Jumat, 18 Mei 2018

Alasan Mengapa Kereta Api Menjadi Transportasi Favorit Saat Mudik


Foto BreakingNews.co.id

Sebagai anak rantau yang sering mudik, terus terang pasti banyak yang lebih senang bepergian naik kereta api daripada transportasi lainnya. Selain lebih cepat, murah dan nyaman tentunya. Apalagi menjelang lebaran, maka Tiket kereta lebaran 2018 tentunya harus Anda pesan jauh hari sebelum Anda berangkat, hal ini bertujuan agar Anda kebagian tiket sehingga dapat pulang ke kampung halaman. Mudik merupakan salah satu kegiatan wajib selama 1 tahun sekali yang banyak dilakukan oleh orang, hal ini bertujuan untuk merayakan lebaran bersama keluarga apalagi jika mereka jarang pulang pada hari biasa. Tentunya banyak sekali sarana transportasi untuk melakukan mudik seperti pesawat, kapal, bus, dan kereta api. Kereta api merupakan salah satu transportasi darat yang begitu banyak digunakan ketika mudik, dibandingkan dengan bus. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa kelebihan yang dimiliki oleh kereta api dibandingkan dengan sarana transportasi lainnya, jadi tidak heran jika banyak orang yang rela antri dan berdesakan demi mendapatkan kursi di kereta api.



1.      Cepat



Salah satu keunggulan yang dimiliki kereta api adalah waktu yang cepat, sehingga tidak perlu waktu yang lama Anda sudah sampai di tempat tujuan dibandingkan menggunakan bus yang memakan waktu lebih lama. Hal ini tentunya membuat Anda tidak terlalu lelah di dalam perjalanan serta bisa cepat bertemu dengan keluarga, tentunya Anda bisa menghemat waktu. Karena kecepatannya ini membuat Anda tidak perlu merasakan bosan dalam perjalanan, sebab lamanya waktu dalam perjalan sering sekali membuat seseorang bosan dan badan menjadi pegal karena hanya duduk saja. Jadi apabila Anda cepat tiba di tempat tujuan maka cepat pula waktu Anda untuk beristirahat dan Anda juga memiliki banyak waktu untuk dihabiskan bersama keluarga. Karena cuti lebaran tidaklah lama, sehingga Anda harus mengatur waktu agar bisa menghabiskan banyak waktu dengan keluarga.



2.      Tepat waktu



Apabila Anda menggunakan jasa kereta api, maka waktu tiba Anda akan tepat waktu apabila tidak ada halangan dibandingkan dengan menggunakan bus yang sering sekali berhenti untuk beristirahat. Hal ini tentunya sangat membantu Anda, apalagi jika Anda telah memiliki agenda khusus setelah tiba nanti. Ketepatan waktu ini juga mempermudah Anda dalam menyusun rencana setelah tiba, jadi tidak heran jika banyak orang yang berburu tiket kereta lebaran sebelum hari keberangkatan.



3.      Nyaman



Dibandingkan dengan beberapa waktu yang lalu, kereta api masa kini jauh lebih nyaman. Jika dahulu Anda naik kereta api dengan kondisi kotor serta terdapat pedagang asongan di dalamnya sehingga membuat kurang nyaman, namun kini Anda telah bisa duduk dengan lega dan nyaman karena kondisinya sudah bersih. Jadi apabila Anda menempuh perjalanan jauh tidak akan terganggu, namun apabila Anda kurang nyaman jika menggunakan kereta api kelas ekonomi maka bisa menggunakan yang eksekutif. Tetapi harganya lebih tinggi dibandingkan dengan kelas ekonomi, jadi Anda bisa bersantai selama dalam perjalanan.

Foto Tribunnews.com



4.      Dapat membawa banyak barang



Sering kali ketika mudik Anda akan membawa banyak barang, namun apabila Anda menggunakan mobil pribadi maka tidak mampu menampung semua barang. Tetapi jika Anda pergi menggunakan kereta api maka barang bawaan Anda bisa ditampung, jadi tidak akan masalah jika Anda mudik bersama keluarga. Apabila Anda menggunakan mobil pribadi saat mudik, maka barang bawaan bisa dibawa semuanya jika hanya Anda sendiri yang mudik. Tetapi tidak memungkinkan jika membawa satu keluarga, kecuali barang yang dibawa sangat sedikit. Serta dengan naik kereta Anda tidak akan kelelahan karena tidak harus menyetir dalam jarak yang sangat jauh.



5.      Lebih aman



Dibandingkan dengan bus, menggunakan kereta jauh lebih aman. Sebab sebelum memasuki peron, Anda harus melakukan pemeriksaan tiket. Jadi apabila Anda tidak akan memiliki tiket atau tiket salah tulis nama maka tiket akan hangus dan Anda tidak dapat naik, hal ini tentunya bertujuan untuk naiknya penumpang gelap yang berpotensi melakukan tindak kejahatan. Jadi Anda akan nyaman selama perjalanan sehingga tidak perlu was-was, hal ini tentunya membuat Anda bisa duduk maupun tidur dengan aman dan nyaman selama perjalanan jauh.  Apabila Anda tertarik menggunakan kereta, maka ada baiknya dari sekarang untuk memburu tiket kereta lebaran agar tidak kehabisan.


Foto Bisnis.tempo.co

Rabu, 09 Mei 2018

Membentang Kebaikan Di Bulan Ramadhan Bersama Dompet Dhuafa


Dompet Dhuafa kembali hadir mengajak menyebar kebaikan dalam Gatering Media Blogger di .Graha Bima Sakti Pancoran pada tanggal 9 Mei 2018.  Tema kali ini 25 tahun membentang kebaikan dalam menyambut Ramadhan yang sebentar lagi akan datang. Ini keempat kalinya saya hadir dalam acara yang diselenggarakan Dompet Dhuafa dalam program mengajak dan menyebar kebaikan-kebaikan bagi umat. Dompet Dhuafa sendiri adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf)



Dalam event ini, kami juga diajak berkeliling Indonesia lewat pengenalan produk local UKM (Usaha Kecil Menengah). Hasil pemberdayaan dari @Dompet Dhuafa seperti gula semut, berbagai macam kopi dari seluruh Indonesia salah satunya kopi Gayo. Bahkan ada juga budidaya buah naga, papaya Kalina yang berasal dari Subang Jawa Barat. 


Disamping itu terdapat juga aneka kerajinan tangan seperti dompet dan berbagai makanan keripik dari buah apel, manga dan sebagainya. Produk-produk local ini juga bisa ditemui di Daya Mart dan De Fresh lohJ



Untuk berbagi kebahagiaan kemeriahan dengan program terbaiknya, tak ketinggalan salah satu Lembaga Filantropi yang kini menuju 25 tahunnya, yaitu Dompet Dhuafa, turut berbagi di Ramadhan kali ini. Semangat tersebut hadir melalui gerakan #25 tahunmembentangkebaikan bersama anda. Hadirnya semangat tersebut menjadi gerakan yang tumbuh dari tahun ke tahun bersama para donator, dalam membangun kesejahteraan masyarakat miskin dan dhuafa di seluruh Indonesia maupun belahan dunia.



Adapun program yang sudah disiapkan Dompet Dhuafa di bulan Ramadhan ini diantaranya:

-          Sahabat Berbagi Harapan

-          Parsel Ramadhan

-          Dai Ambasador

-          Serta layanan donator sebanyak 70 konter yang tersebar di seluruh wilayah Jabodetabek.


Dompet Dhuafa di usia 25 tahun mengusung tiga konsep yaitu :


1.      Memberikan beragam pengalaman

2.      Menyajikan rasa kepedulian

3.      Serta menyalakan semangat kolaborasi



Program-program terbaik yang dipersiapkan untuk berbagi kebaikan bagi sesama, perlu adanya sinergi bersama para donator. Sebagai masyarakat yang ingin ikut peduli, kita bisa menyalurkan dana lewat Ziswaf. Apalagi di bulan Ramadhan yang penuh berkah dan diganjar pahala yang berlipat-lipat. Rugi rasanya bila kita tidak ikut mengambil bagian untuk membantu sesama lewat donasi kita. Tentunya disesuaikan dengan kemampuan yang kita miliki. Ayo menyebarkan kebaikan sebanyak-banyaknya, bisa melalui media online yang kita punya atau apa saja.


Sabtu, 14 April 2018

Mewujudkan Mimpi Agar Jaminan Kesehatan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Merata


Tak dapat dipungkiri bahwa tingginya pendapatan seseorang berdampak juga pada tingginya tingkat kesehatan individu yang bersangkutan. Wajar bila semakin rendah tingkat ekonomi dan pendapatan seseorang, maka semakin rendah kualitas makanan yang dikonsumsi. Padahal kesenjangan dalam konsumsi makanan beimplikasi pada buruknya kualitas asupan gizi, yang pada gilirannya menurunkan tingkat kecerdasan anak secara permanen. Selain itu tingkatan kesehatan yang rendah di masa kecil akan membawa pada status sosial ekonomi yang rendah di masa dewasa, karena jalur kesehatan seseorang banyak terbentuk di masa kecilnya. Sedangkan angka harapan hidup mencerminkan banyak kondisi seperti factor genetic, jenis kelamin hingga ras. Namun factor yang lebih dominan adalah kondisi sosial dan keamanan, serta tingkat kesejahteraan.



Menurut Dr. Prasetyo, tidaklah heran bila kesehatan sebagai salah satu lingkaran setan bagi kemiskinan. Dimana warga miskin secara ekonomi dapat diihat dari konsumsi makanan yang bergizi untuk menentukan kualitas kesehatannya. Selain kualitas tempat tinggal, pola makan dan gaya hidup. Apalagi banyak warga miskin yang masih mengosumsi rokok. Bahkan mirisnya lagi, semakin miskin seseorang, pengeluaran rokoknya malah semakin tinggi. Masih menurut DR. Prasetyo Widi Buwono Sp.PD, hal inilah yang harus menjadi focus bagi negara. Sebab percuma BPJS digalakkan tapi konsumsi rokok tidak terkendali. Belum lagi kesenjangan antara akses kesehatan dengan kualitas dan ketersediaan layanan kesehatan. Dimana puskesmas lebih banyak ketersediaannya di Jawa daripada di luar Jawa. Untuk itulah perlunya jaminan kesehatan di tengah kesenjangan, agar mimpi meratanya jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia terwujud.


“Tenaga medis terutama dokter, masih terkonsentrasi di daerah padat penduduk saja, terutama kota-kota besar yang menawarkan kelengkapan fasilitas, serta karir dan pendapatan tinggi. Di sebagian daerah banyak puskesmas tidak memiliki dokter, dan di beberapa daerah bahkan puskesmas-nya pun tidak tersedia,” kritik Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS dalam pemaparannya.



Untuk itulah peran tenaga kesehatan masyarakat sangat berperan dalam mengembangkan Sistem Kesehatan Nasional ini. Sebab Universal Health Coverage tidak hanya sebatas kuratif atau hospital based melainkan juga seluruh upaya kesehatan mulai dari promotif, preventif, kuratif, rehabilitative dan palliative health. Disamping itu peran masyarakat juga dapat menggerakkan masyarakat dan stakeholder dalam rangka sinergi bersama. Seperti halnya program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang menyasar kesehatan lingkungan dimana memerlukan peran bersama, baik Dinas Kesehatan, Dinas Pemukiman, Bapeda, Desa, dengan komponen masyarakat dan NGO sebagai penggerak di masyarakat itu sendiri.

Kita tahu, Dompet Dhuafa merupakan salah satu lembaga yang concern dalam upaya memberikan solusi atas permasalahan kesenjangan akses kesehatan. Salah satu contohnya  mendirikan “Layanan Kesehatan Cuma-Cuma” dengan membangun berbagai infrastruktur dan layanan kesehatan serta modal sosial kesehatan di beberapa kota mulai dari Aceh, Palembang, Makasar, Papua, Kupang, serta 11 kota di pulau Jawa. Melalui variasi pemberdayaan kesehatan ini, diharapkan mampu membantu pemerintah dalam turut serta mewujudkan jaminan kesehatan di berbagai pelosok wilayah Indonesia. Intinya peran serta dan kerjasama dari berbagai pihak, akan lebih mempercepat tercapainya mimpi agar jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia bisa terwujud.





           

Minggu, 01 April 2018

Ada Yang Beda Di Stand Up Comedy Indonesia 8 Kompas TV



Memasuki Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) yang ke 8 Kompas TV kali ini mengusung tema “Mission Impossible” yang akan tayang perdana mulai 31 Maret 2018, dimana SUCI 8 sudah bisa dinikmati para pemirsa hingga akhirnya akan berkompetisi di panggung SUCI 8 di studio 1 Menara Kompas, Jakarta.

Adapun yang akan menjadi juri adalah comedian senior yang sudah sangat dikenal seperti Pak De Indro Warkop, Panji Pragiwaksono dan Cak Lontong. Mereka akan menilai penampilan dan lucunya materi komedi dari para komika. Akhirnya terpilihlah 15 finalis yang akan maju ke babak final di Kompas TV pada tanggal 31 Maret 2018.



“Kompas TV sebagai televisi yang independen dan terpercaya akan kembali menghadirkan Stand Up Comedy Indonesia untuk ke 8 kalinya. Selama 7 season terakhir, melalui program SUCI, telah lahir komika-komika yang memberikan kontribusi positif bagi pemirsa di seluruh Indonesia. Program SUCI tidak hanya hadir di layar televisi namun juga hadir melalui salah satu platform digital yaitu Youtube agar dapat dinikmati oleh pengguna media digital yang terus meningkat di Indonesia”, ungkap Charlie Kasim, Direktur Programming Kompas TV.


Stand Up Comedy Indonesia sendiri adalah program pencarian bakat yang secara konsisten me-regenerasi terus selama 7 tahun tanpa jeda, dimana akan memberikan kejutan Mission Impossible Show selama 3 episode dengan tantangan yang berbeda-beda. Dalam kompetisi ini komika di persiapkan untuk bisa menguasai setiap situasi saat tampil dengan percaya diri. Selama 7 musim terselenggara, SUCI telah berhasil melahirkan sejumlah komika yang sukses di dunia entertainment Indonesia.

Nama-nama komika yang telah cukup terkenal seperti Ernest Prakasa, Kemal Pahlevi, Babe Cabita, Ge Pamungkas, Dodit Mulyanto, dan Abdur Arsyad. Mereka adalah beberapa alumni komika SUCI, yang tidak hanya lucu menghibur para pemirsa, tapi juga mampu berakting dalam film layar lebar.

  Jangan lewatkan tayangan show perdana SUCI pada hari Sabtu, 31 Maret 2018 pukul 19.00 WIB hanya di Kompas TV “Independen Terpercaya”.

Senin, 05 Maret 2018

"Pohon Setia"


Kususuri jalan menuju rumah tempatku di lahirkan dan dibesarkan di daerah pinggiran kota.  Setelah beberapa menit, akhirnya sampai juga di rumah masa kecilku




 Rumah bercat hijau itu adalah rumah yang selalu mampu menentramkanku sedari kecil meski tanpa asuhan seorang ibu yang sudah meninggal sejak aku dilahirkan.

Di rumah itu, hanya Bapak yang selalu menjaga dan merawatku sepenuh cinta, tanpa mau menikah lagi. Bagaikan kesetiaannya menjaga pohon-pohon dan tanaman miliknya di rumah seluas 1.000-an meter, kesetiaan Bapak terhadap Ibu tiada duanya. Kokoh bagaikan sebatang pohon.

Bahkan ketika Mas Bram kudapati tengah mengantarkan seorangw anita bertubuh langsing, berkulit putih, dan berambut panjang hitam legam ke stasiun kereta menuju Bandung, Bapak menguatkanku hingga membuatku rela memaafkan Mas Bram yang menangis penuh penyesalan di malam itu.

 “Nduk, setiap orang harus diberikan kesempatan kedua untuk berubah, karena manusia tidak ada yang sempurna termasuk suamimu. Jangan gegabah mengambil keputusan bila akhirnya kau menyesalinya,” nasihat Bapak kepadaku.

“ Ingatlah, pernikahan itu ibarat pohon yang harus dirawat dan dijaga agar bisa tumbuh sempurna. Jadi, jagalah pernikahanmu, Nduk,” lanjut Bapak.

Aku hanya mengangguk mendengar wejangan bapak. Meski dihati masih terasa sakit, aku setuju dengan saran bapak. Tak ada salahnya memberi kesempatan kedua bagi Mas Bram untuk berubah.

Terbukti setelah perselingkuhan itu, Mas Bram bertambah sayang dan perhatian padaku. Entah karena rasa bersalah atau karena takut kugugat cerai, karena aku tak ingin di madu dengan wanita manapun.

Meski lelaki diciptakan dengan banyak cinta menurut orang-orang. Tapi aku ingin Mas Bram hanya memiliki satu cinta untuk kusatukan dengan cintaku dalam membangun pohon pernikahan kami.

Rumah Bapak  mudah dikenali, karena ada pohon ketapang yang tinggi dan rimbun di depan rumah. Ada juga pohon serupa beringin, walau kecil. Bahkan kalau masih ada tanah lebih, Bapak ingin menanam pohon trembesi sebagai pohon utama, yang tingginya bisa mencapai 25 meter.  Tapi pohon ki hujan tersebut sangat banyak membutuhkan air, hingga bisa mengancam keberadaan sumber air tanah, apalagi bila di daerah dangkal seperti di perumahan. 

Meskipun rumah mereka tidak di daerah perumahan, tapi bapak tidak ingin warga sekitar kekurangan air. Sebagai gantinya, bapak hanya menanam pohon Kenari ataupun Asam Jawa yang memang mempunyai perakaran dalam, dengan tajuk yang tidak terlalu lebar namun cukup memberi keteduhan tanpa merusak badan jalan. 

 “Assalamualaikum....”

“Waalaikum salam. Tumben tidak bersama Bram? Kemana suamimu? Tanya Bapak heran.

“Trembesiwati ingin menggugat cerai Mas Bram pak,” jawabku spontan sambil mendudukkan pantatku di kursi rotan.

“Loh, loh, kok datang tiba-tiba mau ngomong cerai. Apa sudah kamu pikirkan mateng-mateng Nduk? Jangan gegabah mengambil keputusan soal perceraian, meskipun dihalalkan namun sangat dibenci Gusti Allah loh,” jawab Bapak sambil membelai rambut hitam sebahuku.

“Wati sudah tidak tahan lagi pak. Bila Mas Bram tidak mau merubah keputusannya, lebih baik kami berpisah saja mumpung belum punya anak,” ucapku sambil menahan air mata yang hendak mendesak keluar.

“Sabar, sabar Nduk. Tenangkan dulu dirimu. Sebenarnya masalahnya apa toh? Hingga sampai ingin menggugat cerai suamimu?” Bapak mencoba menenangkan emosiku yang lagi memuncak ke ubun-ubun dengan menyodorkan segelas infuse water padaku.

Aku masih enggan menjawab dan lebih memilih menatap warna-warni bunga yang tumbuh dihalaman samping rumah.

Tak bisakah Mas Bram mencoba untuk setia seperti pohon? Yang selalu setia memberi kebaikan pada manusia dan kehidupan, meskipun disakiti oleh tangan-tangan tak berperasaan. Tetap memberikan udara segarnya berupa oksigen dan menabung air untuk kehidupan dalam akarnya.

Tak ada jalan lain, aku harus segera angkat kaki dari rumah karena sudah tidak tahan.. Meninggalkan Mas Bram yang duduk terpekur seorang diri. Membiarkan suamiku itu untuk memikirkan ulang rencana tak manusiawinya itu.

Perkenalan kami terjadi saat sama-sama bergabung dalam Laskar Hijau. Sebuah komunitas yang memiliki misi mengajak manusia untuk kembali merawat bumi, dengan menjaga pohon-pohon tetap lestari.

“Saya Bram, lengkapnya Bramantyo Hanung “ seorang pria berpenampilan modis tersenyum ramah padanya. Dari pakaian dan penampilannya yang berkelas, kelihatan dia berasal dari keluarga sangat mapan dan berkedudukan.

“Trembesiwati,” balasku sambil tersenyum malu-malu.

Bram terbelalak kaget sambil tersenyum geli.

“Namamu unik sekali, mirip nama  pohon kyai-nya hujan.

“Memang,  trembesiwati nama pemberian bapakku yang sangat senang merawat pohon. Tak heran bila bapakku di juluki bapaknya pohon oleh warga.”

“Oh ya? aku jadi penasaran ingin bertemu bapakmu. Boleh kapan-kapan aku main ke rumah?” tanya Bram sambil kembali melempar senyum genitnya.

Aku tersanjung mendengar permintaan Bram, yang mirip artis korea itu. Tubuhnya yang tinggi dengan mata bulat hitam dan alis tercetak tebal indah. Terlihat sempurna dengan balutan warna kulitnya yang seputih beras. Tanpa menunggu, aku pun mengangguk sambil memasang senyum semanis mungkin.

Tak ingin lebih lama lagi larut dalam kenangan yang menguras air mata, aku beranjak ke kebun belakang dan memanjat pohon jambu biji kristal.

Jambu biji kristal manis kesukaanku karena tak banyak bijinya. Bibit nya sendiri bapak dapatkan saat pergi ke Mekarsari. Memetiknya dan memakannya dengan pikiran yang menerawang. Bapak hanya tersenyum menatapku dari balik jendela dapur.

 Mungkin kali ini Bapak akan mempertimbangkannya, bila tahu alasan Trembesi. Akhirnya aku turun dari pohon jambu mendekati Bapak yang datang menyusul ke kebun.

“Begitu beratkah kesalahan suamimu? Seberapa berat Nduk? Hingga kau tak bisa mentolerirnya lagi?”

“Sangat berat Pak, karena ini menyangkut keselamatan manusia, paru-paru dunia dan pohon,” tegasku lagi.

Bapak tak berkata-kata lagi, malah dan kembali asyik merawat pohon-pohonnya. Ia pasti terkejut mendengar perkataanku tentang Mas Bram dan orang-orangnya yang ingin membakar lahan hutan tropis secara paksa, demi segera menanam sawit berhektar-hektar luasnya!

Sebuah tindakan perusakan pohon yang sangat Bapak benci, selain tindakan perceraian.

Sebulan kemudian, aku dan Bapak menyaksikan berita di televisi tentang asap yang banyak mencemari udara hingga membuat jalanan gelap.

Lalu lintas terhenti karena jalanan tak bisa dilalui akibat gelap terkena asap. Belum lagi berita banyaknya warga yang sesak nafas dan asma akibat udara yang tercemar polusi asap hasil pembakaran lahan besar-besaran hingga ke hutan tropis, yang sesungguhnya sangat dilarang pemerintah.

Tampak banayak warga yang harus memakai masker di jalanan. Ditambah lagi, warga mulai mengalami kesulitan air tawar, karena hutan adalah sumber air tawar bagi masyarakat.

“Benar-benar keterlaluan!” keluh bapak sambil mengipas-ngipas tubuhnya, akibat suhu udara yang kian panas.

 Kini keteduhan, ketenangan dan keademan kota tempat ia dilahirkan, sudah tak lagi berfungsi sebagai paru-paru bagi mereka dan warga setempat. Bahkan mungkin juga dunia!

 Dimuat di majalah Media Kawasan January 2018

Minggu, 11 Februari 2018

Meet Me After Sunset, Film Remaja Yang Beda


Ketika di undang acara ‘Press Screening’ film Meet Me After Sunset di CGV Grand Indonesia Jakarta pada tanggal 9 Februari 2018,  saya berpikir pasti film remaja yang akan rilis ini tak jauh beda dengan film remaja umumnya. Namun saat saya akhirnya menonton langsung bersama teman teman blogger, ternyata beda! Baik dari segi tema, jalan cerita,  juga pesan moral yang terkandung di dalamnya. Biasanya selama ini film remaja yang saya tonton lebih banyak mengupas masalah cinta antara lawan jenis saja dan dibarengi adegan mesra. Tapi di film Meet Me After Sunset ini dari awal cerita dibuka, tak pernah muncul adegan berupa sentuhan fisik. Bahkan perbedaan itu sudah terasa lain dengan yang pernah saya saksikan. Kesan mistis cerita dibaluti setting local kebun kertasari wilayah Ciwidey yang memukau mulai membius saya. Ditambah pesan moral yang mengandung indahnya persahabatan yang tulus dibarengi arti sebuah pengorbanan.



Kisahnya berawal dari Vino (diperankan oleh remaja tampan Maximme Bouttier) yang bĂȘte harus pindah rumah karena itu berarti dia juga harus pindah sekolah. Hal itu terlihat dari awal mula Vino memasuki sekolah baru. Tapi karena Vino tipe anak yang ceria dan supel, maka tak lama baginya untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan tempat tinggal barunya. Lalu dimulailah petualangan baru Vino, saat ia penasaran dengan cewek bernama Gadis (diperankan dengan apik oleh aktris pendatang baru berbakat Agatha Chelsea) yang selalu keluar di malam hari dengan tudung merahnya. Vino pun berushaa mencari tahu siapa sebenarnya Gadis dan mengapa kemunculannya hanya terjadi di malam hari dengan selalu datang ke sebuah bukit. 

Penasaran, Vino pun terus terus mengikutinya. Walau awalnya Gadis tidak suka dengan selalu bersikap jutek pada Vino, namun lambat laun Gadis pun merasa bahagia menjadi teman baru Vino dan mulai menerima kehadiran Vino, karena selalu bisa menyenangkan hati Gadis dengan sikapnya yang ceria, baik hati dan tulus berteman. Sampai akhirnya Vino mengetahui sebabnya mengapa Gadis hanya bisa keluar di malam hari yaitu karena suatu penyakit yang di deritanya. Vino pun semakin perhatian pada Gadis dan berusaha keras mencoba mewujudkan satu persatu impian Gadis yang belum terpenuhi, dengan mengabaikan kesehatan Vino sendiri yang sebenarnya juga bermasalah.  

Setelah puas menonton selama 1 jam lebih, kami pun diberi kesempatan untuk melihat dan mendengar langsung kesan dan tantangan para pemain dalam memerankan film ini.
Pemeran Vino mengatakan bahwa ia sangat suka  karakternya di film ini karena banyak misterinya, sehingga ia begitu menjiwai bermain sebagai pemainnnya. Vino juga mengatakan ia sangat bangga dengan karakernya ini. Apalagi di film ini tidak begitu banyak kesulitan ia jumpai karena terbantu dengan proses persiapan sebelum hari H yaitu dengan banyak reading, ditambah peran   Chelsea sebagai Gadis yang mampu mengadapasi karakternya dengan baik. Disamping kesabaran yang dimiliki para pemainnya.


Sementara Chelsea  yang memerankan Gadis mengatakan karakternya sendiri dari awal dapat synopsis sudah langsung membuatnya begitu interesting. Mungkin karena karakter Gadis yang introvert, melankolis, pumya dunianya sendiri, serta sensitive . Menurutnya karakter Gadis bisa menjadi sebuah pelajaran baru bagi muda-mudi sebagai seorang remaja. Walau kesulitannya  selama syuting akibat cuaca yang dingin dan hujan terus, membuat Chelsea harus selalu pakai selimut tebal. Tapi dampaknya membuat mereka sesama pemain menjadi lebih akrab karena sering kumpul bareng untuk saling ngobrol demi menghadapi suhu dingin yang menggigit


Bagi yang penasaran kelanjutan kisah serunya, film ini akan tayang mulai 22 Februari 2018. Jangan sampai kamu menyesal karena tidak menonton kisah yang sarat dengan nilai persahabatan dan keluarga ini. Didukung dengan setting lokalitas yang memukau, ditambah efek khusus seperti hujan meteor. Kamu juga akan dimanjakan dengan pemandangan banyaknya kunang-kunang yang  beterbangan di malam hari bak kumpulan lampu yang menyala indah. Menambah menarik cerita film ini selain kisah filmnya sendiri.


Kamis, 01 Februari 2018

Di Ultah Ke 25, Dompet Dhuafa Semakin Memperkuat Pelayanannya

Belum stabilnya tingkat kesejahteraan penduduk di Indonesia, menggerakkan Dompet Dhuafa untuk terus berkiprah membantu mengurangi angka kemiskinan. Menurut data kesehatan, terdapat 29 juta orang miskin dan 90 juta penerima PBI (penerima bantuan iuran) Dari total 176,74 juta peserta BPJS Kesehatan, sebanyak 92 juta merupakan Penerima Bantuan Iuran (PBI).  Terlihat negara Indonesia dengan. tingkat kesenjangan paling tinggi urutan ke-4 di Dunia. Walau kekayaan perorang meningkat 6 kali lipat selama periode 2000-2016, namun menurut standar International, kekayaan rata-rata orang Indonesia masih rendah! Bila dibandingkan, total harta empat orang terkaya di Indonesia tercatat 25 miliar dollar AS, setara dengan gabungan kekayaan 100 juta orang termiskin (Oxfam International)



Selama ini Dompet Dhuafa terus memberikan bantuan di bawah 5 pilarnya yaitu
1.      Pendidikan
2.      Kesehatan
3.      Ekonomi
4.      Sosial
5.      Dakwah

Hebatnya lagi, ada 200 program Dompet Dhuafa saking luasnya. Bahkan tidak hanya membantu berdasarkan suku, agama, ras dan negara. Jadi lintas negara dan benua seperti yang dilakukan Dompet Dhuafa dengan menyalurkan bantuan bahan makanan dan obat-obatan di kamp pengungsi korban perang Kamp Harjelle, Suriah pada Februari  2017. Sementara itu di bulan September 2017, Dompet Dhuafa didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi para pengungsi di Kamp Cox’s Bazar.

Nah, di ultah yang ke 25, Dompet Dhuafa semakin memperkuat pelayanannya dengan mencoba berkolaborasi dengan membawa budaya masyarakat Indonesia untuk terus memajukan bangsa. Salah satunya melalui konsep Social Enterprise seperti Green Horti dan kebun Indonesia Berdaya. Sebagaimana yang diungkapkan drg. Imam Rulyawan MARS sebagai Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantrofi


“Dompet Dhuafa selama perjalanan 25 tahun ini, semakin menguatkan potensi lokal dengan menjalankan konsep Social Enterprise seperti program Green Horti dan Kebun Indonesia Berdaya”.


Konsep budaya lokal ini sudah berjalan sejak tahun 2014, diantaranya lewat budaya bercocok tanam, bermasyarakat, pengobatan dan sebagainya. Bahkan diadakan pendampingan agar maksimal produksinya contohnya

-          Menggunakan pupuk organik
-          Membuat konsep agrowisata misalnya buah strawberry dibikin jus dan selai
-     Membuat brosur-brosur untuk pemasaran sayur-sayuran dan hasil kebun lainnya, salah satunya buah bit yang bermanfaat untuk penderita kanker juga meningkatkan trombosit, yang kini buah bit telah dikembangkan dalam bentuk
-          Sirup
-          Serbuk
-          Kerupuk



Dompet Dhuafa Social Enterprise memang memiliki tujuan agar tercapainya kemandirian usaha. Sebagaimana ungkapan Iwan Ridwan selaku Direktur Dompet Dhuafa Social Enterprise:
“Dompet Dhuafa Social Enterprise melakukan pengembangan dan penguatan usaha-usaha dengan berbasis Social Enterprise yang profesional menuju kemandirian usaha dan menciptakan nilai-nilai sosial dalam rangka meningkatkan pemerataan sosial, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”


Yah, Dompet Dhuafa Filantropi dengan Dompet Dhuafa Social Enterprise memang terus bersinergi melebarkan sayap dengan berbagai program untuk bahu-membahu membangun program yang berkelanjutan. Terbukti, jumlah penerima manfaat Dompet Dhuafa dari tahun 1993 hingga tahun 2017 sebanyak 16.80 juta jiwa dan layanan. Sementara jumlah penerima manfaat Dompet Dhuafa di tahun 2017 sebanyak 1,76 juta jiwa dan layanan. Belum lagi yang di luar negara, penerima manfaat sebanyak 82.882 Jiwa dan layanan.