. Mulai dari baju, jam tangan, barang pernak-pernik sampai duit gopek yang terletak di kamar anak asrama saja hilang. 


Berita santer ini membuat kami berusaha menjadi detektif kelas teri. Siapakah gerangan yang suka ngutil di asrama? Aku dan anak-anak yang ditugaskan untuk menyelidiki, jadi parno. Setiap anak selalu ditatap penuh selidik dan diawasi sedemikian rupa. Meeting di gelar di musala yang merangkap ruang serbaguna. Keesokan harinya saat bel istirahat berbunyi, kami segera ngacir ke asrama untuk melakukan penggeledahan. Yang paling penting, minta izin dulu pada penjaga sekolah biar gak dikira bolos. Tak sampai lima menit, kami sudah sampai di asrama. Jarak antara sekolah ke asrama memang cuma 100 langkah kaki orang dewasa. Kalau langkah kaki bayi, mungkin bisa sampai 10 ribu langkah. Apalagi kalo bayinya merangkak hehehe. 


Mulailah satu-persatu kamar anak-anak di periksa. Mulai dari isi lemari baju diperiksa, kasur yang dibongkar dan dibolak-balik, sampe periksa kolong tempat tidur segala. Biasanya setelah ini anak-anak asrama langsung manyun begitu tahu kamarnya berantakan. Mereka berusaha untuk mengerti bahwa tim penyidik sedang beraksi. Jadi enggak mungkin bisa marah. Setelah semua kamar diperiksa, tak ditemukan juga barang bukti. 


Sebelum kasus diteruskan ke mahkamah yang lebih tinggi, tiba-tiba terjadi perdebatan dan saling tuduh tanpa adanya bukti. Beberapa anak mencoba beralibi bahwa anak yang sudah insaf  itulah yang mengambil uangnya. Sebab barang bukti ditemukan di kotak peralatan sekolah si tertuduh. Kotak itu disimpan rapi di dalam kardus kecil yang ada di bawah tempat tidur.  Tertuduh memang dulu pernah mengambil barang teman-teman saat baru menjadi penghuni asrama. Waktu itu umurnya masih sangat muda, karena baru masuk SMP. 


Menurut pengakuannya, awalnya dia melakukan karena heran dengan barang-barang yang baru ia lihat. Maklum, dia berasal dari daerah terpencil. Istilahnya masih ndeso bin katrok. Jadi rasa heran inilah yang membuatnya ingin memiliki barang-barang bagus yang jarang ia temui di kampung. 

Seiring bertambahnya usia, ia mulai mengerti bahwa yang ia lakukan adalah salah. Hingga dia memutuskan untuk bertobat, dengan berjanji pada diri sendiri untuk tak mengulangi lagi perbuatan tak terpujinya itu. Beda dengan Salamah yang ngutil barang-barang asrama karena terpaksa. Kehidupan ekonominya tak sebaik anak asrama yang lain karena dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Apalagi menurut Salamah, setelah ayahnya menikah lagi, Salamah harus berbagi jatah dengan adik-adik tirinya.


Namun aku dan sebagian anak asrama dilema benar atau tidak. Karena pelaku mengaku bukan dia yang mengambil sambil berurai air mata. Uang itu memang sengaja dia simpan rapi untuk membeli barang yang ia perlukan. 


“Sejatinya kita enggak bisa menuduh orang sebelum ada bukti, sih. Takut terjadinya fitnah bila ternyata tidak benar. Bisa saja anak asrama yang lain, atau si pelaku yang dulu suka mencuri kumat lagi,” jelasku sok bijak di hadapan anak-anak.


“Iya nih, apalagi setahu gue, anak yang dituduh itu sudah benar-benar tobat dengan lebih banyak beribadah dan tahajud tiap malam. Kurang apa lagi coba bukti tobatnya yang sungguh sungguh itu,” timpal anak yang lain. 


Tapi tetap saja ada anak yang enggak percaya. 


“Halah, bisa aja salatnya itu cuma kedok doang biar dikira alim.”


 Aku dan yang enggak setuju hanya bisa mengelus dada dan ingin semua bisa terpecahkan. Apalagi para pelaku yang dicurigai enggak ada yang mau mengaku meskipun sudah dipaksa berterus terang di ruang sidang. Akhirnya, terjawablah siapa si pelaku ketika bapak asrama meminta kami semua minum air yang sudah didoakan. Bila yang meminum air itu pelaku sebenarnya, reaksi badannya akan gatal-gatal dan merah. Enggak nunggu lama, air tersebut bereaksi. 


Ternyata benar bukan Si A yang sudah tobat pelakunya. Anak-anak termasuk diriku sadar bahwa dalam hidup ini kita enggak boleh mudah menuduh orang lain sebelum ada bukti sahih. Enggak hanya itu, tak ada alasan bagi kita memvonis dan menjauhi seseorang yang pernah berbuat salah. Selama pelaku sudah menunjukkan iktikad untuk berubah. Enggak heran kalau mantan narapidana banyak yang galau kembali ke masyarakat meskipun sudah berubah lebih baik. Khawatir akan dijauhi dan enggak diterima lagi, apalagi sampai dikucilkan. Prihatin.


Aku kira kejadian soal pencurian sudah berlalu hingga kami semua termasuk diriku akhirnya bisa bernafas lega. Namun keesokan harinya,


“Ayo kita bongkar kamar dan kasur si Iir,” seru beberapa anak asrama. 


“Lho, ada apa ini? Kok tiba-tiba kasurku yang dibolak-balik?”


“Ada yang mengaku kehilangan dompet Ir, dan katanya ada yang menemukan di kamarmu.”


“What! Jangan asal tuduh dong. Ampun deh”


“Lebih baik kita buktikan bersama, apa ini fitnah atau bukan,” ucap salah satu anak asrama.


Sebelum tangsiku pecah, ternyata dompet yang hilang itu ada di bawah kasurku. Oh my God! Kok bisa? Kebayangkan kayak apa muka ini? Berganti warna dari hitam ke putih pucat pasi. Soalnya kulitku hitam, tapi hitam manis kayak gula jawa. Duh, kejam banget yang udah fitnah diriku hiks. Tanpa ampun aku digiring ke musala dan disidang disuruh mengaku.


“Aku harus mengaku apa? Wong tidak melakukan hal memalukan ini,” tangisku sambil kekeuh membela diri. 


“Halah! Mana ada maling yang mau mengaku, kecuali maling cinta hihihi.”


Gerrrrrr, suara tawa anak-anak membuatku semakin merasa terhina. Baiklah emak, aku harus melawan! Karena anakmu ini berada di pihak yang benar!


“Hai! Dengar ya semuanya. Gue enggak pernah niat ngutil, Soalnya duit kiriman gue lebih banyak dari kalian semua,” jawabku naik darah enggak terima. Sombongku pun kumat. Namun yang terjadi kemudian di luar dugaanku. Masih dalam posisi menunduk sambil menahan airmata karena malu


“Happy birthday to you, Happy Birthday Iir.”


Huwaaaa, baru sadar ternyata lagi dikerjain, baru ingat bahwa hari ini memang hari lahirku. Pengen marah dan nyumpah-nyumpah karena sudah berhasil buat diriku malu. Tapi yang ada aku malah nangis terharu. Sungguh! Kejadian hari ini tidak akan pernah aku lupakan sampai kapanpun sebagai kado terindah di hari ulangtahunku yang ke 17 tahun. Akhirnya satu-persatu teman asrama memberi selamat padaku yang kembali meneteskan airmata bahagia. Duhai Emaakkkk! Anakmu dapat kejutan ulangtahun yang bikin spot jantung nih, teriak batinku antara marah, malu tapi luarbiasa senang. 


Cerita ini adalah fiksi yang diikutsertakan dalam lomba blog menulis fiksi "Ulang Tahun" yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Semarang Gandjel Rel




Kamis, 05 November 2020

Olahraga Yang Aman Di Masa Pandemi

 Sejak wabah covid-19 merebak, kita diharuskan lebih banyak di rumah saja. Selain jenuh, tentu membuat kita jadi kurang bergerak dan olahraga. Sebab mau ke sanggar olahraga takut tertular virus corona. Saya pribadi pun mengalaminya, karena jadi takut pergi ke sanggar senam, sebab saya suka senam. Memang sih bisa senam di rumah, tapi lama-lama bosan juga tanpa menghirup udara segar di luar. Apalagi senam sendiri, membuat kurang semangat dibandingkan bila senam bersama anggota lainnya.

Sampai akhirnya suami mengajak bersepeda, dimana dia sudah lebih dulu bersepeda dengan teman-teman kantornya. Tadinya ragu dan takut karena sudah lama tidak naik sepeda. Tapi setelah dicoba ternyata seru juga dan lebih fresh rasanya. Walau sempat nyungsep dan lecet hohoho...


Menurut saya bersepeda adalah olahraga yang paling tepat saat pandemi karena bisa dilakukan sendiri, sehingga tidak perlu berdekatan dan menjaga jarak seperti berenang, senam, futsal, dan olahraga lainnya yang harus melibatkan banyak orang. Khusus untuk berenang aman kalau itu kolam pribadi.

Manfaat kesehatannya banyak diantaranya mampu meredakan stress, menyehatkan jantung, menurunkan risiko penyakit berbahaya seperti kanker dan diabetes, juga memperkuat imunitas tubuh. Apalagi di masa pandemi, yang membutuhkan ketahanan tubuh dalam melawan virus covid-19. Maka olahraga bersepeda sangat cocok dilakukan di musim wabah corona yang belum juga pergi. Oh ya, bersepeda juga mampu meningkatkan kemampuan sex loh. Itu kata suami, pantesan dia selalu semangat diajak temannya bersepeda ups!

Selain hal diatas, bersepeda juga mampu mempererat hubungan keluarga dan pasangan suami-istri. Tak heran toko sepeda laris diserbu pembeli di masa pandemi. Tak perlu jauh-jauh, kita bisa bersepeda di sekitar rumah dan kompleks. Yang penting rutin dan dibarengi minum air putih. Atau kalau ingin lebih jauh dan sekalian berwisata, bisa ke Kebun Raya Bogor. Di sana tersedia penyewaan sepeda dengan harga terjangkau yaitu 25 ribu untuk 1 jam.


Jadi dengan uang 40 rb yaitu plus tiket masuk kebun raya 15 ribu, sambil bersepeda, kita sekalian menikmati keindahan pemandangan. Bahkan para artis seperti Syahrini dan suaminya Reino Barak juga memilih bersepeda di Kebun Raya Bogor. Kebetulan Syahrini tinggal di Bogor. Kalau dari Jakarta kamu bisa naik kereta dulu dan turun di stasiun Bogor. Lalu naik angkot atau gocar ke Kebun Raya Bogor. Kalau bawa sepeda sendiri tentu sepedanya harus sepeda lipat, agar bisa dibawa.