Mom Blogger Community

Mom Blogger Community
Member Of MBC

Senin, 24 Juni 2019

5 Hal Penting Dalam Film Koki-Koki Cilik 2

Banyak film cerita untuk anak-anak beredar di bioskop dan televisi. Sebaiknya film yang ditonton anak haruslah memiliki hal penting dan penuh manfaat untuk anak. Tapi tak semua film memiliki poin-poin yang diharapkan, selain hanya sebatas menghibur. Bahkan tak jarang ada film anak yang mengandung kekerasan dan sedikit adegan vulgar. Untuk itulah sebagai orang tua, kita di tuntut untuk lebih selektif dalam mengajak anak nonton film. Salah satunya harus sesuai dengan usia anak. Nah, ketika saya berkesempatan menonton Film Koki Koki Cilik 2 sebelum tayang di bioskop, hati saya langsung berkata bahwa film seperti inilah yang akan saya ijinkan untuk dilihat oleh anak saya. Bukan hanya karena Alisha, putri bungsu saya suka memasak. Sebab kebetulan tema film ini seputar kuliner. Tapi ada beberapa hal penting yang saya tangkap dari film ini.



1.      Dekat dengan keseharian anak , yaitu tentang keluarga dan persahabatan. Bercerita tentang para koki cilik yang pernah mengikuti Cooking Camp. Adalah Bima (Faras Fatik), Melly (Alifa Lubis), Kevin (Marcello Mahesa), Alfa (Ali fikri), Niki (Clarice Cutie), dan Key (Romaria Simbolon). Mereka selalu terlihat kompak dan setia kawan dalam mengikuti Cooking Camp. Meskipun sesekali timbul konflik yang di gambarkan sering terjadi pada kehidupan anak-anak. Seperti rasa mau menang dan benar sendiri, saling ejek, juga konflik dalam hubungan antara orang tua dan anak.

2.      Ceritanya ramah anak dan keluarga. Dari awal hingga akhir cerita sedikitpun tidak ada adegan kekerasan dan contoh tidak baik yang bisa di tiru oleh anak. Justru anak akan mendapatkan banyak pesan moral di dalamnya.

3.     Menanamkan nilai-nilai baik pada anak. Seperti :

- Rasa empati ketika adegan tim Cooking Camp mencoba mengerti dan menghibur Adit (Muhammad Adhiyat) yang sedang bersedih karena masalah keluarga. Walau Adit bukan alumni Cooking Camp. Tapi karena Adit hobi memasak, ia pun memutuskan mau bergabung karena terus di dorong semangatnya oleh Tante Adel (Kimberly Rider)

– Kekompakan yang terlihat saat tim Cooking Camp mencoba resep baru yang laku di jual. Demi mengumpulkan uang agar Cooking Camp bisa di buka lagi. Dan kekompakan itu semakin terlihat ketika mengikuti kompetisi memasak. Dimana bila tim Cooking Camp menang, maka Chef Evan ( Christian Sugiono) pendiri Cooking Camp sekaligus yang memutuskan untuk menutupnya, berjanji akan membuka Cooking Camp lagi.

- Kerja keras ketika tim Cooking Camp berusaha untuk mengolah menu yang enak dan menarik, demi memenangkan kompetisi.

- Dan tidak gampang menyerah, meski usaha mereka dalam mengumpulkan biaya untuk mendirikan Cooking Camp kembali menemukan kendala.


4.     Bertema kuliner, sehingga dari awal menonton hingga selesai, kita di buat tergiur oleh aneka makanan dan menu yang menerbitkan selera. Apalagi ada menu yang diperagakan, mudah untuk dibuat oleh anak di rumah. Selain makanannya adalah menu yang sering di sukai anak-anak.

5.      Para pemainnya yang lucu dan sangat menghibur. Saya yakin, anak-anak akan di buat tertawa dan tersenyum oleh karakter para pemainnya sepanjang film berlangsung. Apalagi saat melihat karakter Melly yang ceriwis, centil dan fashionable. Di jamin anak-anak akan sangat terhibur di masa liburan mereka dengan nonton Film Koki Koki Cilik 2 ini.

Untuk itu, pastikan kamu nonton bersama keluarga, ayah ibu, adik, kakak dan teman-temanmu di saat liburan ini ya. Jangan lupa, Film ini sebentar lagi akan tayang di  bioskop-bioskop secara serentak mulai tanggal 27 Juni 2019. Yuk! Isi liburanmu dengan kegiatan yang bermanfaat.   

      Sebagai gambaran, berikut trailer filmnya



4 komentar:

  1. Duwww sayang sekali saya belum ada kesempatan untuk mengajak anak menonton ini. Masih terlalu kecil untuk dibawa ke ruang studio bioskop. Semoga lain kali bisa.

    BalasHapus
  2. Seru banget nih filmnya, bener-bener film anak beneran ya.. Bisa nih ajak keponakan nonton ini.. Thanks ya mbaa :)

    BalasHapus
  3. For Museums in search of ways to make their collections extra accessible, 3D printing probably be} best shower cap a superb device. For example, replicas of artefacts can now be produced and taken exterior of museums. 3D printing also has the potential to help exhibitions come to life.

    BalasHapus