Sabtu, 23 Desember 2017

Serunya Merayakan Hari Ibu Bersama Difabel

Ibu adalah sosok mulia yang akan selalu dikenang karena kasih sayang dan perjuangannya. Bahkan perjuangan itu takkan berhenti meskipun memiliki keterbatasan. Untuk menghargai betapa besar ketegaran seorang Ibu, perlu kita apresiasikan sebagaimana yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa di hari Ibu dengan tema “Ibu, Hari Ini Milikmu yang melibatkan puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Koperasi Masyarakat Tunanetra (KOMASTRA) Sabtu, 23 Desember 2018 di Balai Warga Tebet Utara.


Dalam acara sesi berbagi inspirasi, sebagai blogger yang turut diundang ke acara ini merasa terharu dan timbul berjuta rasa syukur. Bayangkan! Meski tak lagi bisa melihat, para ibu-ibu tunanetra tetap menjalani berbagai macam profesi mereka, demi menjaga roda perekonomian kehidupan keluarga mereka masing-masing. Kerasnya hidup mau tak mau mereka turun melanjutkan tongkat estafet dari peranan sang ayah dalam keluarga mereka. Banyak dari mereka berprofesi sebagai juru pijat dari rumah ke rumah, puluhan kilometer mereka jalani dari mulai pagi hingga menjelang malam, setibanya di rumah mereka harus menyiapkan makan malam bagi keluarga. Ketegaran dan ketulusan sosok Ibu tangguh seperti mereka dan ibu-ibu  normal lainnya inilah yang perlu kita apresiasikan





Apresiasi terhadap para puluhan ibu-ibu dalam acara ini dilaksanakan dengan memberikan pelatihan kecantikan serta make over yang diberikan oleh para relawan Dompet Dhuafa dan sudah terlatih.  Selain pelatihan kecantikan, ada juga pemberian tata cara berjilbab bagi para peserta. Menurut Arif RH sebagai manajer advokasi Dompet Dhuafa mengatakan,


"Dompet Dhuafa membantu meningkatkan kehidupan perempuan-perempuan Indonesia melalui program ekonomi, sosial, dakwah, dan kesehatan". Selain itu secara rutin Dompet Dhuafa memberikan bantuan sosial bagi difabel melalui program Difabel Mandiri. Ke depan kami akan melalukan advokasi kepada stakeholder pemerintah agar bs memberikan fasilitas dan pelayanan publik yang ramah bagi difabel", tambah Arif RH.

Dalam acara ini juga dimeriahkan dengan suguhan lagu dari grup Naura 


dan ibu-ibu tunanetra yang hadir.

 Ternyata perkiraan kita selama ini salah, bahwa penyandang tunanetra hanya bisa pijat saja. Terbukti banyak bakat lain dari mereka salah satunya dengan menjadi penyanyi seperti Ibu Siti Halimah yang bisa kita lihat juga di Youtube lagu-lagunya.


dan musisi seperti Mas Adrian Yunan Faisal yang dulu juga anggota sebuah band ternama. Sejak beliau didiagnosa tidak bisa melihat lagi, ia pun memiliki misi ingin menyemangati orang lain. Bahkan sejak tidak bisa melihat di tahun 2010, beliau mengatakan malah lebih banyak menghasilkan karya sebagai musisi. Dampak positif lainnya dia menjadi lebih peka, empati, serta berhasil menjadi orang baru.


“Rasa empati ini lebih terasa saat tidak lagi bisa melihat,” ucapnya pada peserta yang hadir.
Awal mula kejadiannya sehabis pulang dari tur keluar kota, esoknya paginya beliau tidak bisa melihat lagi. Tadinya ia down dan merasa tidak punya bayangan lagi akan masa depan. Namun seiring waktu beliau pun mencoba mensyukuri apa yang terjadi hingga terciptalah lagu tak ada histeria. Lagu yang menceritakan tadinya beliau masih menjerit di awal-awal tidak bisa melihat. Akhirnya beliau berharap akan tetap mensyukurinya walau nanti tetap tidak bisa melihat juga. Kini ia mampu bangkit dengan kesadaran bahwa penting menuai hidup dengan cinta. Peran Ibu sendiri bagi musisi Adrian Yunan diungkapkannya sebagai berikut,

“Ibu itu berkali-kali lipat lebih kuat dari ayah. Berkat Ibu juga saya bisa melewati berbagai hal karena ibu.”

                Hadir juga Dimas Muharrom founder Kartunet.com. Beliau seorang tunanetra yang berhasil mendirikan Kartunet.com hingga kini berusia 12 tahun berdirinya.


Peran Dompet Dhuafa sendiri tak hanya sekedar memberikan alat bantu, tapi juga modal usaha untuk para difable termasuk penyandang tunanetra yang dikenal dengan difable mandiri, Selain itu membantu Ibu-ibu-khusus ekonomi, yang merupakan bagian dari gerakan perempuan tangguh di daerah bekasi melalui ekonomi mikro. Acara ini menyadarkan kita bahwa semua Ibu di dunia berhak berbahagia dan merayakannya, tak terkecuali para Ibu yang memiliki keterbatasan seperti penyandang tunanetra. Oh ya, kita bisa turut memberikan donasi lewat Cara Mudah Berdonasi






5 komentar:

  1. Unik sekali cara memperingati Hari Ibu, Mbak. Dompet Dhuafa memang sejak dulu konsisten memberdayakan umat. Semoga konsisten dan kita bisa tiru karena cara donasi juga makin mudah dan praktis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak Rudi aswan makasih udah berkunjung😊

      Hapus
  2. Berbagi dgn cara yg tak biasa.. Bahagianya 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berbagi memang bisa bikin bahagia ya mbak desi namora🤗

      Hapus
  3. Sedih denger yg ttg mas adrian yunan. Mendadak banget ga bisa melihatnya yaaa.. Penyebabnya apa ga diketahui ya mba? Jd kuatir dengan mata sendiri, apalagi mataku juga minus parah..

    BalasHapus